
Deg deg deg...
Jantung Hermawan berdetak kencang. Ia tidak tahan melihat posisi tidur Claudia yang sangat menantang jiwa kelelakian nya.
Setelah mengunci pintu, Hermawan pun mulai berjalan perlahan mendekati Claudia. Dengan perasaan gugup, lelaki itu pun duduk di tepi ranjang dan menatap wajah teduh istri nya yang sedang tertidur lelap di samping nya.
"Cantik,"
Hanya itu lah kata-kata yang keluar dari bibir Hermawan. Kemudian, ia memberanikan diri untuk menyentuh wajah Claudia dan membingkai nya.
"Claudia, sampai kapan aku harus menunggu kesiapan mu? Aku sudah tidak tahan ingin segera bermanja-manja dengan mu, sayang!" batin Hermawan sambil terus memandangi wajah cantik istri nya.
Hermawan mengulas senyum lalu membetulkan posisi nya. Ia berbaring miring di sebelah Claudia, dan terus menatap ke arah nya.
Saat Hermawan hendak mendekatkan wajah nya dan ingin mencium bibir Claudia, tiba-tiba gadis itu pun terbangun dan membelalakkan mata nya lebar-lebar. Ia sangat terkejut melihat keberadaan Hermawan yang begitu dekat dengan nya.
"E e e e e eh, mau ngapain dekat-dekat?" tanya Claudia panik.
Hermawan langsung gelagapan, karena perbuatan nya ketahuan oleh si empunya badan. Ia segera menelentang kan tubuh kekar nya, dan berpura-pura tetap tenang dan santai, seperti tidak ada terjadi apa-apa.
"Kamu tidak usah khawatir, Om nggak ada ngapa-ngapain kok. Om lihat tadi ada serangga di wajah mu, tapi sudah Om buang," bohong Hermawan lalu beranjak dari ranjang dan membuka pakaian kerja nya.
"HAH, SERANGGA?"
Mendengar penuturan Hermawan, Claudia pun kembali panik dan memegang wajah nya.
"Iya, serangga." Hermawan mengangguk mengiyakan ucapan Claudia.
"Serius lah, Om? Masa iya sih, di kamar sebersih ini ada serangga nya?" oceh Claudia tidak percaya dengan ucapan suami nya.
"Iya, serius. Untuk apa Om bohong? Nggak ada guna nya juga," jawab Hermawan masih tetap kekeuh dengan kebohongan nya.
Saking asyiknya otot-ototan, hingga tanpa sadar Hermawan sudah membuka seluruh pakaian nya di depan Claudia.
Melihat ada nya benjolan di balik celana pendek Hermawan, mata Claudia pun langsung membulat sempurna. Ia menelan ludah dengan kasar, sambil terus menatap ke arah benjolan tersebut.
"I-itu apaan, Om? Kok bentuk nya gitu?" tanya Claudia tergagap sambil menunjuk ke arah pangkal paha Hermawan.
"Benda pusaka, Om," jawab Hermawan asal, sambil mengikuti arah telunjuk Claudia.
__ADS_1
"Hah, benda pusaka?" pekik Claudia terkejut sembari menutup mulut dengan kedua tangan nya.
Hermawan mengulum senyum melihat wajah menggemaskan Claudia. Ia sama sekali tidak menyangka, jika istri kecil nya akan sepolos dan selugu itu.
"Ah, bohong. Itu pasti... Ups!" Claudia semakin membulatkan mata nya.
Ia langsung membayangkan hal yang tidak-tidak, dengan benda yang ada di sebalik celana pendek suami nya.
"Ya, benar sekali. Ini adalah benda yang bisa membuat mu melayang-layang sampai ke alam nirwana," tutur Hermawan membenarkan dugaan Claudia.
"Apakah kau ingin mencoba nya sekarang, Claudia?" tawar Hermawan.
Ia melangkah perlahan ke arah ranjang dengan senyum menyeringai. Ia sengaja melakukan hal itu, untuk sekedar menakut-nakuti istri polos nya itu.
Claudia semakin memberenggut ke sudut ranjang. Ia tampak ketakutan melihat wajah horor suami nya.
"Ma-maksud Om apa ngomong seperti itu? A-aku nggak ngerti," tanya Claudia semakin gelisah.
"Ah, kamu ini, Masa gitu aja nggak ngerti sih?" ucap Hermawan sambil terus melangkah mendekati Claudia.
Sampai di ujung ranjang, Hermawan pun merangkak naik dan terus mendekati istri nya dengan tatapan sayu, karena sudah di selimuti oleh gairah nya sendiri.
"Aduuuuh, gimana ini? Apa yang harus aku lakukan, jika Om Hermawan memaksa ku untuk melayani nya?" batin Claudia cemas.
Melihat ketakutan Claudia, bukan nya menghentikan aksinya, Hermawan malah semakin menjadi-jadi dengan tingkah nya.
Ia naik ke atas tubuh Claudia, lalu mengungkung gadis itu dengan kedua tangan nya.
Saat Hermawan hendak mendekatkan wajah nya, Claudia pun langsung sigap dan reflek menutup wajah dengan kedua telapak tangan nya.
"Ja-jangan sekarang, Om! A-aku benar-benar belum siap untuk melakukan nya," tolak Claudia dengan suara gemetar.
"Trus, sampai kapan Om harus menunggu mu?" tanya Hermawan masih dengan posisi mengungkung tubuh ramping Claudia.
Mendengar pertanyaan Hermawan, Claudia pun mulai menurunkan kedua tangan nya. Ia menatap wajah sendu suami nya sambil menggigit bibir bawahnya.
"Sa-sampai..."
__ADS_1
Claudia menggantung kata-kata nya. Ia bingung harus berkata apa kepada lelaki yang ada di depan nya itu.
Hening...
Hermawan dan Claudia sama-sama terdiam dan sibuk berperang dengan isi kepala masing-masing. Beberapa detik kemudian, Hermawan pun kembali berceloteh dan tetap ingin melanjutkan aksinya.
"Kenapa diam? Ayo, di jawab! Sampai kapan Om akan menunggu kesiapan mu itu?" tanya Hermawan mengulang pertanyaan nya kembali.
"Sampai... sampai..."
Belum sempat Claudia melanjutkan perkataannya, tiba-tiba...
"Cup..."
Hermawan mencium bibir ranum Claudia dengan lembut, sambil memegangi kedua tangan gadis itu ke atas kepala nya. Lelaki itu melakukan nya tanpa meminta izin terlebih dahulu.
Mendapat serangan mendadak seperti itu, mata Claudia pun semakin melotot seperti hendak lompat dari sarang nya. Ia sangat terkejut dengan aksi nekat suami nya tersebut.
"Om, mmm... mmm!" Claudia kesusahan untuk membuka suara, karena mulut nya yang sedang di sumpal oleh bibir Hermawan.
Ia berusaha memberontak dan melepaskan diri dari kungkungan suami nya. Namun, usahanya itu berakhir sia-sia, karena tenaga nya kalah jauh dengan Hermawan.
Hingga akhirnya, Claudia pun hanya pasrah dan merelakan bibir nya di nikmati oleh laki-laki, yang berstatus sebagai suami nya tersebut.
Setelah puas mengabsen isi mulut Claudia, Hermawan pun menurunkan ciuman nya ke bagian leher jenjang istri nya.
Claudia semakin gelisah dan tidak tenang, akibat perbuatan suaminya sendiri. Bulu kuduk nya mulai meremang seketika, saat Hermawan membuat beberapa tanda merah di leher nya.
"Om, tolong hentikan, Om. Aku sudah tidak sanggup menahan nya, Om!" rengek Claudia manja.
Hermawan tidak menggubris rengekan istri nya. Ia terus melanjutkan kegiatan nya, hingga membuat Claudia semakin tidak terkendali dengan aksi nya tersebut.
Dengan mata terpejam dan tangan mencengkram kuat seprai ranjang, Claudia pun kembali merengek dan sesekali menggeliat-geliat tubuh nya.
"Om, pliiiis... Tolong jangan di lanjutin lagi, aku mohon!" racau Claudia masih terus berusaha untuk menghentikan perbuatan Hermawan.
Namun, lelaki sama sekali tidak menghiraukan permohonan nya. Ia tetap meneruskan aksi nya di tubuh Claudia. Hingga akhirnya...
__ADS_1
"Aaakkkhh..." pekik Claudia dengan suara melengking dan tubuh menegang.
🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya man teman, jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen, vote dan favorit nya 🥰🙏🌺