Dinikahi Om-Om Dingin

Dinikahi Om-Om Dingin
Bab 27 ~ Ulah Nakal Hermawan


__ADS_3

"Sayang, coba masukin kepala jamur itu ke mulut kamu!" pinta Hermawan sambil membelai rambut pirang Claudia dengan lembut.


Claudia yang sedang asyik memandangi benda pusaka Hermawan, yang sudah berdiri tegak di depan mata nya pun langsung menoleh dan mengerutkan kening.


"Emang apa rasanya kalau di masukin ke dalam mulut ku, Om?" tanya Claudia masih dengan mode lugu nya.


"Coba saja, nanti kamu juga bakalan tau kok gimana rasa nya," jawab Hermawan.


"Oh, gitu. Ya udah deh, aku coba sekarang ya, Om!" ucap Claudia.


Tanpa berkata-kata lagi, Claudia pun mulai membuka mulutnya lebar-lebar, lalu memasukkan kepala jamur itu ke dalam mulut kecil nya.


Hermawan hanya mengangguk dan kembali tersenyum menanggapi ucapan Claudia. Melihat Claudia yang tampak kaku dan sedikit canggung, Hermawan pun mendekatkan wajah nya di telinga wanita muda itu, lalu berbisik...


"Sayang, kamu bayangkan saja kalau kamu sedang menikmati es krim yang sangat lezat. Agar kamu bisa lebih leluasa dan lebih santai melakukan nya," tutur Hermawan memberi arahan kepada Claudia.


"Baik, Om."


Claudia mengangguk dan mulai memejamkan mata nya. Ia mengikuti arahan yang sudah di berikan oleh suaminya. Claudia mulai melakukan pijatan-pijatan lembut pada benda pusaka Hermawan dengan lidah nya.


Sedangkan Hermawan, ia tampak mulai gelisah dan tidak tenang di tempat duduk nya, akibat merasakan sensasi yang sangat luar biasa dari sentuhan lidah Claudia.


Karena sudah tidak sanggup menahan hasrat nya, Hermawan pun meminta Claudia untuk menyudahi kegiatan nya.


"Sudah cukup, sayang! Sekarang, giliran Om yang akan memanjakan mu dan melayani mu," ucap Hermawan.


Ia langsung mengangkat tubuh Claudia ke atas ranjang, dan mulai melucuti seluruh pakaian yang melekat di tubuh mereka berdua.


Setelah keadaan mereka sama-sama polos, Hermawan pun mulai menindih tubuh Claudia, lalu menciumi bibir ranum nya dengan lembut dan mesra.


Claudia pun tak mau kalah. Dengan mata tertutup, ia pun membalas ciuman panas Hermawan dan membelitkan lidah nya.


Setelah beberapa menit saling berperang lidah, Hermawan pun melanjutkan cumbuan nya ke bagian leher dan dada Claudia. Ia memberikan beberapa tanda merah di leher jenjang istri nya dengan nafas yang mulai memburu.


Claudia mulai meliuk-liukkan tubuh nya, saat menerima cumbuan mesra Hermawan. Bukan cuma itu saja, bahkan ia juga mulai mengeluarkan suara-suara indah yang mampu membuat orang bergidik ketika mendengar nya.


"Ahh... Geli banget, Om."

__ADS_1


Claudia mendes*h sambil mencengkram kuat punggung Hermawan. Ia tampak tidak tahan dan begitu bergairah, saat menerima cumbuan mesra suami nya.


Melihat reaksi Claudia yang mulai berhasrat, Hermawan pun semakin menjadi-jadi dengan perbuatan nya. Ia menempelkan bibir nya di ujung gunung kembar Claudia, lalu menghisapnya dengan rakus.


Dan itu berhasil membuat Claudia semakin gelisah, sambil terus menggeliat-geliat seperti cacing kepanasan. Karena sudah tidak sanggup menahan hasrat nya, Claudia pun akhirnya meminta Hermawan untuk segera melakukan tugas utama nya.


"Cepat lakukan sekarang, Om! Aku sudah tidak sanggup untuk menahan nya lagi, ahh..." rengek Claudia.


Mendengar suara manja Claudia, Hermawan pun langsung menghentikan kegiatan nya. Ia mulai menempelkan kepala jamur nya, yang sudah berdiri tegak ke depan lubang buaya Claudia.


"Kamu sudah siap, sayang?" tanya Hermawan sambil memandangi wajah cantik Claudia.


"Ya, Om. Aku sudah siap, cepat lakukan lah!" jawab Claudia masih dengan mata tertutup.


Setelah mendengar jawaban istri nya, Hermawan pun langsung menancapkan kepala jamur yang berukuran jumbo itu ke dalam lubang buaya Claudia, yang masih terasa sangat sempit dan legit tersebut.


"Ahh..." erang Claudia dan Hermawan bersamaan, ketika benda pusaka itu masuk dengan sempurna.


Hermawan mulai melakukan gerakan maju mundur nya dengan kecepatan tinggi, hingga membuat tubuh dan kedua gunung kembar Claudia berguncang-guncang tidak karuan.


"Enak banget, Om. Terus Om, kencangin lagi gerak nya, Om. Ahh..." rengek Claudia sambil terus mendes*h menerima kenikmatan yang sangat luar biasa dari Hermawan.


"Baik lah, sayang. Om akan menuruti permintaan mu itu," jawab Hermawan lalu semakin mempercepat gerakan pinggulnya dan kembali menempelkan bibir nya ke gunung kembar Claudia.


Setelah melakukan pergumulan panas sekitar hampir dua jam, Hermawan pun menyudahi permainan nya dan menyemburkan benih nya ke dalam rahim Claudia.


"Aaakkkhhh..." pekik Hermawan dengan tubuh menegang, dan mencengkram erat kedua gunung kembar Claudia.


Begitu pun sebaliknya, Claudia juga memuncak sambil menggenggam erat seprai ranjang.


Dengan tubuh bermandikan keringat dan nafas ngos-ngosan, Hermawan pun mencium kening Claudia dan berkata...


"Terima kasih ya, sayang," ucap Hermawan lalu menjatuhkan tubuh basah nya di sebelah Claudia.


"Sama-sama, Om." Claudia tersenyum dan mengangguk pelan.


Setelah kegiatan nikmat itu selesai, mereka berdua pun mulai beranjak dari ranjang dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri.

__ADS_1


Setelah selesai, Hermawan dan Claudia pun kembali naik ke atas ranjang dan membaringkan tubuh masing-masing.


"Sekarang kita bobok ya, sayang! Besok pagi kita lanjutin lagi main nya," ucap Hermawan sembari memeluk tubuh Claudia dan mengecup kening nya.


"Oke siap, Om." Claudia tersenyum dan membalas pelukan suami nya.


Hermawan dan Claudia mulai memejamkan mata perlahan. Tak lama kemudian, mereka berdua pun tertidur lelap dan masuk ke alam mimpi masing-masing, dengan posisi yang saling berpelukan.


Kukuruyuuuukkk...


Pagi menyapa. Setelah tertidur selama hampir 8 jam, Hermawan pun mulai terjaga dari mimpi indah nya. Ia mengucek-ngucek mata, lalu memandangi wajah teduh Claudia yang masih tertidur pulas di dalam pelukan nya.


"Sayang, ayo bangun! Sudah pagi nih," ucap Hermawan sambil menoel-noel hidung mancung Claudia.


"Hmmmm, apaan sih, Om? Aku masih ngantuk nih, hoamm..." balas Claudia dengan suara serak khas bangun tidur.


Claudia menguap lebar lalu semakin mengeratkan pelukannya ke tubuh Hermawan. Lelaki dewasa itu tersenyum melihat tingkah manja istri kesayangan nya.


Karena tidak berhasil membangunkan Claudia, akhirnya Hermawan pun hanya bisa pasrah. Ia mulai melepaskan pelukan nya dari tubuh Claudia dan segera beranjak dari ranjang.


Hermawan melangkah ke kamar mandi dengan handuk yang melilit di pinggang sixpack nya. Setelah selesai membersihkan diri, lelaki itu pun bergegas mengambil setelan jas hitam yang tergantung di dalam lemari pakaian.


Selesai berpakaian dan merapikan penampilan nya, Hermawan pun kembali mendekati Claudia yang masih tertidur lelap di atas ranjang. Ia memandangi wajah istri nya, lalu mendaratkan kecupan-kecupan kilat di wajah nya.


"I love you, sayang."


Hermawan berbisik di telinga Claudia, lalu melangkah keluar dari kamar.



Sampai di lantai dasar, Hermawan bergegas masuk ke dalam dapur dan menitipkan pesan kepada mbok Saripah.


"Mbok, kalau nanti Claudia nanyain saya, bilang saja kalau saya sudah berangkat kerja ya, mbok!" ucap Hermawan.


Mbok Saripah yang sedang sibuk memasak pun langsung tersentak kaget, mendengar suara Hermawan yang secara tiba-tiba di belakang nya.


"Ba-baik, Pak. Nanti akan saya sampaikan," jawab mbok Saripah sembari mengangguk, dan jantung yang berdebar-debar tidak karuan akibat terkejut.

__ADS_1


🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya man teman. Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan favorit nya ya 🌺


__ADS_2