
Hermawan mengayunkan langkah nya menuju kamar Claudia yang berada di lantai dua. Ia langsung nyelonong masuk tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
Mata lelaki itu langsung membulat sempurna, ketika melihat Claudia yang sedang tertidur lelap di atas ranjang.
"Lah, kok malah molor?" gumam nya heran lalu menutup pintu kembali.
Hermawan berjalan ke arah ranjang dan duduk di samping tubuh Claudia. Ia memandangi punggung wanita muda itu dengan alis yang saling bertautan.
"Perasaan tadi baru saja masuk kesini, kenapa bisa cepat gini merem nya?" lanjut nya lagi.
Claudia yang baru saja terlelap pun, masih bisa menangkap suara gumaman suami nya. Ia langsung membalikkan badan dan menatap wajah Hermawan dengan kening mengkerut.
"Ada apa, Om? Kok ngomel-ngomel sendiri? Berantem lagi ya sama bapak?" tebak Claudia.
Hermawan tersentak seketika. Ia tidak menduga jika Claudia bisa mendengar gerutuan nya barusan.
"Loh, kok kamu bisa dengar sih? Tadi kan kamu lagi tidur. Kenapa bisa..."
"Baru saja tidur, Om. Belum sempat masuk ke alam mimpi. Makanya aku masih bisa mendengar suara Om tadi," sahut Claudia.
"Oh, gitu." Hermawan manggut-manggut lalu membaringkan diri di sebelah Claudia.
Ia mulai mendekatkan wajah nya, lalu melingkarkan satu tangan nya ke atas perut Claudia.
"Sayang, Om boleh minta jatah gak?" bisik Hermawan.
"HAH, MINTA JATAH?" teriak Claudia dengan mata terbelalak.
"Sssstttt, jangan berisik! Entar tetangga pada dengar," ucap Hermawan sembari menempelkan jari telunjuk nya di bibir Claudia.
"Eh, iya ya. Hehehehe... Maaf, Om! Aku gak sengaja," balas Claudia nyengir kuda.
"Ya udah, gak papa. Tapi lain kali jangan teriak-teriak lagi ya! Nanti di kira orang, lagi di apa-apain pula," balas Hermawan memperingati.
"Iya iya, aku janji gak bakalan teriak-teriak lagi kayak tadi," jawab Claudia.
"Oke god, anak pintar!" balas Hermawan sambil mengacak-acak rambut pirang Claudia.
"Jadi gimana? Boleh gak Om minta jatah sekarang?" tanya Hermawan mengulang pertanyaan nya kembali.
"Boleh-boleh saja sih, Om. Tapi bapak..."
Hermawan yang mengerti dengan maksud perkataan istrinya pun, langsung memotongnya dengan cepat.
__ADS_1
"Kamu tenang saja, bapak mu tidak ada disini. Dia sudah pergi keluar tadi," ucap Hermawan.
"Oooohhh, syukur lah kalo gitu." Claudia merasa sedikit lega setelah mendengar penuturan suami nya.
"Jadi gimana, sayang? Boleh gak nih?" tanya Hermawan lagi.
"Ya pasti boleh dong. Aku ini kan istri sah nya Om. Jadi sudah menjadi kewajiban ku untuk melayani Om, kapan pun dan dimana pun yang Om mau," tutur Claudia panjang lebar.
"Bagus, sudah mulai pintar ternyata istri kecil ku ini sekarang," puji Hermawan dengan senyum mengembang di wajah nya.
"Ya iya lah, Claudia gitu loh, hahahaha..." canda Claudia sembari tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha, dasar istri nakal! Mau minta di hukum ya?" tanya Hermawan sambil mencubit hidung Claudia.
"Boleh, silahkan saja! Aku akan selalu siap menerima hukuman dari Om, hehehehe!" jawab Claudia cengar-cengir.
"Wah wah wah, sudah berani menantang Om sekarang ya! Baik lah kalau begitu, kamu bersiap-siap lah, karena Om akan menghukum mu sekarang juga!" ucap Hermawan memberi aba-aba kepada Claudia.
"Oke, siapa takut?" tantang Claudia dengan sombongnya.
Tanpa basa-basi lagi, Hermawan pun langsung menerkam tubuh istri nya dengan ganas. Ia mulai melucuti seluruh pakaian Claudia, lalu mencampakkan nya ke sembarang arah.
Hermawan merangkak naik ke atas ranjang, lalu mengungkung tubuh Claudia dengan kedua tangan nya. Ia mulai mendekatkan bibir nya ke wajah Claudia, lalu mendaratkan kecupan-kecupan mesra nya.
Mendapat serangan bertubi-tubi dari suami nya, Claudia pun tak tinggal diam. Ia membalas serangan Hermawan dengan tak kalah ganas.
Setelah merasa puas menikmati permainan lidah masing-masing, Hermawan pun mulai menurunkan cumbuan nya ke bagian leher Claudia. Ia melanjutkan aksinya kembali, dan meninggalkan beberapa tanda merah di sana.
Claudia yang mulai bergairah dengan perbuatan suami nya pun, mulai menggeliat-geliatkan badan dan mengeluarkan suara-suara nikmat nya.
"Akhh...Geli, Om!" rintih Claudia dengan mata tertutup.
"Tahan sebentar, sayang! Dikit lagi selesai kok," balas Hermawan sambil terus memberikan tanda merah itu di leher jenjang Claudia.
Setelah selesai dengan kegiatan nya, Hermawan pun kembali melanjutkan cumbuan nya ke bagian dada dan perut Claudia.
Ia menenggelamkan wajah nya di tengah-tengah kedua gunung kembar Claudia, lalu mengapit nya dengan kedua tangan nya.
Setelah puas menghirup aroma wangi dari belahan gunung kembar Claudia, Hermawan pun mulai menempelkan bibir nya lalu mengisap nya dengan lembut.
Dan itu berhasil membuat Claudia semakin tidak terkendali, sambil terus meliuk-liukkan tubuh nya.
__ADS_1
"Om, aku sudah tidak tahan lagi. Cepat lakukan sekarang, Om!" rengek Claudia dengan suara serak akibat terbakar gairah nya sendiri.
Mendengar rengekan manja sang istri, Hermawan pun menghentikan aksinya. Ia mulai mengarahkan belalai jumbo nya ke depan lubang buaya Claudia.
"Baik lah, honey! Om mulai sekarang ya!" ucap Hermawan kembali memberikan aba-aba kepada istri tercinta nya.
"Ya, Om. Lakukan lah, aku juga sudah tidak sabar ingin merasakan nya!" desak Claudia dengan nafas yang naik turun tidak karuan.
Melihat ketidak sabaran Claudia, Hermawan pun tersenyum menyeringai, lalu menancap kan belalai nya dengan sekali hentakan kuat.
Bless...
Belalai jumbo itu pun masuk dengan sempurna ke dalam lubang buaya Claudia. Hermawan mulai melakukan gerakan-gerakan liar nya dengan kecepatan penuh. Hingga membuat tubuh dan kedua gunung kembar Claudia berguncang-guncang tidak karuan.
Hermawan terus memacu gerakan nya dengan semangat menggebu-gebu dan nafas ngos-ngosan. Ia tampak semakin bergairah, ketika mendengar suara desah*n-desah*n nikmat yang semakin kuat dari bibir Claudia.
"Ahh, nikmat banget, Om. Terus, Om. Tambah lagi kecepatan nya, ahh..." pinta Claudia semakin menjadi-jadi dengan perkataan nya.
Claudia tampak begitu menikmati permainan Hermawan, yang sedang menggempur lubang buaya nya dengan ganas dan brutal.
"Baik, sayang. Dengan senang hati Om akan melakukan nya," jawab Hermawan tersenyum puas melihat keagresifan istri kecil nya.
Hermawan semakin menambah kecepatan nya, dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibir nya.
Setelah bergumul ria selama hampir dua jam, Hermawan pun menyudahi permainan nya. Ia menyemburkan lahar hangat nya di dalam rahim Claudia. Setelah itu, Hermawan menjatuhkan tubuh lelah nya di samping Claudia.
Mereka berdua berbaring telentang dengan wajah bahagia, karena sudah berhasil melakukan pelepasan secara bersamaan.
"Terima kasih ya, sayang!" ucap Hermawan mengecup dahi Claudia dan membawa tubuh istri nya itu ke dalam pelukan nya.
"Ya, sama-sama, Om." Claudia tersenyum lalu menenggelamkan wajahnya di dada bidang suami nya.
Setelah beristirahat selama beberapa menit, mereka berdua pun segera bangkit dari ranjang dan melangkah masuk ke dalam kamar mandi.
Selesai membersihkan diri masing-masing, Hermawan dan Claudia kembali naik ke atas ranjang dan melanjutkan istirahat nya kembali.
"Kita istirahat dulu ya, sayang. Nanti kita lanjutin lagi main nya," ucap Hermawan.
"Oke, Om." Claudia mengangguk menyetujui ucapan suami nya.
Hermawan tersenyum dan kembali memeluk tubuh Claudia. Mereka berdua pun mulai memejamkan mata perlahan.
Tak lama kemudian, Hermawan dan Claudia mulai terlelap dan masuk ke alam mimpi masing-masing.
__ADS_1
🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya man teman. Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan favorit nya ya 🌺