
Mendengar pertanyaan Roy, Claudia pun langsung menoleh ke samping. Ia seolah-olah meminta jawaban kepada Hermawan dari tatapan mata nya.
"Terserah kamu saja, sayang. Om ngikut saja," ucap Hermawan lalu meletakkan gelas nya kembali ke atas meja.
Claudia tersenyum sumringah. Ia terlihat sangat bahagia karena mendengar jawaban suami nya.
"Makasih ya, Om."
Claudia bergelayut manja di lengan Hermawan, sambil terus menyunggingkan senyum lebar nya.
"Iya sama-sama, sayang."
Hermawan membalas senyuman Claudia, dan membawa tubuh wanita muda itu ke dalam dekapan hangat nya.
"Heh heh heh... Kalau mau mesra-mesraan, di kamar saja sana, jangan disini! Merusak pemandangan saja," cibir Roy ketus.
"Siap, bapak mertua. Aku akan membawa anak mu ini ke dalam kamar sekarang juga," ucap Hermawan dengan senyum meledek di wajah nya.
"Ya ya ya, pergi lah. Biar cucu ku cepat jadi," balas Roy lalu menyeruput kopi nya kembali.
Tanpa pikir panjang lagi, Hermawan pun langsung memboyong tubuh Claudia ke dalam kamar, lalu mengunci pintu rapat-rapat.
"Sayang, apakah Om boleh melakukan nya sekarang?" tanya Hermawan.
Ia melingkarkan kedua tangan nya di perut Claudia, lalu menenggelamkan wajah di ceruk leher nya. Hermawan mulai melakukan cumbuan nya dengan lembut dan nafas memburu.
Dan itu berhasil membuat Claudia mulai bergairah, sambil sesekali mengeluarkan suara-suara aneh nya.
"Geli banget, Om. Akhh..." racau Claudia dengan mata tertutup, dan tangan yang memegangi kepala Hermawan.
Setelah itu, Hermawan pun mulai mempereteli pakaian Claudia sampai polos tanpa sehelai benang pun, lalu merebahkan nya ke atas ranjang. Ia kembali melanjutkan cumbuan nya dengan penuh gairah.
Hermawan menempel kan mulut nya di salah satu pucuk benda kenyal Claudia, lalu menghisap nya dengan lembut.
"Owh, enak banget, Om. Akhh..." rintih Claudia sambil meliuk-liukkan tubuh nya, akibat menahan rasa nikmat yang diberikan oleh Hermawan.
Mendengar suara-suara indah Claudia, Hermawan pun tersenyum menyeringai, dan melakukan kegiatan selanjutnya.
__ADS_1
"Sayang, Om masukin sekarang ya!" ucap Hermawan meminta izin kepada Claudia.
"Iya," jawab Claudia tanpa menoleh kepada lawan bicara nya. Ia masih terus memejamkan mata, sambil menggigit bibir bawah nya.
Setelah mendapatkan persetujuan dari si empunya badan, Hermawan pun tidak ingin menyia-nyiakan waktu dan kesempatan lagi. Ia langsung mengarahkan benda pusaka nya ke depan gua Claudia, lalu menghentakkan nya dengan sedikit kuat.
Setelah berhasil menerobos masuk dengan sempurna, Hermawan pun mulai menggerak-gerakkan pinggulnya dengan kecepatan tinggi. Hingga membuat tubuh dan kedua benda kenyal Claudia berguncang-guncang tidak karuan, akibat perbuatan nya tersebut.
Mereka berdua tampak begitu menikmati permainan nya. Suara-suara desah*n nikmat pun mulai menggema, di seluruh sudut ruangan kamar tersebut.
Hermawan terus mengobrak-abrik isi gua Claudia dengan semangat menggebu-gebu, dan tubuh yang sama-sama bermandikan keringat.
Claudia pun tak tinggal diam. Ia juga membalas serangan Hermawan dengan tak kalah brutal, dan nafas yang naik turun tidak karuan.
"Kita keluarkan bareng-bareng ya, sayang!" ucap Hermawan di sela-sela pacuan nya.
"Iya, Om." Claudia mengangguk menyetujui perkataan suami nya.
Setelah mendengar jawaban Claudia, Hermawan pun semakin mempercepat laju gerakan nya. Hingga pada akhirnya, mereka berdua pun mencapai puncak kenikmatan secara bersamaan.
Hermawan menyemburkan benih nya ke dalam rahim Claudia sampai habis, tanpa tersisa satu tetes pun. Setelah itu, ia mengecup dahi Claudia, dan berkata...
"Terima kasih ya, sayang. Terima kasih karena sudah menjadi istri yang baik untuk Om," ucap Hermawan dengan senyum mengembang di bibir nya.
"Iya sama-sama, Om."
Claudia tersenyum lebar, hingga menampilkan deretan gigi putih bersih nya di depan Hermawan.
Setelah pertempuran panas berakhir, Hermawan pun mulai menjatuhkan tubuh lelah nya di samping Claudia. Mereka berdua berbaring telentang dengan keadaan polos, tanpa sehelai benang pun yang melekat di tubuh nya.
Setelah beberapa saat mengistirahatkan diri, Hermawan pun mulai bangkit dari ranjang, lalu mengajak Claudia untuk membersihkan diri ke kamar mandi.
"Ayo bersihin dulu, sayang! Siap tu, kita lanjutin lagi istirahat nya," seru Hermawan.
"Oke, Om."
__ADS_1
Hermawan dan Claudia berjalan masuk ke dalam kamar mandi, lalu membersihkan diri masing-masing. Setelah selesai, mereka berdua kembali naik ke atas ranjang, dan mulai memejamkan mata perlahan.
Tak lama berselang, Hermawan dan Claudia pun mulai terlelap dan masuk ke alam mimpi masing-masing. Mereka berdua tertidur pulas di bawah selimut tebal, dan saling berpelukan dengan keadaan sama-sama polos seperti bayi baru lahir.
Sementara di rumah tamu, Roy masih terus menghisap rokok yang ada di tangan nya dengan pandangan kosong menerawang.
"Semoga saja aku masih sempat menggendong cucu ku, sebelum malaikat maut mencabut nyawa ku, amin amin ya rabbal a'lamin!" gumam Roy penuh harap kepada sang Khaliq.
Setelah mematikan api rokok ke dalam asbak, Roy pun mulai bangkit dari sofa, lalu melangkah masuk ke dalam kamar pribadi nya.
Roy merangkak naik ke atas ranjang, lalu merebahkan tubuh kekar nya dengan posisi telentang. Ia meletakkan kedua telapak tangan di bawah kepala, dan menatap langit-langit kamar sambil tersenyum tipis.
"Semoga kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mu, nak!" gumam Roy lagi.
Setelah beberapa saat merenung, akhirnya Roy pun tertidur pulas dan menyusul anak serta menantu nya ke alam mimpi.
🌺 Di apartemen Nadia 🌺
Setelah melakukan pergumulan panas dengan kekasih hati nya, Nadia pun mendudukkan tubuh lelah nya di sofa mini yang terletak di sudut ruangan.
Sambil meneguk minuman keras di tangan nya, Nadia pun kembali memikirkan Hermawan, mantan kekasih yang masih di cintai nya itu.
"Her... Sampai kapan pun, aku tidak akan melepaskan mu, dan membiarkan mu bahagia dengan orang lain. Tidak akan pernah, ingat itu!" gumam Nadia dengan wajah geram dan mengeratkan kepalan tangan nya.
Wanita cantik itu menatap ke arah jendela kaca yang ada di depan nya. Ia memandangi keindahan kota di malam hari, sambil sesekali meneguk minuman nya.
Sedang asyik menikmati kesendirian nya, tiba-tiba Nadia di kejutkan dengan sepasang tangan yang melingkar indah di perut ramping nya.
"Astaga... Kaget aku!" pekik Nadia terlonjak kaget sambil mengelus-elus dada.
Lelaki bule itu tidak menghiraukan keterkejutan Nadia. Ia malah semakin mengeratkan pelukan nya, dan menenggelamkan wajah tampan nya di ceruk leher wanita dewasa itu.
"Iiiiihhh, lepasin! Kamu ini apa-apaan sih? Bikin sesak nafas ku saja," omel Nadia sambil meronta-ronta di dalam pelukan kekasih nya.
🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya bestie. Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan favorit nya untuk mendukung karya tulis Author ya 🌺
__ADS_1