
Setelah kepergian Nadia, Hermawan pun mulai melangkah masuk ke dalam rumah. Saat hendak mengunci pintu, lelaki dewasa itu pun langsung terlonjak kaget, ketika mendengar suara Claudia yang secara tiba-tiba dari belakang.
"Sudah selesai ngusir setan nya, Om?" tanya Claudia.
"Astaghfirullah..." ucap Hermawan sembari mengelus dada yang berdebar kencang, akibat ulah nakal istri kecil nya.
"Ya Allah, sayang. Kamu ini bikin Om jantungan saja sih!" lanjut Hermawan.
Bukan nya merasa bersalah, Claudia malah cengar-cengir salah tingkah melihat keterkejutan suami tua nya.
"Hehehehe... Maaf, Om. Aku gak sengaja. Beneran deh, suwer ✌️." balas Claudia.
Hermawan langsung tersenyum tipis melihat kelakuan istri nya. Ia merangkul pundak Claudia lalu membawa nya masuk ke dalam kamar yang berada di lantai atas.
"Ya sudah gak papa, lupakan saja. Ayo, kita ke kamar! Om ingin memberikan hukuman pada mu, karena sudah membuat Om terkejut tadi," ujar Hermawan.
Claudia menurut lalu berjalan beriringan bersama Hermawan. Sambil mengayunkan langkah nya, Claudia pun kembali bersuara.
"Emang nya aku mau di kasih hukuman apa, Om?" tanya Claudia penasaran.
"Ada deeeh! Nanti kamu juga bakalan tau kok," jawab Hermawan.
Claudia memanyunkan bibir. Ia tampak kecewa dengan jawaban Hermawan yang tidak sesuai dengan keinginan nya. Setibanya di kamar, Claudia langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi untuk berganti pakaian.
Begitu pula dengan Hermawan. Ia juga mengganti pakaian nya, lalu duduk manis di pinggir ranjang dengan hanya memakai handuk di pinggang nya.
Saat Claudia keluar dari kamar mandi, biji mata Hermawan hampir keluar dari sarang nya, ketika melihat penampilan istri nya yang tampak sangat seksi dan menggairahkan.
Claudia memakai daster tidur yang sangat minim dan transparan. Dan itu berhasil membuat Hermawan menelan ludah nya dengan susah payah.
Glek...
Penampakan daster minim yang sedang di kenakan Claudia.
"Sayang, apakah kamu sedang menggoda, Om?" tanya Hermawan sambil terus memandangi lekuk tubuh Claudia, yang terpampang sangat jelas di depan mata nya.
Claudia mengernyitkan dahi. Ia sama sekali tidak mengerti maksud perkataan suami nya. Claudia melangkah mendekati Hermawan lalu duduk di sebelah nya.
"Menggoda? Siapa yang lagi menggoda, Om?" tanya Claudia balik.
"Ya kamu lah, sayaaaang. Masa iya mak kunti yang lagi menggoda Om," balas Hermawan asal sambil tersenyum genit.
__ADS_1
"Eng-enggak kok, Om. A-aku gak ada maksud untuk menggoda, Om. Aku memakai baju ini karena aku ingin tidur," jelas Claudia terbata.
Hermawan mengulum senyum melihat kegugupan Claudia. Ia mulai mendekatkan bibir nya dan...
Cup cup cup...
Kecupan bertubi-tubi pun mendarat di kening, pipi dan juga bibir Claudia. Hermawan tampak gemas melihat kepolosan istri kesayangan nya.
"Sayang, Om boleh minta lagi gak?" bisik Hermawan dengan suara serak.
Lelaki gagah itu menenggelamkan wajah nya di ceruk leher Claudia, lalu menghirup aroma wangi yang mampu membuat nya mabuk kepayang.
Mendengar bisikan gaib suaminya, Claudia pun langsung membelalakkan mata lebar-lebar. Ia tidak menyangka jika pakaian yang di kenakan nya, bisa membuat Hermawan menjadi bergairah seperti itu.
Untuk mengalihkan perhatian Hermawan, Claudia pun memiliki ide untuk berpura-pura tidak mengerti akan maksud perkataan lelaki itu.
"Emang nya Om mau minta apa?" tanya Claudia mengerutkan kening.
"Minta ini," jawab Hermawan sambil menempelkan telapak tangan nya di bagian inti Claudia.
"APA...?" pekik Claudia dengan mata melotot dan mulut menganga lebar.
Ia tidak habis pikir dengan kelakuan suami nya yang ingin menjamah tubuh nya kembali, seperti yang mereka lakukan di rumah Roy siang tadi.
"Ssstttt... Jangan berisik, sayang! Entar mbok Saripah denger," bisik Hermawan lagi sambil menempelkan jari telunjuk nya di bibir tipis Claudia.
"It's oke. Om akan maafin, tapi dengan satu syarat!" balas Hermawan tersenyum licik.
"Syarat?" tanya Claudia bingung.
"Ya, syarat." Hermawan mengangguk membenarkan perkataan istrinya.
"Syarat apaan sih, Om? Kayak mau ngelamar kerja saja pake acara syarat-syarat segala," oceh Claudia dengan nada ketus.
"Syarat nya mudah kok, sayang. Kamu cukup berbaring saja disitu dan menerima apa pun yang akan Om lakukan dengan mu," jelas Hermawan sambil menunjuk ke arah ranjang yang ada di belakang nya
"Oooohh, kalau itu sih gampang!" balas Claudia lalu merangkak naik ke atas ranjang, dan merebahkan tubuh nya dengan posisi telentang.
Hermawan tersenyum menyeringai dan ikut naik ke atas ranjang. Ia mengungkung tubuh Claudia dan menatap manik mata nya dalam-dalam.
"Sayang, apakah kamu sudah siap menerima serangan dari Om?" tanya Hermawan.
Claudia yang sedang menatap langit-langit kamar pun langsung menoleh, dan mengakhiri kepura-puraan nya.
__ADS_1
"Sudah, Om. Lakukan lah, aku tau apa yang ingin Om lakukan dengan ku!" jawab Claudia menganggukkan kepala.
"Oke, god. Anak pintar, hahahaha..." gelak Hermawan sembari mengacak-acak rambut pirang Claudia.
Setelah mendapatkan izin dari si empunya badan, Hermawan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan untuk bersenang-senang dengan istri tercinta nya.
Hermawan mulai melepaskan daster yang di kenakan Claudia, lalu mencampakkan nya ke lantai. Setelah itu, ia pun mulai mencumbui wajah dan tubuh Claudia dengan penuh semangat.
Hermawan mengabsen seluruh isi mulut Claudia sambil memijat-mijat manja kedua bukit kembar nya.
"Om, ahh...hmm..." racau Claudia dengan nafas terengah-engah, akibat serangan ganas Hermawan yang sedang menyumpal mulut nya dengan lidah nakal nya.
Setelah merasa puas saling membelitkan lidah dan bertukar saliva, Hermawan pun mulai menurunkan cumbuan nya ke bagian bukit kembar dan perut Claudia.
Ia meminum susu dari sumber nya dengan sangat lahap. Hingga membuat Claudia semakin menggeliat-geliat tidak karuan, akibat menahan rasa geli dan nikmat yang bercampur aduk jadi satu.
"Cepat lakukan sekarang, Om! Aku sudah tidak sanggup menahan nya lagi," rengek Claudia dengan suara manja.
"Baik lah, sayang. Jika itu mau mu, Om akan melakukan nya sekarang," balas Hermawan dengan senyum menyeringai di wajah tampan nya.
Tanpa basa-basi lagi, Hermawan pun langsung menghentakkan benda pusaka nya ke dalam sawah sepetak Claudia. Ia mulai melakukan permainan panas nya dengan sangat lihai dan gesit.
Hermawan memacu gerakan-gerakan liar nya dengan kecepatan tinggi, hingga membuat tubuh dan kedua bukit kembar Claudia berguncang-guncang tidak karuan.
Hermawan mengangkat kedua kaki Claudia, lalu meletakkan nya ke atas bahu nya. Dan itu berhasil membuat benda pusaka nya yang berukuran jumbo, semakin kandas masuk ke dalam.
"Terus, Om! Tambahin lagi kekuatan nya, Om. Ahh..." racau Claudia dengan mata terpejam dan mencengkram erat seprai ranjang.
Wanita muda itu tampak sangat menikmati hasil permainan suami nya. Ia terus saja mendes*h dan dan meminta Hermawan untuk semakin mempercepat laju gerakan nya.
Setelah melakukan pergumulan panas selama hampir dua jam, Hermawan pun semakin menambah kekuatan nya. Hingga akhirnya, mereka berdua pun memuncak dengan tubuh menegang dan kepala mendongak ke atas.
"Akhh..." teriak Hermawan dan Claudia bersamaan.
Hermawan menyemburkan benih nya ke dalam rahim Claudia sampai habis tak bersisa. Setelah selesai, ia mengecup kening istri tercinta nya dan berucap...
"Terima kasih ya, sayang. Om sangat puas dengan permainan mu hari ini," tutur Hermawan tersenyum bahagia.
"Iya sama-sama, Om." Claudia mengangguk lalu membalas senyuman maut suami nya.
Hermawan menjatuhkan tubuh lelah nya di samping Claudia. Masih dengan nafas ngos-ngosan, kedua insan itu pun kembali berpelukan dengan keadaan tubuh yang sama-sama polos tanpa sehelai benang pun.
"Om, kita bersihin dulu, yok! Siap tu, kita langsung bobok. Aku sudah ngantuk banget nih," bisik Claudia lalu melepaskan diri dari pelukan erat suami tua nya.
__ADS_1
"Oke, yok!" balas Hermawan mengangguk menyetujui ajakan Claudia.
🌺 Terima kasih atas kunjungan dan dukungan nya man teman. Jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, vote dan favorit nya ya 🌺