Dinikahi Om-Om Dingin

Dinikahi Om-Om Dingin
Bab 25 ~ Drama Dimeja Makan


__ADS_3

Setibanya di meja makan, Jeky langsung tersenyum lebar melihat beberapa jenis hidangan yang tampak begitu menggugah selera.



"Waaahhh, mantap betul nih makanan. Bikin perut ku makin keroncongan saja di buat nya, hehehehe!" ucap Jeky sembari terkekeh memegangi perut nya.



Jeky terus memandangi hidangan yang ada depan nya dengan tatapan lapar. Ia menelan ludah dengan susah payah, lalu segera mengambil piring kaca dan menyendokkan nasi beserta lauk pauk itu ke dalam piring nya tersebut.



Melihat kelakuan nyeleneh sahabat nya, mata Hermawan pun langsung terbelalak lebar. Ia memukul pelan punggung tangan Jeky, yang sedang asyik menyendokkan makanan itu tanpa memperdulikan si empunya rumah.


Plak...


"Heh, kutu kupret! Kira-kira dong kalau ngambil, jangan asal serobot aja! Udah kayak yang punya rumah saja kamu itu," omel Hermawan ketus, lalu duduk di kursi kosong yang ada di sebelah Claudia.


Mendengar sindiran pedas Hermawan, Jeky pun langsung menghentikan perbuatan nya, dan melirik ke arah Claudia dan Hermawan secara bergantian. Karena merasa tidak enak hati, akhirnya Jeky pun menunduk malu dan berkata...


"Eh, iya maaf-maaf! Aku kebablasan, hehehe... Habis nya kamu lama sih, keburu perut ku kelaparan nih nungguin nya," oceh Jeky tak mau kalah dengan sang atasan.


Sementara Claudia, ia mulai menyendokkan nasi dan lauk pauk ke dalam piring Hermawan sambil tersenyum-senyum sendiri, melihat perdebatan dua kubu yang ada di depan nya.


Melihat Claudia melayani Hermawan, Jeky pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan langka tersebut. Ia menyodorkan piring milik nya, lalu meminta Claudia untuk menyendokkan makanan itu untuk diri nya juga.


"Cantik, aku mau juga dong di layani seperti itu!" ucap Jeky dengan santai nya.


Hermawan dan Claudia langsung terkejut dan membelalakkan mata masing-masing, setelah mendengar permintaan aneh Jeky.


"Woy, setan! Kau ini apa-apaan sih? Sembarangan saja minta di layani dengan istri ku. Emang nya kau pikir istri ku ini pembantu mu apa, yang bisa di suruh-suruh seenak jidat mu?" omel Hermawan semakin kesal dengan tingkah sahabat resek nya.


"Sudah di kasih hati kok malah minta jantung, heran. Kok gak sekalian saja sama tulang-tulang nya di minta semua, biar lengkap," lanjut Hermawan masih dengan nada ketus, dan wajah masam seperti jeruk purut.


Jeky memanyunkan bibir lalu menarik piring nya kembali, karena mendengar ucapan sadis Hermawan.

__ADS_1


"Iya iya, maaf. Lebay banget sih jadi orang. Mentang-mentang pengantin baru, belagu nya minta ampun," cibir Jeky.


Claudia dan Hermawan termangu mendengar celotehan Jeky. Mereka berdua memandangi lelaki brewok yang ada di depan nya, dengan tatapan yang sulit di jelaskan. Melihat keterdiaman sepasang suami istri itu, Jeky pun kembali melanjutkan ocehan nya.


"Masa cuma minta di ambilin lauk doang, merepet nya panjang kali sih? Nampak banget gak ikhlas nya," gerutu Jeky lalu mengambil lauk salah satu itu, dan meletakkan nya ke dalam piring milik nya.


"Bukan gak iklhas, tapi aku gak suka kalau kau menyuruh istriku yang tidak-tidak, paham!" tegas Hermawan.


"Ya ya ya, terserah kau saja lah mau bilang apa? Yang penting, perut ku bisa kenyang malam ini," balas Jeky pasrah lalu menyuapkan makanan itu ke mulut nya, tanpa memperdulikan tatapan aneh Hermawan dan Claudia pada nya.


Suasana berubah menjadi hening dan mencekam. Mereka bertiga sama-sama terdiam, dan tidak ada percakapan apa pun lagi.


"Ya sudah, ayo kita makan, Om!" ucap Claudia memecah keheningan.


Selesai mengambilkan makanan untuk Hermawan, Claudia pun mulai menyendokkan makanan itu ke piring nya sendiri. Setelah itu, ia tidak langsung memakan nya. Claudia malah bangkit dari kursi dan melangkah masuk ke dalam dapur.


"Lololoh, kamu mau kemana, sayang? Kok makanan nya malah di tinggal?" tanya Hermawan heran.


"Mau manggil mbok Saripah, Om. Aku ingin mengajak nya makan bareng dengan kita," jawab Claudia lalu melanjutkan langkah nya kembali.


"Ooohh, ya udah, panggil lah!" balas Hermawan sembari mengangguk menyetujui keinginan istri nya.


"Andaikan saja aku juga memiliki istri seperti dia, aku pasti akan merasa saaangat bahagia," gumam Jeky sambil terus memandangi kepergian Claudia.


Hermawan yang sedari tadi memperhatikan gerak-gerik istri nya pun langsung menoleh, dan menatap tajam ke arah Jeky dengan mata elang nya.


"Maka nya cepat cari, biar tidak mengganggu istri orang terus kerjaan mu!" oceh Hermawan lalu menyuapkan makanan itu ke dalam mulut dan mengunyah nya.


"Ringan banget itu lidah kalo ngomong ya? Kau pikir nyari pasangan itu segampang nyari ikan di pasar apa? Pergi kesana langsung dapat?" gerutu Jeky.


"Ya siapa tau aja bisa, hehehehe!" jawab Hermawan terkekeh.


"Asal kau tau ya, bos ku yang paling ganteng sedunia. Aku itu mau nya mencari pasangan yang baik, cantik, dan juga bisa mencintai ku dengan sepenuh hati, ngerti! Bukan asal-asalan saja seperti yang kau katakan itu," tutur Jeky.


Hermawan termenung sejenak, ia tampak memikirkan perkataan Jeky yang benar ada nya.

__ADS_1


"Hmmmm, bener juga sih. Emang ada ya, wanita seperti kau bilang itu?" tanya Hermawan.


"Ya ada lah, tu orang nya, hahahaha!" gelak Jeky sambil menunjuk ke arah Claudia, yang sedang berjalan beriringan menuju ke arah mereka bersama mbok Saripah.


Hermawan langsung membulatkan mata nya lebar-lebar, lalu mencengkram kuat baju Jeky. Saat ia hendak melayangkan kepalan tangan nya ke arah pipi Jeky, tiba-tiba...


"Stoooppp! Kok malah jadi berantem sih? Udah pada tua juga, kelakuan nya masih saja kayak anak-anak, heran! Apa gak pada malu sama umur, hah?" omel Claudia kesal melihat tingkah kedua lelaki yang ada di depan nya.


"Naaah, tuh dengerin apa kata istri mu. Malu sama umur, hihihihi..." ucap Jeky sambil cekikikan.


"Kau..." Hermawan menggantung kata-kata nya, lalu melirik ke arah Claudia yang sedang menatap tajam pada nya.


"Ya ya, baik lah. Sekali ini aku akan mengalah. Tapi ingat, kalau sampai kau mengulanginya lagi, maka jangan salah kan aku, jika gaji mu ku potong 80 persen, ingat itu baik-baik!" tegas Hermawan lalu melepaskan cengkraman tangan nya di baju Jeky.


"Whaaaattt? 80 persen? Gak salah tuh?" pekik Jeky terkejut.


"Kuping mu belum budeg kan?" tanya Hermawan santai.


"Ya belum lah, enak saja bilangin kuping ku budeg. Di kira aku ini..."


Belum sempat Jeky meneruskan kata-kata nya, Claudia pun langsung menyambar nya dengan cepat.


"Sudah-sudah, kok malah tambah parah sih? Ayo, lanjutin makan nya! Mumpung masih hangat," oceh Claudia.


Kemudian ia mengajak mbok Saripah untuk duduk di sebelah nya, dan mengambilkan piring untuk wanita tua tersebut.


"Ayo, kita makan, mbok!" seru Claudia.


"Ba-baik, Non."


Mbok Saripah tergagap, sambil melirik ke arah Hermawan dan Jeky secara bergantian. Ia merasa tidak enak hati, karena ini kali pertama ia ikut bergabung bersama majikan nya dalam satu meja.


Melihat gelagat mbok Saripah yang tampak sedikit canggung, Hermawan pun kembali membuka suara nya.


"Tidak usah sungkan-sungkan, mbok. Ayo, makan lah! Anggap saja kita semua yang ada disini adalah satu keluarga," ucap Hermawan sembari tersenyum tipis.

__ADS_1


"Ba-baik, Pak. Terima kasih sudah mengizinkan saya bergabung disini," jawab mbok Saripah mengangguk pelan.


"Ya sama-sama, mbok," balas Hermawan.


__ADS_2