
Bab 109 Ki Jatijara
Setelah selesai menelpon Elis, jagat pun membuka aplikasi hijau miliknya dan masuk ke dalam grup jubel barang mistis.
Disana banyak orang yang berkomentar di lapak jagat yang menawarkan rambut hantu kuntilanak milik Dara.
Banyak orang yang membully dan berkomentar pedas di postingan jagat dan ada pula yang berkomentar positif, tetapi jagat tidak memperdulikan tentang itu semua.
Jagat hanya tertarik dengan orang yang berkomentar cek inbox, sehingga tanpa butuh lama jagat pun keluar dari grup dan menekan tombol pesan.
Banyak orang yang mengirim pesan inbox, satu persatu jagat melihat dan membaca kebanyakan mereka menanyakan harga dari rambut hantu kuntilanak yang jagat tawarkan.
Tetapi jagat tertarik dengan orang yang mengirim pesan yaitu akun bernama Eyang Mawon, dia adalah orang yang nanti hari Minggu akan bertemu dengan jagat di kota T.
Jagat pun membuka pesanan dia dan bertuliskan pemberitahuan "Rambut hantu kuntilanak di hitung percenti meter, 1 centimeter bisa di hargai 50 ribu , kalau rambutnya panjang, 1 helai rambut bisa ke luar 2 juta sampai 3 juta.
Kalau rambutnya di atas 30 centimeter harganya bisa lebih mahal lagi tergantung panjang dari rambut tersebut"
Jagat pun menyeringai karena eyang Mawon ini selalu merekomendasikan harga, walaupun yang di informasikan adalah harga minimum tetapi itu bisa menjadi patokan harga untuk jagat.
Jagat pun membalas "Terima kasih eyang atas rekomendasi harganya, nanti ketika kita bertemu aku akan menghadiahkan 1 untuk mu"
Tanpa butuh lama eyang Mawon pun membalas "terima kasih, kamu memang seller rekomended "
Jagat pun lanjut membalas inboxan akun lain "Satu helai panjang di atas 30 centimeter berani berapa Ki"
Semua yang menanyakan harga langsung di balas dengan balasan yang sama.
Beberapa orang yang sedang online menerima balasan dari jagat langsung kembali membalas.
Akun Ogie membalas "Kalau benar asli aku berani bayar 5 juta"
Jagat kembali membalas "lanjut via messenger Ki"
Jagat pun memberikan no kontak handphonenya.
Beberapa orang yang membalas menanyakan ke aslinya, dan berani bayar 5 juta untuk setiap helai rambut hantu kuntilanak tersebut.
Jagat dulu mengira dapat laku 500 ribu setiap helainya, tetapi sekarang para peminat menawarkan harga 5 juta dari setiap helai nya.
__ADS_1
Jagat pun membalas dengan semangat memberi no kontak handphonenya untuk lanjut di messenger.
Setelah selesai membalas jagat pun keluar dari aplikasi hijau dan menunggu pesan dari messenger.
Tidak butuh waktu yang lama banyak pesan masuk dan ternyata mereka ingin bertemu langsung.
Untuk pembeli yang berada di kota B jagat menyarankan agar bertemu di hotel Arssad jam dan hari sudah jagat tentukan.
Sedang pembeli dari kota G jagat juga menjanjikan hari Sabtu dari sore dia ada di hotel Arssad cabang kota G, dan untuk pembeli di kota T jagat menjanjikan Hari minggunya.
Tetapi bagi yang di luar area itu jagat menyarankan untuk COD atau barang di kirim lalu bayar dan kebetulan jagat juga sudah kerja sama dengan salah satu jasa pengiriman barang yang bisa bayar di tempat.
Tetapi bagi pembeli yang sudah percaya karena rekomendasi seseorang, uang langsung di transfer dan besok harinya siap untuk di kirim.
Setelah itu kemudian jagat sibuk menuliskan alamat para pembeli supaya besok bisa langsung di kirim ke alamat mereka.
Waktu sudah menjelang malam dan pekerjaan jagat sudah selesai, toples kecil yang berisi rambut dara di kemas kembali dengan menggunakan plastik bubble supaya tidak pecah dan di lakban rapi.
"Lumayan Cape juga, dan bersyukur semua habis, tinggal yang nanti ketemu di hotel Arssad hari Jumat hari Sabtunya di kota G dan Minggu di kota T, sungguh hari yang sangat sibuk" gumam jagat.
**
Di rumah sakit Wijaya, Cakra yang sedang berbaring di atas tempat tidur Ruang perawat kelas VIP menelpon seseorang.
Kondisi Cakra sekarang mukanya di balut dengan perban kaki dan sebelah tangannya memakai spalk, karena tulang kaki dan tangan ada yang bergeser.
Di ujung telpon seseorang mengangkat "Halo Bos Cakra ada yang bisa aku bantu"
"Kak Andi, Aku menyewa 10 orang anak buah mu, tetapi apa yang terjadi, aku malah masuk ke dalam rumah sakit, anak buah mu payah tidak bisa melindungi aku, aku minta uang ku di kembalikan, dan maaf aku tidak akan memakai jasa mu lagi" ucap Cakra tegas.
"Tapi bos, tidak bisa begitu dong, uang yang sudah masuk tidak bisa di kembalikan, toh itu hanya uang muka saja, ingat kemarin anak buah ku mengalami kerugian karena perintah mu, mereka juga masuk ke dalam rumah sakit" jelas Andi
"Ya sudah, mengingat persahabatan kita, aku relakan uang ku, tetapi tolong tindak anak buah mu yang tidak becus itu, aku sekarang berbaring di rumah sakit karena mereka tidak becus melindungi ku, dan ketika aku di pukuli, mereka hilang entah kemana, dan setelah aku terkapar baru lah mereka datang menolong ku" Cakra menjelaskan kronologis kejadian.
"Baiklah aku akan menghukum anak buah ku itu, semoga Bos lekas sembuh" ucap Andi.
Mereka pun mengakhiri percakapan, dan disana Cakra bergumam "Main Fisik sudah tidak mempan, apakah aku harus main magic untuk melawan si offic boy sialan itu"
Cakra pun mencari no kontak Dukun yang dia kenal, dia pernah menemani temannya untuk meminta jasa dukun itu untuk memelet wanita.
__ADS_1
Sebenarnya Cakra tidak percaya dengan hal berbau tahayul seperti ini, dia orang yang realitas, apa yang masuk kedalam logika dia, itu yang dia percaya.
Tetapi karena ingin balas dendam, mau tidak mau cara terakhir ini dia pakai, karena menyewa preman sudah tidak ampuh lagi
No kontak handphone yang Cakra cari pun ketemu disana di tulis dengan nama Ki jatijara, Dukun kampung di kabupaten B bagian ujung selatan.
Karena Kabupaten itu sangat luas di banding kota, sehingga tingkat kabupaten pun dibagi kedalam 4 wilayah, yaitu Timur, Selatan, tengah dan barat.
Cakra pun menekan tombol panggil dan handphone pun berdering, tidak butuh lama telpon di angkat "Halo sama siapa dan mau apa"
Mendengar perkataan itu Cakra pun kaget, tetapi Cakra langsung menjawab "Maaf apa benar ini dengan Ki Jatijara"
Dengan bahasa yang sedikit kasar Ki jatijara pun menjawab "iya benar, ini siapa dan mau apa"
"A...aku Cakra dari kota B, dulu aku pernah di ajak teman untuk ke tempat mu, apakah ada waktu untuk bertemu aku butuh bantuan mu" ucap Cakra.
"Aku sedang banyak pasien, kalau mau bertemu aku datang lah nanti malam Jumat ketempat ku" ucap Ki jatijara.
"Baik Ki, aku malam Jumat akan ketempat mu" ucap cakra.
Kemudian mereka pun mengakhiri percakapan.
"Dasar Dukun kampung sombong, aku tidak ingin memakai jasa mu kalau aku tidak mau balas dendam kepada si jagat OB sialan itu" guman Cakra.
Kemudian handphone Cakra berdering tanpa sadar dia langsung mengangkat dan di tempelkan di daun telinga.
"Bocah tengik kurang ajar, apa kamu bilang, aku dukun kampung Sombong" ucap Ki jatijara.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1