Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 197 Tuan Besar


__ADS_3

Bab 197 Tuan Besar


Tuan besar Sandjaya tidak mau menunggu idhang dia malah ingin bersama sama menuju tempat parkir yang jaraknya lumayan jauh.


Karena hotel Arssad itu lumayan besar, dari resepsionis ke parkiran bisa di perkirakan berkata 100 meter an, karena gedung hotel Arssad itu sangat luas.


"Aku ikut saja dengan mu, aku memiliki firasat buruk kalau aku tinggal di sini" ucap tuan besar.


Firman malah terkekeh "Hehehe....guru, apa yang guru takut kan, anda sangat jago beladiri dan bisa menggunakan kekuatan batin juga, sudah itu aku ada di sisi anda yang akan paling depan kalau bahaya mengintai mu"


"Firman yang aku rasakan bukan firasat buruk celaka atau kematian yang akan menimpa ku, tetapi sesuatu hal yang lain, pokoknya ayo kita kebelakang bersama sama" ajak tuan besar.


Mereka pun berjalan menuju pintu belakang hotel yang di mana pintu itu langsung ke parkiran hotel.


Terlihat ada 2 orang yang sedang mengayunkan tongkat kastik yang terbuat dari logam, mereka memukuli sepeda motor milik jagat.


Cakra yang hanya melihatnya saja tersenyum puas "Hahaha....rasakan itu OB kampungan yang miskin"


Melihat ada orang yang sedang merusak sepeda motor, tuan besar pun berteriak "Hentikan apa yang kalian lakukan"


Di sana anak buah Cakra langsung berhenti dan menengok ke arah pintu, tetapi Cakra langsung menyuruh anak buahnya itu "Terus rusak jangan dengarkan kakek tua bau tanah itu"


Dengan mengeluarkan hinaan kakek tua bau tanah, dengan sombongnya Cakra langsung bertolak pinggang.


"Hai kakek, jangan ikut campur, ini urusan ku dengan pemilik sepeda motor butut ini" ucap Cakra.


Kemudian idhang dan Firman menghentikan anak buahnya Cakra, tetapi tuan besar menghentikan langkah mereka.


Idhang dan Firman pun hanya diam saja melihat sepeda motor itu di hancurkan oleh anak buahnya Cakra.


Kemudian Tuan besar pun bertanya kepada Cakra "Siapa kamu, anak muda, berani menghancurkan barang milik orang lain di hotel ini"


Cakra menjawab pertanyaan dari tuan besar dengan ketus "Apa peduli mu, aku ini Cakra anak dari direktur umum hotel ini, jangan pernah mengurusi kehidupan orang lain kalau tidak, akan aku usir kamu dari hotel ini"


Tuan besar hanya menggelengkan kepalanya "Oh jadi kamu anak dari Bagas Wibisono, pantas saja kamu sangat berani di wilayah kekuasaan ayah mu ini"

__ADS_1


Di belakang tuan besar firman merogoh saku celananya dia mengambil handphone dan menghubungi nomor telepon Bagas.


Tidak lama kemudian Bagas mengangkat telpon dan berbicara dengan sopan "Halo tuan Firman, apa ada yang bisa aku bantu"


"Heh...Bagas cepat kamu ke hotel Arssad, urusi anak mu, dia berbuat onar di depan tuan besar dan menghancurkan sepeda motor kesayangan cucunya, kamu harus ganti rugi semua itu" ucap firman.


Semua orang yang berada di sisi tuan besar adalah orang yang memiliki posisi penting di keluarga Sandjaya, sehingga Bagas menghormati firman dan juga idhang.


"Baiklah aku akan segera ke hotel dalam waktu 20 menit" ucap Bagas.


Kemudian firman pun menutup sambungan telepon, dan memasukan kembali handphonenya kedalam saku celananya.


"Motornya sudah rusak, apa kamu puas ?" Tanya tuan besar.


"Ya aku sangat puas, apa lagi kalau bisa menghajar pemilik sepeda motor ini" jawab Cakra.


Tuan besar pun tersenyum "Kalau begitu bisakah anak buah mu menyingkirkan sepeda motor yang sudah menjadi rongsokan itu, karena rongsokan itu menghalangi mobil ku yang akan keluar"


Cakra pun tanpa sadar memerintahkan kepada anak buahnya "Singkirkan rongsokan itu, satukan dengan sampah yang ada di sana"


Ekspresi tuan besar nampak biasa saja, dia tidak menunjukkan kemarahan kepada Cakra yang berbuat onar.


Tetapi wajah kekesalan di tunjukkan oleh idhang dan Firman, hanya saja mereka menahannya dan lebih memilih mengikuti perintah dari tuan besar.


"Ayo kita berangkat" ajak tuan besar kepada idhang dan Firman.


Idhang pun berjalan pertama untuk membuka pintu depan mobil dan firman membukakan pintu belakang, supaya tuan besar masuk.


"Hai tunggu kakek tua" panggil Cakra.


Tuan besar yang akan naik pun tidak jadi masuk, dan dia berbalik ke arah Cakra begitu juga firman.


"Ya anak muda, ada apa ?" Tanya tuan besar.


"Apa itu mobil mu" Cakra menunjuk mobil mewah yang akan di naiki tuan besar.

__ADS_1


Tuan besar pun tersenyum dia berkata sedikit berbohong, karena ingin tahu apa yang hendak Cakra perbuatan selanjutnya.


"Ini mobil yang aku rental kemarin, memangnya kenapa" ucap tuan besar.


"Hahaha....aku kira kamu tuan besar, ternyata kakek kampung yang miskin dan mobil sewaan" hina Cakra.


"Memangnya kenapa kalau ini mobil hasil sewaan, apa ada yang salah ?" Tanya kembali tuan besar.


"Ya kamu telah salah besar, sudah kampungan tidak tahu diri lagi, ayah ku saja tidak berani parkir di parkiran khusus direktur utama, tapi kamu berani memarkirkan mobil sewaan mu di tempat itu" ucap Cakra sambil menunjuk ke arah mobil.


"Apa salahnya aku parkir di sini, ini kan kosong dan siapa pun bisa parkir di sini kalau jadi pengunjung hotel" jawab tuan besar.


Dasar saja Cakra pembuat masalah, belum puas merusak sepeda motor milik jagat, sekarang dia ingin memprovokasi tuan besar.


"Dasar kakek tua gobl#k, sudah tahu salah masih ngeyel, ayo bayar denda kepada ku, karena sudah berani parkir di parkiran direktur utama, itu adalah tempat parkir VVIP, dan siapa pun yang parkir di sana selain direktur utama, akan kena denda, kalau tidak mobil itu akan berakhir seperti sepeda motor tadi" ancaman Cakra.


Firman pun geram kemudian dia berteriak "Kurang ajar, bocah bedebah, apa kamu mengancam kami, dan hendak merampok uang kami dengan kata kata denda, apa ayah mu si Bagas tidak mendidik mu dengan baik"


"Hai paman jangan kurang ajar, menghina ayah ku, kalau tidak akan aku hajar kamu" bentak Cakra


Idhang pun keluar dari dalam mobil, dia hanya menyalakan mobilnya saja untuk memanaskan kemudian di tutup kembali pintu mobil tersebut.


Anak buah Cakra pun sudah kembali setelah membuang sepeda motor jagat kemudian mereka bertanya "Ada apa bos ?"


"Aku tidak suka dengan mereka, aku minta kalian hajar mereka bertiga, orang tua itu jangan di bikin bonyok, kasian dia sudah bau tanah, lihatlah pakaiannya saja seperti kain kafan" ucap Cakra


Memang yang di pakai oleh tuan besar adalah baju komprang putih dengan bawahan sarung yang berwarna putih juga dan kepalanya di ikat oleh imama putih.


Bukan itu saja janggutnya dan kumis nya juga berwarna putih, tetapi wajahnya masih kelihatan tanpa dan gagah meskipun kelihatannya sudah tua.


Anak buah Cakra pun mengepalkan tangannya dan ada suara krekak di tangannya, kemudian mereka menghampiri firman yang sedang melindungi tuan besar, begitu juga idhang yang sudah berdiri di samping firman.


"Hai Apakah kalian mau menghajar kami, ayo datang ke sini....aku sudah lama tidak memukul orang" ucap firman memprovokasi


***

__ADS_1


* Bersambung


__ADS_2