Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 68 Kilas Balik


__ADS_3

Bab 68 Kilas Balik


Jagat dan Elis pun mengobrol, sekarang dia semakin dekat dan malahan Elis yang begitu agresif ke jagat yang membuat si Doris kadang kadang menegang dan celana ronggarnya menjadi ketat.


"Ngomong ngomong, di rumah sakit ini ada kakak angkat ku yang sedang menunggu istrinya, tadi siang istrinya mencoba untuk bunuh diri, tatapi kakak angkat ku bilang hubungan mereka harmonis dan tidak ada masalah, tetapi mengapa istrinya mencoba untuk bunuh diri" jagat bercerita tentang kakak angkatnya.


"Kalau begitu, ayo temui dia, aku akan melihat mengapa dia ingin bunuh diri dan apa penyebabnya" ajak Elis.


"Benar juga ya, kamu kan bisa melihat kejadian yang telah terjadi dari orang lain, tapi kalau kamu bisa mengetahui masa depan dengan apa yang kamu sentuh mungkin itu sangat bermanfaat " ucap jagat yang sedang memeluk Elis.


"Kalau aku bisa melihat masa depan, aku gak akan jadi perawat seperti ini, lebih baik aku menjadi penjudi togel saja, dengan menebak angka yang akan keluar itu bisa membuat ku kaya" ucap Elis.


"Betul juga ya" ucap jagat dan mereka pun tertawa bahagia


Sekarang mereka sudah mulai berani peluk pelukan, padahal mereka baru saja jadi, mungkin kalau ini bukan kantor rumah sakit tapi kamar hotel, mungkin mereka berdua akan melakukan....


"Di sini juga ada pacar ku yang lain, dia sedang menunggu ibunya yang sedang sakit" ucap jagat.


Elis langsung melepaskan pelukan dari jagat dengan tiba tiba dan Jagat pun sontak bertanya "Apa kamu cemburu"


Elis menggelengkan kepalanya "aku tidak cemburu, mau berapa banyak pun kamu memiliki pacar, aku tidak akan cemburu, asal kamu membalas cinta ku ini"


"Syukurlah kalau begitu" ucap jagat.


Elis pun berdiri dan menarik tangan jagat "ayo kita temui mereka"


"Siapa yang kita akan temui, kakak angkat ku atau pacar ku yang lain" ucap jagat.


"Keduanya" Jawab Elis.


Waktu menunjukkan baru pukul 21:30 atau jam setengah 10 malam, dan ini belum terlalu larut, di rumah sakit pun masih banyak orang yang lalu lalang.


Elis dan jagat keluar dari dalam kantor tersebut dan betapa terkejutnya Elis ketika melihat kearah sudut rumah sakit ini.


Elis banyak melihat penampakan hantu yang ada di rumah sakit ini, dari pocong, kuntilanak, genderewo, anak kecil yang lari lari dan hantu lainnya.


"Astaga apa sebanyak ini hantu di rumah sakit ini " ucap Elis yang sedikit gemetar ketakutan.


Dia langsung memegangi tangan jagat dengan erat, Karena takut dan baru pertama kali melihat hantu dengan mata kepalanya sendiri yang lebih menyeramkan dari pada hantu yang di film horor.


"Apa kamu takut " tanya jagat

__ADS_1


"Iya aku takut, kayaknya aku akan mimpi buruk malam ini" jawab Elis


Jagat pun mengusap wajahnya Elis dan dia pun kembali tidak bisa melihat semua hantu yang ada di rumah sakit ini.


"Apa ini sudah mendingan" tanya kembali jagat.


"Ini sudah lebih baik, ternyata bisa melihat hantu itu bukan perkara yang mudah, kita harus siap secara mental, kalau orang penakut seperti ku, kalau gak ada kamu mungkin aku sudah pingsan duluan" jawab Elis.


"Hahaha...ayo jalan, kan ada aku bersama mu" ajak jagat.


Elis pun masih menggandeng tangan jagat dan tidak mau melepaskannya "apa kamu tidak malu di lihat teman mu, dengan menggandeng tanganku" tegur jagat.


Elis pun melepaskan pegangan tangannya karena dia juga tahu, bisa bisa menjadi gosip dan ada sekandal percintaan antara jagat dan Elis.


Setelah sampai di ruangan tempat dirawatnya Melinda istri dari kakak angkat jagat yang bernama Andi mereka pun masuk.


"Bagai mana kak, apa kakak ipar sudah siuman" tanya jagat.


"Tadi sempat sadar, tetapi setelah itu datang perawat yang memberikan obat supaya istri ku istirahat dan sekarang dia sedang tertidur pulas" jawab Andi.


"Perkenalkan ini suster Elis, dia perawat dari divisi khusus, kalau kak Andi mau tau penyebab kakak ipar mau bunuh diri, suster Elis ini bisa membantu, dia bisa melihat kilas balik atau kejadian yang telah terjadi dari seseorang" ucap jagat.


"Kalau begitu aku mohon bantu lah aku, cari tahu mengapa istri ku melakukan bunuh diri " pinta Andi.


Elis berkonsentrasi dan melihat kilas balik seminggu yang lalu, ketika melinda di datangi 3 orang lelaki.


"Ternyata kamu menetap di sini, aku sudah mencari kamu sekian lama dan baru sekarang ketemu" ucap laki laki yang berjas merah terlihat dari kilas balik Elis.


"Apa yang kamu mau, aku tidak lagi ada hubungannya dengan mu lagi, aku sudah bahagia menjadi seorang istri, dan terbebas dari dunia gelap" ucap Melinda.


"Tapi kamu itu cantik, dan kamu menyia-nyiakan bakat dan kecantikan mu itu hanya untuk menjadi istri dari seorang sampah seperti suami mu itu, kamu bisa mendapatkan uang dan kekayaan kalau kamu kembali kepada ku" ucap laki laki berjas merah.


"Maaf aku bukan lagi pel@cur seperti dulu, aku sudah bahagia bersama suamiku yang sudah menerima aku apa adanya" ucap Melinda.


Dari percakapan Melinda dan orang berjas merah itu terlihat bahwa orang yang berjas merah itu memaksa untuk Melinda kembali ke pekerjaan lamanya yaitu sebagai pel@cur di bawah perlindungan orang tersebut.


Orang itu menyebutkan namanya sendiri ketika di tolak oleh Melinda "Aku Jamil, tidak ada wanita yang menolak keinginan ku, dan aku akan selalu mendapatkan apa yang aku mau"


"Pergi jangan seret aku lagi ke dunia mu yang hitam, aku sudah tidak peduli" usir Melinda


Tetapi si jamil itu mengancam dengan 2 orang bodyguard nya "dalam satu Minggu, kamu tidak kembali maka orang terdekat kamu akan...krek"

__ADS_1


Jamil menggosokan jari jempolnya ke lehernya sendiri yang berarti itu ancaman, kalau tidak di turuti berarti suami yang dia sayangi akan mati.


Beberapa hari setelah itu barulah kepikiran oleh Melinda, kalau dia meninggal dunia, maka suami yang dia sayangi akan selamat maka dari itu Melinda nekat bunuh diri dengan menenggak pencuci lantai yang sangat keras.


"Maaf kan aku, sayang, aku tidak mau kamu menderita gara gara aku, lebih baik aku mati dari pada harus kembali ke dunia malam, dan membuat mu menderita" ucap Melinda sebelum meminum pencuci lantai.


Setelah itu mulut mengeluarkan busa dan kejang kejang Beruntung Melinda cepat di ketemukan oleh Andi dan bisa segera di bawa kerumah sakit dan di selamatkan.


Dari kilas balik yang dilihat oleh Elis, dia pun menceritakan kembali kepada Andi tentang kejadian tersebut.


Mendengar cerita dari Elis, Andi merasa geram dan marah dengan orang yang bernama Jamil tersebut, selama ini Andi di kenal sebagai pekerja serabutan padahal dia bekerja di balik layar.


Sehingga banyak orang yang tidak tahu siapa dirinya sebenarnya, bahkan Melinda istrinya sekalipun tidak tahu pekerjaan dari Andi bahwa dia bos dari geng yang ada di kota timur, geng pereman yang sangat di takuti semua orang yang hidup di dunia gelap.


"Terima kasih suster Elis, dan jagat karena sudah membantu ku" ucap Andi


"Kamu adalah kakak ku, walaupun kita bukan saudara kandung tetapi apapun yang terjadi aku tetap harus membantu mu" ucap jagat.


Setelah itu jagat pun meninggalkan ruangan perawatan Melinda yang di tunggu Andi, di sana Andi pun duduk dan memegangi tangan istrinya.


"Sayang demi aku, kamu rela melakukan perbuatan itu, tetapi kalau kamu meninggalkan dunia, bahkan aku tidak bisa hidup tanpa mu, aku akan menyingkirkan siapa pun yang berani menyakiti dan mengancam mu" ucap Andi.


Kemudian Andi merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone kemudian dia menelpon anak buahnya.


[Halo Bos, ada yang bisa kami lakukan] ucap orang di balik telpon.


"Aku ingin kalian menangkap orang yang bernama Jamil dia dari club malam Rembulan, bawa dia ke markas ku, kalian boleh menyiksanya tetapi jangan membuat dia mati" ucap Andi.


[Baik Bos, akan saya laksanakan sekarang juga] ucap orang di balik telpon.


Andi pun memutuskan komunikasi dengan anak buahnya dan kembali menatap istrinya yang sedang berbaring.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2