Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 319 Power Ranger Arssad Famili


__ADS_3

Bab 319 Power Ranger Arssad Famili


Sedangkan di area Elephant Land, Sekar bersama dengan jaya sedang membersihkan area dari makhluk gaib yang bernama hantu.


Banyak hantu yang telah di taklukkan oleh jaya, sedangkan hantu yang memiliki level lebih tinggi di taklukkan oleh Sekar.


Di sana Sekar banyak memanen pil kesialan, pil itu hasil pemadatan dari aura gelap para hantu gentayangan.


Mereka sudah di bersihkan dari unsur kegelapan dan sekarang mereka sudah tunduk dan takluk serta bersedia menjadi anak buah dari Jaya.


Para hantu itu pun di tempatkan khusus di rumah hantu yang sangat besar dan membantu nanti untuk menakuti para pengunjung, tetapi tidak sampai mencelakai orang.


Sedangkan hantu yang dianggap kuat di ambil oleh jaya untuk di manfaatkan oleh dirinya suatu hari nanti.


Setelah mereka selesai dan beristirahat datang serombongan orang dengan mengendarai beberapa mobil.


Kemudian mereka turun dan bergegas menghampiri Sekar dan yang lainnya.


Kemudian orang itu pun menyapa "Adik ipar bagai mana pekerjaan kalian apa sudah selesai, aku di suruh jagat untuk menilai berapa biaya perbaikan tempat ini sampai bisa beroperasi kembali, perkenalkan nama ku Anton Sucipto, kakak angkat dari jagat"


Sekar, Dias dan Dara Belum pernah bertemu dengan Anton, sehingga Anton memperkenalkan dirinya, Anton hanya tahu bahwa wanitanya jagat hanyalah Elis, dan Sofy serta Eriska.


Anton sebenarnya tahu bahwa jagat banyak di kelilingi wanita cantik dan wanita jagat lainnya yaitu sekarang ada di hadapannya.


Sekar pun tersenyum dan mereka pun berjabat tangan "perkenalkan aku Sekar kakak ipar"


Kemudian Dias dan Dara memperkenalkan diri "Aku Dias "


"Dan aku Dara"


Setelah berbincang sebentar Anton pun memerintahkan kepada anak buahnya untuk menyebar dan melihat apa saja yang harus di perbaiki dan total biaya yang harus di keluarkan.


Melihat banyak mobil yang masuk area Elephant Land di luar gerbang beberapa pereman mengumpulkan anggota mereka.


Mereka itu berniat mengambil keuntungan dan akan memeras orang yang masuk ke dalam area Elephant Land tersebut dengan memasang tarif parkir yang tinggi.


Ada sekitar 30 pereman yang berkumpul dan sekarang mereka berbondong-bondong mendatangi area Elephant Land.


Setelah sampai pemimpin mereka pun berteriak "Hai siapa yang mengijinkan kalian memasuki kawasan ini, kalian tidak meminta ijin terlebih dahulu, ayo keluar dari sana atau bayar biaya masuk kepada ku"


Sambil bertolak pinggang pemimpin pertemanan itu menyeringai puas karena sudah berteriak dengan lantang.


Mendengar itu para bodyguard yang di bawa Sekar langsung keluar, sekarang membawa 10 bodyguard yang biasa mengikuti jagat.


Bisa di sebut mereka adalah power rangernya Arssad famili, karena pada waktu jagat bertarung dengan 100 bodyguard di aula gedung serbaguna hotel Arssad tersisa 10 orang


dan salah satunya berkata bahwa mereka bukan power ranger, yang melawan musuh satu orang ber ramai ramai.

__ADS_1


Sehingga mereka pun sekarang di juluki power ranger Arssad famili oleh jagat dan para wanitanya.


Salah seorang dari Bodyguard itu pun berkata kepada pemimpin pereman "kenapa kami harus ijin kepada kalian, apa kamu pemilik tempat ini"


Pemimpin pereman pun berteriak kembali "Lancang kamu, apakah kamu tidak tahu bahwa ini kawasan ku, kawasan si rimba apakah kamu tahu itu"


Bodyguard itu mencibir "Hahaha benar kamu benar si rimba, sama dengan julukan mu, rambut mu yang gimbal itu percis seperti hutan rimba"


Bodyguard yang lain langsung menertawakan si rimba itu "Hahahaha...."


"Mungkin kutu di rambutnya berbentuk harimau dan babi sehingga dia di sebut sirimba" ucap bodyguard wanita.


"Sialan akan aku hajar kalian semua, aku tidak akan berbelas kasih kepada kalian karena sudah berani menghina ku" ucap si rimba yang marah.


Terdengar suara deru mesin mobil yang memasuki halaman Elephant Land, itu adalah mobil Vans yang setiap mobilnya berisi 10 orang, dan mobil itu ada 2, Yang langsung berhenti di belakang para pereman kampung itu.


Kemudian mereka pun keluar dengan di pimpin oleh orang yang bernama Septian.


Septian pun berseru "Hai apakah Anda masalah di sini tuan Wira ?"


Bodyguard yang sengaja memprovokasi si rimba itu adalah Wira, dan Wira pun menjawab Septian "Tidak ada, hanya sekumpulan serangga kecil saja yang menggangu dan hendak menggigit"


Para pereman kampung itu merasa terkepung karena di belakang mereka ada sekumpulan orang dari gangster beruang hitam dan di depan mereka ada 10 bodyguard yang di juluki power ranger.


Mendengar di sebut serangga yang hendak menggigit si rimba pun menggerakan giginya, dia tidak menyangka bahwa orang orang ini adalah dari gangster beruang hitam.


Wira pun melambaikan tangannya "ya sudahlah kalau begitu, kami hanya akan menontonnya saja"


Si rimba dan semua anak buah merasa di remehkan tetapi mereka juga sedikit merasa takut karena mereka bukan pereman biasa, mereka adalah gangster beruang hitam yang mana mereka telah mengalahkan gangster shooting gun yang ada di kota Utara ini


Mereka hanya lah sekumpulan pereman kampung yang membentuk gangster kecil dan tidak sebanding dengan gangster beruang hitam.


Septian pun hendak berseru kepada anak buahnya untuk menyerang anak buahnya si rimba, tetapi di pintu masuk arena Anton melambaikan tangannya.


"Hai Septian lama tidak bertemu, ternyata kamu semakin hebat saja"


Septian pun menyeringai karena tidak menyangka bahwa mantan bosnya yang sudah dianggap saudara sendiri ada di tempat ini.


"Bang Anton !" Septian pun berseru.


Kemudian di ikuti oleh seruan anak buah Septian "Bang Anton apa kabar"


Melihat Anton yang ada di sini si rimba dan anak buahnya bergetar hebat, mereka takut dengan orang yang bernama Anton ini.


Bos dari gangster beruang hitam yang terkenal sangat kejam dalam menghadapi musuh-musuhnya.


Bahkan dia selamat dari kejaran anak buah Danu yang di bantu oleh anggota gangster shooting gun, dan dapat membalikkan keadaan.

__ADS_1


Sehingga Danu dan semua anak buahnya serta semua gangster shooting gun dapat di kalahkan, dan itu sangat menggemparkan di dunia bawah kota ini.


Brak....


Si rimba pun langsung berlutut.


Brak....


Brak....


Anak buah si rimba pun satu persatu ikut berlutut.


"Bang Anton, maafkan kami, aku kira tempat ini bukan tempat anda, aku tidak akan menggangu kalian lagi, aku mau permisi terlebih dahulu" ucap si rimba yang hendak melarikan diri.


Meskipun Septian dan anak buahnya langsung menghalangi jalan mereka "Berhenti ! Sudah memprovokasi eksekutif dari gangster beruang hitam masih mau kabur, dasar tidak punya harga diri, ayo ikut masuk ke dalam kalau tidak aku akan menghajar kalian"


Septian pun mengancam mereka dan mereka pun sangat ketakutan sehingga mereka pun patuh dan menuruti perintah.


Mereka pun di bawa menghadap kedepan Sekar yang sekarang sudah di tunjuk oleh jagat sebagai penanggung jawab untuk membersihkan tempat ini.


"Nona Sekar mereka pereman kampung yang suatu saat akan menjadi duri dari kegiatan kita ini, apakah kamu perlu menghajar mereka" ucap Septian.


Wanita cantik yang ada di hadapan si rimba dan anak buahnya itu membuat mereka menelan air liurnya sendiri, karena kecantikan Sekar dan 2 orang lainnya.


Tetapi di sana juga mereka merasa takut, karena aura yang di pancarkan oleh sekar sangat mengintimidasi, sehingga si rimba dan anak buahnya tidak berani menatap wajah Sekar.


Mereka hanya bisa menundukkan kepalanya sambil berlutut di hadapan Sekar.


Sekar melambaikan tangannya "tidak perlu menghabisi mereka, mereka bisa berguna suatu hari nanti"


Kemudian Sekar bertanya kepada si rimba "Apakah kamu pemimpin mereka ?"


Si rimba pun mengangguk dan menjawab dengan terbata bata "i...iya nona"


Sekar bertanya lagi "Apakah kamu mau menjadi anak buah ku ?"


Si rimba tertegun sejenak kemudian dia balik bertanya "Apa yang kami akan dapatkan apabila menjadi anak buah anda nona"


Sekar bertanya "Apa yang kalian inginkan ? kekuatan, uang, atau apa ?"


Si rimba pun saling menatap dengan anak buahnya yang lain, mereka pun berdiskusi sebentar dan kemudian memutuskan.


"Kami mau menjadi anak buah anda, asalkan kami memiliki penghasilan yang tetap dan sedikit kekuatan untuk menunjukkan jati diri kami" pinta si rimba.


Sekar tersenyum "untuk kekuatan aku bisa memberikan kalian, tetapi untuk penghasilan tetap itu tergantung kalian sendiri, tetapi aku pasti membantu kalian"


***

__ADS_1


* Bersambung


__ADS_2