
Bab 149 Banyak Pasien Yang Harus Kita Tangani
Setelah beberapa saat di perjalanan mereka pun tiba di rumah sakit Wijaya, Elis dan Sofy turun dari mobil, tetapi Eriska dan jagat masih tetap berada di dalam mobil.
Jagat pun menoleh ke arah belakang dan berbicara kepada Eriska "sekarang aku akan kembali bekerja, aku sarankan kamu pulang ke rumah, pasti ibu mu senang melihat perubahan penampilan mu"
Eriska awalnya ingin menolak, karena sudah lama dia tidak pulang ke rumah setelah ayahnya memarahi dan menyebutkan dirinya masuk sakte aliran sesat.
Tetapi jagat terus merayu dan membujuk Eriska untuk pulang, dan dia pun setuju, tetapi Eriska memiliki 2 syarat.
"Baiklah aku akan pulang tetapi kamu harus berjanji 2 hal" pinta Eriska.
"Apa yang kamu inginkan ?" Tanya jagat.
"Yang pertama aku ingin kamu mempertahankan ku, dan menjadikan ku istri sah apapun yang terjadi, dan yang kedua kamu harus melindungi ku apa pun yang terjadi nantinya" ucap Eriska.
Jagat pun berpikir sejenak, dia pasti bisa menepati janjinya tetapi ada beberapa hal yang harus dia tanyakan yaitu syarat yang kedua.
"Untuk hal pertama aku bisa menjadikan mu istri sah, dan yang kedua juga itu sebenarnya kewajiban ku untuk melindungi mu sebagai wanita ku, tetapi kelihatannya syarat yang kedua ini sedikit aneh, memangnya kamu memiliki masalah dengan seseorang, sehingga aku harus melindungi mu" Tanya jagat.
Eriska malah menggelengkan kepalanya "tidak... tidak ada masalah dengan Siapa pun, tetapi kamu tahu, orang yang mengejar ku itu banyak dan bisa membahayakan mu termasuk aku sendiri, sehingga aku mau kamu melindungi ku dan membuat ku merasa aman dan nyaman"
"Itu sudah pasti aku lakukan, karena kamu adalah wanita ku" jawab jagat.
"Baiklah aku percaya kepada mu, dan aku mau pulang sekarang" ucap Eriska.
Kemudian jagat pun menoleh kearah sopir "tolong antar dia ke rumahnya, dan kalau sudah sampai, kembalilah ke tempat biasa"
Maksud jagat mengucapkan tempat biasa adalah hotel Arssad, dan si sopir itu pun sudah mengerti.
Jagat tidak menyebut hotel Arssad secara gamblang, Karena dia masih merahasiakan identitas asli sebagai Arya kepada Eriska, meskipun Eriska tahu nama asli jagat, tetapi Eriska tidak tahu bahwa jagat orang yang sudah di jodohkan dengan dirinya.
Kemudian jagat pun keluar dari dalam mobil tersebut dan melambaikan tangannnya ke arah Eriska.
Rasa kekecewaan terlintas di benak Eriska, karena dirinya harus berpisah dengan jagat, hatinya tidak rela kalau harus berpisah, meskipun besok lusa masih bisa ketemu lagi.
Tetapi banyangkan ketika dia melakukan hal itu, dengan jagat di kontrakannya terlintas, dan dia membayangkan jagat melakukan hubungan itu dengan Sofy dan Elis.
__ADS_1
Otaknya menjadi bertraveling kesana kemari dan memikirkan hal yang tidak tidak, sesekali dia menggelengkan kepalanya.
"Sialan kalau saja aku terus bersamanya, maka nanti malam aku dan jagat bisa melakukan hubungan itu kembali, tetapi sial sungguh sial, malah sofy dan Elis yang pasti melakukan tri some bersama jagat. Ach....aku tidak rela, aku juga mau ikut gabung bersama mereka" guman Eriska.
Eriska yang sedang duduk di kursi belakang sesekali mengepalkan tangannya dan terkadang menjambak rambutnya sendiri karena membayangkan hal yang tidak tidak.
Sopir yang melihat Eriska dari kaca spion depan bertingkah aneh tidak tahan untuk bertanya "Non, anda tidak apa-apa ?"
Mendengar teguran dari sopir itu, Eriska pun tersadar dan merapikan kembali posisi duduknya dan menyisir rambutnya dengan menggunakan jarinya sendiri.
Eriska pun tersenyum "Ti... tidak apa-apa pak, oh iya ke jalan simpang lima ya pak"
Sopir itu pun mengangguk "iya baik non"
Tidak ada tegur sapa atau pun mengobrol antara Eriska dan sopir itu di sepanjang jalan, mereka hanya diam membisu saja, terkadang sesekali Eriska menjadi navigator untuk menunjukkan jalan menuju ke rumahnya.
*
Di rumah sakit Wijaya, jagat pun bertanya kepada Elis dan Sofy "Eh apa kalian tahu, kedai obat herbal apa sudah buka atau belum ya?
Jagat pun tersenyum "oh bagus lah kalau begitu"
Kemudian sofy pun menoleh kearah Elis "kamu kan tidak ada kewajiban untuk kerja karena kemarin sudah jagat piket, aku sarankan agar kamu pulang dan beristirahat, setelah itu bersiap untuk pergi, bukanya kamu akan pulang kampung"
Elis pun menepuk jidatnya sendiri "Hadeuh aku lupa, baiklah aku akan bersiap, dan pulang tetapi nanti malam jemput aku ya"
Jagat pun mendekati Elis dan mengusap kepala mesra "Pasti lah, aku dan Sofy menjemput mu, karena kamu kan yang akan pulang kampung"
Wajah Elis pun memerah karena kepalanya di elus jagat, hasrat Elis pun menjadi terbangkitkan, dia pun berkata manja kepada jagat "kalau di elus begini aku jadi pengen di...."
Belum selesai Elis berbicara sofy pun menimpali "Dasar otak mesum, baru di elus gitu aja sudah birahi, dasar..."
Elis pun menggembungkan pipinya "Biarin aja, dia kan mas say ku, wajar dong"
"Enak saja, dia juga mas say ku tahu tidak, sudah sana pulang, dan bersiap" usir sofy.
Melihat kedua wanitanya sedang berdebat jagat pun malah tersenyum, dan setelah itu jagat meninggalkan mereka berdua.
__ADS_1
Elis dan Sofy pun menatap kepergian jagat dengan pasrah
"tuh kan gara gara kita berdebat dia jadi pergi" ucap Sofy.
"Iya aku minta maaf, tapi nanti malam giliran ku, karena kemarin malam kamu pasti melakukan itu dengan mas say ku, aku sudah gak tahan tahu, anu ku sudah basah" ujar Elis.
Sofy pun menggelengkan kepalanya "hadeuh dasar... sudah sana pulang biar nanti kamu tidak ngantuk"
Elis pun berpamitan kepada sofy dan pulang ke kosannya dengan memesan ojek online.
Setelah itu sofy menyusul jagat dan mereka pun masuk ke kantor divisi khusus, dan di sana sudah banyak orang berkumpul karena waktu istirahat makan siang sudah usai dan menunggu pembagian tugas dari dokter Calvin.
"Hadeuh dasar Dokter magang, jam segini baru datang ke rumah sakit, apa kamu niat mendapatkan sertifikat ijin praktek atau tidak, jangan banyak main kalau ingin sukses menjadi dokter" Baru datang jagat sudah kena semprot dokter Calvin.
Jagat pun tersenyum dan membungkuk badannya "maaf dokter Calvin, aku ada mata kuliah di kampus, dan baru beres, maaf tidak memberitahukan"
Jagat pun dengan rendah hati meminta maaf, ya alasan ke kampus memang tadinya jagat berniat untuk mengantarkan Eriska ke kampus.
Tetapi di tengah jalan Eriska berubah pikiran dan merbelok ke mall, sehingga jagat pun berbohong kepada dokter Calvin.
Kalau dia memberikan alasan jalan jalan ke mall, ke salon dan berbelanja mungkin dokter Calvin akan terus merundung jagat.
Tetapi karena alasan ke kampus, maka dokter Calvin pun tidak bisa apa apa lagi.
"Baiklah cepat duduk, sekarang waktunya pembagian tugas, karena sekarang banyak pasien yang harus kita tangani" ucap dokter Calvin
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1