Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 75 Ajeng Is Ok


__ADS_3

Bab 75 Ajeng Is Ok


Di tempat yang lain, keluarga pak Bambang dan keluarga pak Bagas sedang mengadakan pertemuan, yang rencananya akan mempertemukan Ajeng dengan Cakra.


Seperti halnya acara spesial pak bagas mengajak keluarga pak Bambang untuk makan malam di restoran yang ada di area atas.


Restoran yang di kenal dengan makanan yang enak dan mahal, tetapi itu tidak peduli demi menyenangkan calon besan.


Toh pak Bagas adalah direktur umum di hotel ini, kalau hanya restoran yang ada di bawah, mungkin dirinya akan merasa malu.


Akan kehilangan harga diri kalau dia tidak mengambil tempat di restoran kelas atas.


Pak Bambang dengan stelan kemeja dan jas sedangkan istrinya mengenakan kebaya, serta Ajeng yang mengenakan baju terbaiknya nampak anggun.


Tujuan pak Bagas ingin menjodohkan Cakra dengan anak dari sahabanya itu karena supaya Cakra tidak urakan dan main perempuan.


Apa lagi mengejar ngejar wanita yang tidak mencintainya, pak bagas berharap dengan perjodohan ini, Cakra bisa hidup lebih baik lagi


Mereka berkumpul di meja besar dengan makanan enak tersaji di atasnya, nampak menggoda dan menggugah selera.


"Ayo ayo silahkan di nikmati, jangan sungkan lebih baik kita makan terlebih dahulu, kelihatannya kamu dan keluarga belum makan di rumah ya bang" ucap pak Bagas


"Kamu ngerti aja, memang kami sengaja tidak makan dahulu di rumah, kan pertemuan kita di adakan di restoran, sayang kan kalau sudah makan, nanti makanan yang sudah di pesan bisa mubajir" ucap pak Bambang.


"Bapak bapak ini kampungan banget, tetapi anaknya cantik juga" Gumam Cakra.


"Oh sampai lupa perkenalkan ini istri ku Mia, dan ini anak pertama ku namanya Cakra, dan ini anak kedua ku namanya Adelia " pak Bagas memperkenalkan anggota keluarganya.


Pak Bambang pun memperkenalkan keluarga dia "Ini istri ku Vania, dan anak ku satu satunya namanya Ajeng.


Ajeng mengangguk dengan melebarkan senyum manisnya, di sambut oleh senyuman balik dari Cakra.


"Oh jadi namanya Ajeng" gumam Cakra.


"Ternyata lelaki di depan ku ini lumayan ganteng juga, bukan hanya itu dia juga anak dari direktur umum hotel ini, kalau aku bersamanya sudah di pastikan aku ini akan menjadi nyonya besar suatu hari nanti" gumam Ajeng.


"Ayo lanjutkan makannya, nanti setelah kita makan kita baru mengobrol panjang lebar" pinta pak Bagas.


Mereka pun tidak sungkan sungkan langsung mengambil makanan yang ada di meja kemudian mereka langsung memakannya dengan lahap.


Cara mereka makan seperti orang yang kelaparan yang belum makan selama satu Minggu.

__ADS_1


Iya siapa yang tidak tergoda, direstoran kelas atas ini makananya enak semua dan sebanding dengan harganya.


Orang kaya kampung seperti pak Bambang, kalau tahu harga per menit berapa, mungkin dia akan memilih mencari tempat makan di pecel ayam lesehan dari pada di restoran seperti ini, yang membuat kantong menjadi jebol.


Pak Bagas tersenyum melihat suami istri yang makan sangat lahap, tetapi Ajeng dia makan dengan elegan menggunakan sendok garpu dan bahkan menggunakan pisau dan garpu.


Cara makan Ajeng seperti wanita kelas atas dan tidak akan memalukan jiga di ajak pergi untuk makan malam bersama teman teman Cakra yang lain.


Cakra pun sesekali melirik kearah Ajeng dan Ajeng pun menanggapinya dengan senyuman.


Beberapa menit kemudian makanan di atas meja habis tidak tersisa dan mereka pun selesai makan.


"Apa masih kurang, kalau kurang biar aku pesankan lagi sama pelayan" tawar pak Bagas.


Pak Bambang menggoyangkan tangannya ke arah pak Bagas "tidak usah kami sudah kenyang kok"


Pak Bagas pun melambaikan tangannnya ke arah pelayan, supaya meja tersebut di bersihkan dan piring piring di bawah sehingga meja tersebut kembali kosong.


"Cakra ajak Ajeng berkeliling di hotel ini, kamu kan tahu seluk beluk tentang hotel ini" pinta pak Bagas.


"Baik Pah..." Ucap Cakra yang kemudian dia beranjak dari tempat duduknya.


"Mari dek Ajeng, kita jalan jalan, di lantai bawah ini ada tempat hiburan yang bagus" ajak Cakra.


Tetapi ibunya meminta dia untuk pergi "sudahlah biarkan kami para orang tua mengobrol mengenang masa muda, kalian berdua bersenang senang lah" ucap ibunya Ajeng.


Ajeng dan Cakra pun pergi berdua, mereka masuki lift untuk menuju ke lantai bahwa, di mana di sana ada Club malam dan tempat karoke.


"Apa dek Ajeng suka bernyanyi, kalau suka, ayo kita ke tempat karoke" ajak Cakra membuka obrolan.


"Suara ku jelek mas, kalau bernyanyi, nanti bikin sakit perut mas Cakra kalau mendengar nyanyian ku" jawab Ajeng.


Cakra pun tersenyum "ah dek Ajeng bisa aja, bagai mana kalau kita ke club malam ini masih satu lantai dengan tempat karaoke"


"Terserah mas Cakra saja, aku ngikutin aja" ucap Ajeng pasrah.


Bukan pasrah sih tetapi memang Ajeng belum pernah ke hotel mewah seperti ini, ya kalau hotel kelas melati dia pun pernah, tetapi kalau hotel sebesar ini yang di dalamnya ada resto, Club malam dan karoke seumur hidupnya Ajeng baru pertama kali seperti sekarang ini.


Sehingga apabila di bawa ke mana, asal masih di dalam ruang lingkup hotel, Ajeng is ok.


Cakra pun membawa Ajeng ke club malam dan duduk di meja yang agak jauh dari panggung dan riuh orang yang sedang berjoget.

__ADS_1


Tempat duduk mereka hampir dekat dengan bar tender yang menyediakan minuman.


"Apa dek Ajeng mau minum sesuatu" tawar Cakra.


Ajeng tahu di tempat seperti ini semua minuman mengandung alkohol dan kalau dia minum dia bisa mabuk.


Ajeng tahu karena dia sering menonton film di televisi, film sinetron anak muda yang kerjaannya clubing dan bersenang-senang.


Ajeng pun menolak "tidak mas terima kasih, aku tidak pernah mabuk"


Cakra pun tersenyum "Tenang saja dek Ajeng, tidak semua minuman di sini minuman keras, baiklah aku akan memesan sari buah saja"


"Sari buah, apa sama seperti jus" tanya Ajeng.


Cakra kembali tersenyum "di sini gak jual jus, dek. Sari buah di sini mengandung karbonasi atau orang bisa minuman soda"


Ajeng pun mengangguk "baiklah terserah mas Cakra saja"


Cakra pun melambaikan tangannya ke arah pelayan, dan pelayan cantik dengan rok di atas lutut pun menghampiri.


"Bisa saya bantu Bos" ucap pelayan wanita.


"Bawakan aku 2 sari buah, tanpa alkohol" pesan Cakra.


"Tumben Bos biasanya juga ....." Pelayanan itu tidak melanjutkan.


"Sudah jangan banyak tanya, cepat bawakan yang aku pesan" Cakra bicara dengan nada tinggi.


Pelayanan itu pun ketakutan dia langsung manganguk "Siap Bos..."


Kemudian dia pun bergegas pergi untuk mengambilkan pesana Cakra.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2