
Bab 223 Selalu Mencari Alasan
Sesampainya di kampus, jagat pun turun dari ojek online tersebut dan kemudian membayarnya.
Di sebrang ada seseorang yang menatap jijik ke arah jagat dan dia pun berbicara kepada temannya "Hai Dio, lihat siapa yang datang, dia si OB dari hotel Arssad, yang sudah membuat kita malu"
Orang yang di panggil Dio pun menanggapi "Sialan, si jagat kurang ajar itu, akan aku balas perlakuan dia waktu di big mall, yang membuat kita makan sampai mau muntah"
Kemudian Dio mengajak teman temannya untuk menghampiri jagat "Ayo kawan kita samperin orang yang sok kaya itu dan kita permalukan dia"
Mereka pun menghampiri jagat "Hai orang kaya, kemana mobil mewah mu yang kemarin lusa, apakah jangka waktu sewanya sudah habis"
Orang yang mendengar perkataan Dio itu langsung tertawa terbahak-bahak "Hahaha ....."
Kemudian salah satu teman dio mencibir "Kayaknya motor butut kesayangan di jual untuk biaya sewa mobil yang kemarin dan sekarang dia naik ojek online, kayaknya ada uang sisa, untuk dia berangkat ke kampus ini"
Mendengar itu semua orang tertawa kembali dan satu persatu teman dio mencibir dengan perkataan yang menusuk dan menyakitkan hati.
Jagat hanya tersenyum mendengar cibiran mereka, kemudian salah satu wanita yang bersama Dio mencibir lebih parah "Hanya offic Boy seperti mu, ingin belaga jadi orang kaya untuk menarik perhatian Eriska, jangan bermimpi, kemarin ayah ku ikut Perjamuan bahwa dia mau di tunangkan dengan tuan muda Arssad, jadi jangan berharap lebih dan kamu tidak pantas bersaing cinta dengan tuan muda Arssad yang kaya"
Mendengar itu Dio semakin semangat "Hai Lina, aku juga mendengar itu dari ayah ku, jadi lebih baik sekarang kamu jagat jauh jauh dari Eriska, dan pergi menjauh dari Eriska, orang miskin seperti mu tidak cocok dengan bidadari seperti Eriska"
Jagat tidak menghiraukan mereka dan hendak pergi menuju gedung tempat dia mengambil mata kuliah.
Tetapi teman teman dio menghalangi jalan jagat "Hai mau kemana kamu, apa kamu tidak ingat dengan kami yang telah kamu permalukan di Big mall"
Jagat pun menanggapi dengan acuh tak acuh dia pun mengangkat kedua tangannya sampai setinggi bahu.
"Suruh siapa kalian mau di traktir oleh ku, aturannya kan sudah jelas, kalau mau aku yang bayar, makanan yang kalian pesan harus habis tak tersisa, kalian saja yang serakah memesan makanan begitu banyak, jadi bukan salah ku kan kalau aku menyuruh bodyguard untuk menyuruh kalian menghabiskan semua makannya"
Setelah berkata begitu jagat pun pergi meninggalkan mereka, tetapi pundak jagat di pegang oleh seseorang.
Jagat pun berbalik dan orang yang memegang bahu jagat melayangkan tinjunya ke arah muka jagat.
__ADS_1
"Rasakan tinjuan ku ini karena telah mempermalukan ku"
Jagat dengan sigap menahan tinjuan tersebut yang hampir saja mendarat di depan hidung jagat.
Brak....
Semua orang tercengang karena tinju itu bisa di tangkap dengan cepat, kemudian jagat memelintir tangan orang itu sampai dia berputar dan berlutut.
Krekak....
Sepertinya ada tulang yang berseser karena pelintiran jagat, orang itu pun berteriak kesakitan
"Argh... kurang ajar, lepaskan tangan ku, kalau sampai tangan ku patah, aku tidak akan segan memuat mu sengsara" ucap orang itu.
Jagat pun melepaskan tangannya sambil menendang bokongnya "Pergi sana, jangan membuat masalah dengan ku, beruntung ini di kampus, kalau tidak akan aku hajar kamu"
Lina pun menghampiri orang itu "Dio apa kamu tidak apa-apa"
Lina pun menghardik jagat "Dasar OB tidak tahu diri, kamu tidak tahu siapa Fernandio, dia anak pemilik pabrik textile di kota kabupaten, kalau kamu berani macam macam, kamu akan tamat sepulang kuliah nanti"
Jagat pun menghampiri Lina dan Dio, mereka berdua pun mundur karena sedikit takut "Aku bukan orang baik yang berbelas kasih, aku akan jahat kepada orang yang menjahati ku, aku juga akan menjadi orang baik kepada orang yang baik pada ku"
Jagat mengucapkan perkataan itu dengan mengeluarkan aura mendominasi sehingga mereka berdua bergetar ketakutan.
Kemudian jagat pun pergi meninggalkan mereka semua, di sana Dio pun bergumam "Awas kamu jagat, jangan sebut nama ku Fernandio kalau aku tidak bisa membuat mu masuk kedalam rumah sakit"
Kemudian Dio pun menengok ke arah temannya "Hai Didi, bukanya kamu memiliki teman pereman, hubungi dia untuk ku, dan suruh dia temui aku di depan gerbang, jangan lupa suruh dia bawa anak buahnya"
Orang yang di panggil Didi pun mengangguk dan kemudian menghormat "Siap Bos laksanakan...."
Di jalan menuju gedung tempat jagat ada mata kuliah dia pun bergumam "Hadeuh pagi pagi sudah mendapatkan masalah seperti ini, apa lagi nanti pulang kuliah, berapa masalah yang akan menimpa ku"
Jagat pun masuk ke ruang kelas dan kemudian duduk bersama mahasiswa yang lainnya.
__ADS_1
*
Setelah selesai satu mata kuliah jagat pun pergi ke kantin, seperti biasanya jagat memesan kopi hitam dan memakan pisang goreng yang tersedia di meja.
Beberapa menit kemudian kopi hitam pesan jagat pun di antarkan oleh pelayan kantin, dia pun menyeruput kopi hitamnya
Rrup.... "Ach.... Mantap"
Jagat sangat menikmati kopi hitam yang dia minum sampai dia bergumam ah mantap.
Kata penikmat kopi, tidak akan lengkap kalau menyeruput kopi tanpa di akhir kata ah.... karena itu mungkin sudah tradisi para menikmat kopi di Nusantara.
Tidak lama kemudian Eriska pun datang dan duduk di depan jagat sambil menunjukkan raut wajah cemberut dan sedikit marah.
Kemudian Eriska pun bertanya "Kemana saja kamu selama ini, aku cari di hotel Arssad kamu tidak ada bahkan kamu juga tidak menghubungi ku ?"
Melihat Eriska yang lagi kesal jagat malah tersenyum "Hai kenapa dengan kamu, aku lagi sibuk dan baru pulang dari luar kota, kenapa kamu saja yang menghubungi ku lebih dahulu, nomor handphone ku kan ada, kenapa harus nunggu aku yang menghubungi mu terlebih dahulu"
Mendengar itu Eriska langsung menggebrak meja.
Brak....
"Kamu ini tidak peka ya, sama perempuan, seharusnya kamu sebagai laki-laki yang menghubungi ku lebih dahulu, tanya apa kabar sudah makan atau belum, tidur jangan malam malam dan sebagainya"
Eriska mengungkapkan semua yang selalu di tanyakan pasangan lain kalau sedang berpacaran dan tidak bertemu beberapa hari.
Kemudian Eriska pun melanjutkan "Apa karena ada Elis dan Sofy yang selalu menemani mu sehingga aku kamu lupakan"
Jagat pun memegang tangan Eriska "Aku benar benar sibuk kemarin lusa, ini juga baru pulang dari kota T dan langsung pergi ke kampus ini"
Eriska berdecih "Cih dasar lelaki, dia selalu saja mencari alasan"
***
__ADS_1
* Bersambung