
Bab 193 Sayang Maafkan Aku
Orang itu adalah Adi Sucipto dan istrinya yang memiliki janji temu dengan jagat, Adi Sucipto akan melakukan pengobatan tahap kedua, karena jagat bilang kalau ingin sembuh total dia harus menjalani 3 kali terapi.
Jagat pun melambaikan tangannnya "Pak Adi, bagai mana keadaan mu apa sudah lebih baikan"
Mereka pun berjabat tangan "Dokter jagat, aku sudah merasa sehat, bahkan badan ku terasa ringan"
Kemudian Adi Sucipto memelankan bicaranya "Sekarang aku sudah semakin eugh....di ranjang sampai istri ku kewalahan"
Kemudian dia mengelus dadanya "Tetapi kadang aku merasa ngilu di area ini, dan takut terjadi sesuatu kepada ku"
Jagat tersenyum "itu karena penyakit yang diderita oleh pak Adi belum sembuh total, baiklah ayo ikut aku untuk melakukan terapi"
Jagat mengajak Adi Sucipto, dan menyuruh istrinya untuk menunggu dengan yang lain.
Sekarang jagat dan Adi Sucipto sudah berada di kamar hotel, jagat menyuruh Adi Sucipto untuk membuka semua pakaian yang dia pakai.
Kemudian Adi Sucipto di suruh berbaring di tempat tidur, jagat pun mulai melakukan terapi pijat dengan menggunakan jurus jari petir.
Penyakit jantung yang pernah menyerang Adi Sucipto waktu hotel Arssad sudah tidak terasa, tetapi masih sedikit ada rasa sakit setiap kali melakukan aktivitas berat.
Bukan hanya mengobati penyakit jantung, jagat juga mengembalikan vitalitas Adi Sucipto, sehingga sekarang rumah tangganya semakin bahagia.
"Ya sebenarnya aku harus cepat pergi ke kota B, karena mitra bisnis ku baru datang, tadinya pengobatan ini akan di minta di tunda, tetapi karena pengobatan lebih penting, aku memilih kesini terlebih dahulu" ucap Adi Sucipto.
"Memangnya sangat penting ya pak ?" Tanya jagat.
"Iya ini penting, karena yang datang sekarang adalah orang besar" jawab Adi Sucipto.
"Kalau boleh tahu, siapa orang penting yang di maksud oleh pak Adi ?" Tanya kembali jagat.
"Dia tuan besar Sandjaya, Badar Sandjaya, pemilik hotel Arssad, perusahaan travel, dan banyak lagi perusahaan lain dalam industri Sandjaya grup, perusahaan ku belum ada apa apanya dengan milik beliau, sehingga aku harus kesana untuk menyanjung dan menjalani kerjasama" ucap Adi Sucipto antusias.
"Tenang saja, pak Adi tidak akan terlambat, toh orang yang anda maksud akan berada di kota B selama satu Minggu, aku tahu informasi ini dari orang hotel pusat yang ada di sini" ucap jagat.
Jagat tidak memberitahukan bahwa tuan besar yang di maksud Adi Sucipto adalah kakeknya sendiri, jagat mengatakan sedikit berbohong tahu kakek nya akan berada di kota B satu Minggu dari orang pusat, itu untuk menutup jati diri jagat.
Jagat tidak mau banyak orang mengetahui bahwa dirinya anak dari sandi Sandjaya atau cucu dari badar Sandjaya.
Jagat menginginkan untuk hidup mengandalkan dirinya sendiri bukan dari hasil orang lain, dan mengelola hotel Arssad pun jagat meminta di gaji oleh kakeknya sendiri.
Terapi pijat pun selesai, jagat pun memberikan obat untuk di konsumsi selama 1 Minggu setiap 2 kali sehari, pagi pagi dan sore hari.
__ADS_1
"Aku ke kota B bukan hanya akan menemui tuan besar, tetapi aku juga mau mengajak adik ku yang nakal untuk pulang, aku dengar dia sedang tersandung masalah, dia sedang di incar oleh gangster" Adi Sucipto pun mengeluh dan menceritakan tentang adiknya.
"Dia adik ku yang paling nakal, sudah semenjak ramaja sudah bergabung dengan gangster, berita terakhir dia sudah menjadi kepala gangster di pusat kota, tetapi sekarang dia di khianati anak buahnya dan sedang di cari, aku khawatir adik ku di bunuh gangster lain"
Kemudian jagat pun menebak "Apa gengster yang adik pak Adi pimpin adalah geng Beruang Hitam dan nama Adik pak Adi bernama Anton Sucipto"
Adi Sucipto pun kaget "loh, kenapa dokter jagat tahu, bahwa adik ku Anton Sucipto, apa dokter jagat mengenal adik ku"
Jagat mengangguk "ya aku kenal bang Anton beberapa hari yang lalu, dia sedang di kejar oleh geng shooting gun dan kebetulan aku sedang melintas, dia meminta tolong dan aku menolongnya, sampai aku membawa istri dan anaknya untuk mengungsi"
"Apa dia sampai harus mengungsikan anak istrinya, kalau boleh tahu kemana dia membawa anak dan istrinya ?" Tanya Adi Sucipto.
"Bang Anton aku bawa ke hotel Arssad, aku kenal pak Alex dan pak Hadian, sehingga aku titip bang Anton kepada mereka berdua. Gangster tidak akan berani berbuat rusuh di hotel Arssad, selain memiliki banyak penjaga keamanan, hotel Arssad juga sekarang sedang banyak menerima calon bodyguard dan security, sehingga aku rasa tempat paling aman ya di sana" jelas jagat.
"Terima kasih aku ucapkan sebanyak banyaknya, aku tidak tahu harus berkata apa kepada mu, kamu sudah menolong ku dan mengobati ku, dan kamu juga menolong anak nakal ku" ucap Adi Sucipto sambil berkaca kaca.
"Sudahlah itu bukan apa-apa, aku dan bang Anton sudah seperti saudara, bahkan bang Anton sudah menganggap ku sebagai adiknya sendiri" ucap jagat.
"Hahaha....aku senang, kalau begitu, aku juga akan menganggap kamu adik kecil ku, jangan panggil aku sebagai bapak, panggil aku Abang saja seperti kamu memanggil Anton dan aku akan memanggil mu adik kecil atau adik jagat" ucap Adi Sucipto.
Mereka pun sepakat untuk mengangkat saudara angkat, dan berjanji akan saling membantu.
Kemudian setelah selesai di terapi, Adi Sucipto pun menyerahkan sebuah kartu bank "ini untuk mu, tanda terima kasih ku, karena telah menyelamatkan adik ku dan juga biaya pengobatan ku, isinya tidak banyak hanya 200 miliyar saja, itu bukan apa-apa, karena sekarang kamu adalah adik ku, jangan menolak ya"
"Terima kasih bang Adi" ucap jagat.
"Eh aku punya satu permintaan lagi, teman baik ku sakit keras, dia sekarang sedang di rawat di rumah sakit umum daerah kabupaten B, aku ingin kamu memeriksa dan mengobatinya" pinta Adi Sucipto.
"Baiklah kalau begitu, hari Senin aku sudah ada di kota B, besok pagi aku ada harus ke kota T dulu" ucap jagat.
"Iya kalau kamu senggang hubungi aku, aku akan berada di kota B selama satu Minggu" ucap Adi Sucipto.
Mereka pun keluar dari kamar hotel dan duduk di kursi dimana orang orang sudah menunggu.
Di sana Adi Sucipto hampir lupa, selain ingin mengobati dirinya sendiri, dia juga ingin mengobati istrinya.
"Aku sampai lupa, bisa kah kamu memeriksa istri ku, sudah sangat lama aku ingin memiliki keturunan dan sampai sekarang istri ku belum hamil juga" pinta Adi Sucipto.
Jagat pun memeriksa denyut nadi istri Adi Sucipto dan dia tahu penyebab kenapa istri Adi Sucipto tidak bisa hamil.
"Ada apa, apa ada masalah ?" Tanya Adi Sucipto.
Jagat menggelengkan kepalanya "istri bang Adi sehat, dia tidak memiliki kelainan, tetapi ada satu hal yang tidak bisa aku katakan secara langsung, ini harus berbicara secara pribadi"
__ADS_1
Kemudian Adi Sucipto mencari tempat duduk yang sedang sepi supaya pembicaraan mereka tidak didengar oleh orang lain.
Sekarang jagat duduk bertiga di kursi pojok bersama Adi Sucipto beserta istrinya.
Jagat pun mulai bertanya kepada istrinya Adi Sucipto "Maaf kalau aku lancang bertanya, apakah kakak ipar pernah menggugurkan kandungan, ini penyebab kakak ipar tidak bisa hamil"
Mendengar itu Adi Sucipto langsung marah "Apa...apa benar semua yang di katakan adik kecil"
Istrinya Adi Sucipto pun menundukkan kepalanya, dia tidak berani berbicara sepatah katapun.
"Bang Adi jangan marah dulu, ini mungkin terjadi sewaktu kakak ipar belum menikah dengan bang Adi" ucap jagat.
Adi Sucipto pun menunjuk istrinya itu "Sri apa yang di katakan adik kecil benar, cepat katakan, kalau tidak...."
Di sana Adi Sucipto menekankan dan tidak melanjutkan bicaranya karena ada ancaman yang entah apa.
Istri Adi Sucipto yang di panggil Sri itu masih menunduk dan tidak mau berbicara, karena geram istrinya bungkam Adi Sucipto pun menggebrak meja.
Brak ....
"Cepat katakan" bentak Adi Sucipto.
Sri pun langsung berlutut kepada Adi Sucipto "Sayang maafkan aku, tetapi ini rahasia masa lalu ku"
"Oh jadi kamu sudah berani main rahasia rahasia an dengan ku" ucap Adi Sucipto.
"Aku tidak berani sayang, maafkan aku" ucap Sri sambil bersimpuh.
"Kalau begitu cepat cerita" bentak kembali Adi Sucipto.
Kemudian Sri pun mulai bercerita sambil bersimpuh di depan Adi Sucipto "Kalau aku jujur dan menceritakan semua, berjanjilah kamu tidak akan menceraikan ku, karena aku sangat mencintai mu"
"Dasar bodoh, aku juga mencintai kamu, tapi aku tidak mau di khianati meskipun aku sangat cinta" ucap Adi Sucipto
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna