Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 79 Geng Serigala Petarung Jalanan


__ADS_3

Bab 79 Geng Serigala Petarung Jalanan


Hari ini jagat ada mata kuliah, dia harus ke kampus, jadwal yang biasanya sore di geser pagi, karena dosen yang mengajar ada perlu sehingga jagat harus berangkat pagi.


Mesin motor yang sudah di panaskan siap untuk di pake, jagat pun sudah bersiap berangkat dia mengunci pintu dan langsung tancap gas menuju jalan kampung.


Jam menunjukkan pukul 8 pagi, di warung Ceu Rodiah sudah banyak di kunjungi oleh pelanggan, mereka memesan kopi hitam dan menyantap gorengan.


Ada sekitar 20 orang dengan menggunakan 10 motor, mereka nongkrong di warung Ceu Rodiah sambil menunggu seseorang.


Beberapa dari mereka memesan mie instan dan Ceu Rodiah pun dengan cepat membuatkannya.


"Wah pagi pagi begini sudah banyak pelanggan ya pak, aku bersyukur hari ini" ucap Ceu Rodiah yang sedang mengobrol dengan mang Maman.


"Iya Bu, tapi tumben banyak yang nongkrong, emang ada kegiatan apa sih" tanya mang Maman heran.


Ceu Rodiah mengangkat kedua tangannya "entahlah coba tanyakan sendiri sama bapak"


Sambil membantu membawakan pesanan mie instan dan kopi mang Maman pun berusaha bertanya kepada mereka.


"Ngomong ngomong, tumben Aden Aden ini nongkrong di warung mamang, dari mana dan akan ke mana den" tanya mang Maman.


Salah seorang dari mereka pun ada yang menjawab "kami dari kota timur mang, biasa anak muda lagi konvoy, kebetulan sambil nunggu temen lewat"


"Oh konvoy" ucap mang Maman.


"Tapi maaf ya Aden Aden, makanan dan minumannya di bayar di muka saja, soalnya takut kelupaan" Timpal Ceu Rodiah.


"Iya Bu bentar" ucap orang itu sambil merogoh saku celananya dan berbicara kepada teman yang lainnya. "Woy bayar dulu baru makan ayo keluarin uang kalian"


Sengaja Ceu Rodiah berbicara begitu, karena biasanya kalau anak muda yang suka konvoy terus nongkrong di warung mereka Darmaji.


Istilah Darmaji yang berarti makan Lima yang ngaku di makan satu, itu istilah dari bahasa Sunda Dahar lima ngaku Hiji, yang di singkat Darmaji.


Mereka pun membayar karena di tagih terlebih dahulu oleh Ceu Rodiah, ya ini pengalaman yang pernah terjadi dulu. Anak anak yang nongkrong makan gorengan gak di hitung habis itu mereka pergi begitu saja.


Dan yang di bayar hanya mie dan kopi saja, tetapi sekarang Ceu Rodiah memberanikan diri supaya mereka bayar terlebih dahulu baru mereka makan.


Dan itu ternyata berhasil, mereka semua bayar baru mengambil makanan yang mereka pesan atau mereka inginkan.

__ADS_1


Setelah beberapa lama menongkrong, mang Maman pun melihat ada sebuah motor melaju cepat melewati waktu Ceu Rodiah.


"Bu apa tadi itu nak jagat, kenapa dia tidak mampir, kan biasanya suka mampir terlebih dahulu dan pesan makanan di sini" ucap mang Maman.


"Mungkin dia lagi sibuk dan terburu buru, dari kemarin juga dia tidak ada mampir ke sini pak" jawab Ceu Rodiah.


Orang orang yang nongkrong mendengarkan percakapan dari Ceu Rodiah dan mang Maman, salah seorang dari mereka pernah berhadapan dengan jagat waktu kemarin lusa, karena di suruh oleh Cakra.


Dan sekarang orang tersebut bersama kelompok baru, dan sengaja nongkrong di sini untuk menunggu jagat lewat.


"Bos tadi yang lewat itu, jagat, dia orang yang harus kita ...." Orang itu berbisik.


"Baiklah ayo kita berangkat dan ikuti dia" ucap pemimpin mereka.


Mereka pun bangkit dan segera menaiki motor mereka salah satu dari mereka pun berpamitan kepada Ceu Rodiah dan mang Maman dan nampak seperti para pemuda yang baik


Tetapi di belakangnya ada maksud yang berselubung, nongkrong di warung Ceu Rodiah bukan sekedar nongkrong tetapi menunggu jagat untuk di beri pelajaran.


" Ceu, mang kami berangkat dulu ya, Terima kasih makanan dan kopinya, lain waktu kami nongkrong di warung ini lagi, semua udah di bayar kan" ucap pemimpin kelompok nampak ramah.


"Terima kasih den, kenapa cepat cepat" tanya Ceu Rodiah.


"Ya sudah hati hati di jalan" ucap Ceu Rodiah.


Mereka pun menyalakan sepeda motor mereka dan kemudian melaju cepat di jalan raya untuk menyusul jagat yang berkendara sendiri.


Karena mereka mengendarai sepeda motor sangat ngebut, tidak lama kemudian jagat pun tersusul dan kebetulan jagat langsung di pepet di jalanan yang sepi.


"Woy berhenti" ucap salah seorang dari mereka sambil memepet motor jagat hingga jagat harus menepi di pinggir jalan.


"Ada apa ya, kenapa kalian memberhentikan laju motor ku" tanya jagat.


Anak buah Cakra yang dulu pernah di kalahkan langsung turun dari sepeda motor dan menghampiri jagat.


"Jangan pura pura bodoh, aku menghadang mu ingin balas dendam karena kamu sudah menghajar ku waktu itu, sekarang kami lebih banyak, dan kamu sekarang pasti akan babak belur" ucap lelaki itu.


Sedikit pun tidak ada rasa takut di wajah jagat, melihat 10 sepeda motor dengan total 20 orang mengepung dirinya dari depan dan belakang juga dari samping.


Tidak ada celah untuk melarikan diri, semua jalan di kepung. Jagat hanya bisa melawan untuk bisa pergi dari sana karena kalau dia tidak melawan pasti dia yang akan di pukuli.

__ADS_1


Jagat pun turut dari sepeda motornya dan dia menyetandarkan motornya tersebut.


Jagat tersenyum melihat sekumpulan orang ini "Benarkah kamu mau balas dendam kepada ku, aku kira kalian semua belum cukup banyak untuk membuat ku babak belur"


"Sombong sekali kamu dasar bocah kampung, mereka semua bukan anak kemarin sore, mereka dari geng Serigala Petarung Jalanan kamu akan tahu rasa sekarang" ucap lelaki itu.


Jagat mencoba untuk memprovokasi mereka "Tapi apa kalian mampu melawan ku, aku tidak yakin, emang sih namanya bagus geng serigala Petarung Jalanan, tapi kok kayak anak SD yang mau tauran, main keroyokan"


Salah seorang dari pemimpin kelompok itu buka suara "Hey boy, kami tidak main keroyokan, perkenalkan nama ku beni, aku menantang mu by one disini. Bila kamu menang aku akan melepaskan mu"


Pemimpin dari geng serigala Petarung Jalanan itu memperkenalkan diri bernama beni, dia nampak jago berkelahi dan tahu tentang bela diri.


Jagat tersenyum dan berjalan menjauhi sepeda motornya, dia mencari tepi jalan yang sedikit lebih luas untuk dia berkelahi.


"Ayo cepat turun lah dari motor, aku tidak banyak waktu meladeni kalian semua" tantang jagat.


Beni pun turun dari atas jok motor dan dia pun berjalan menghampiri jagat "Ayo kita mulai"


Beni langsung memasang kuda-kuda dia nampak sudah sedia dan tidak takut apa pun.


Jagat langsung bergerak cepat menghampiri Beni, tangannya melayang ke pipi Beni, sampai dia tidak sempat untuk mengindarinya.


Plak....


Tamparan telak mendarat di pipi Beni, telapak tangan 5 jari terukir merah di pipi.


"Kurang ajar, aku belum siap tahu" ucap beni sambil meringis kesakitan dan memegangi pipi yang di tampar jagat.


"Hahaha....kamu bilang sudah mulai, ya ayo. Tunggu apa lagi, berkelahi ya berkelahi gak perlu nunggu aba aba terlebih dahulu" ucap jagat.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2