Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 189 Masuk Kedalam Penjara


__ADS_3

Bab 189 Masukan Kedalam Penjara


Barry tidak percaya bahwa jagat pemilik hotel Arssad ini, bukan hanya dia dokter Dian pun tidak menyangka bahwa pemuda yang selalu berpenampilan sederhana, dan dokter magang yang satu divisi dengan dirinya adalah pemilik hotel Arssad tempat istrinya bekerja.


Sedangkan di luar hotel Arssad cabang, puluhan pereman yang di hubungi oleh Barry bergegas datang dengan menaiki mobil truk.


Mereka melompat turun dari atas bak truk dan bergegas masuk kedalam restoran.


Pemimpin pereman itu pun berteriak "Di mana Bos Barry, cepat bawa aku untuk menemuinya"


Karena pereman itu sudah terbiasa keluar masuk hotel ini dan mereka sering di bayar oleh Barry untuk melakukan tugas kotor, seperti menghajar orang dan menagih hutang.


Di sana Elis mengenali siapa pemimpin pereman yang berteriak itu, dia adalah bang Jupri, anak buah dari Tandi Tandjaya.


Mereka pernah bertemu di rumah makan Padang saat akan menuju ke kampung cisarati.


Perban masih melingkar di tangan bang Jupri, karena terakhir kali dia di patahkan tangannya oleh jagat.


Salah seorang pelayan restoran pun menghampiri dan membungkukkan badannya di depan bang Jupri sebagai pemimpin pereman.


"Bang Jupri, bos Barry ada di ruangannya, mari aku antar" ucap pelayan restoran.


Pelayan itu pun memandu pergi, tetapi baru saja 5 langkah, Elis langsung berdiri dan berkata "Berhenti, mau kemana kalian semua"


Mendengar ada suara wanita yang mencegah dirinya pergi, bang Jupri pun menjadi marah "Siapa yang berani mencegah...."


Bang Jupri menengok ke arah Elis dan dia pun tidak melanjutkan perkataannya, bang Jupri tahun bahwa Elis kakak dari Tandi Tandjaya. Bos besar pereman di terminal.


Sehingga bang Jupri merasa ketakutan dan langsung bersikap ramah kepada Elis "Kakak, kenapa anda ada di sini, apakah bos besar sudah kembali"


Bang Jupri berbasa-basi, dia takut akan kejadian terakhir kali, jagat membuat dirinya cacat gara gara dirinya menggoda Elis dan Sofy.


Elis pun langsung membentak "Jangan campuri urusan di hotel ini kalau kalian tidak mau masuk ke dalam penjara, Barry sedang di tangkap petugas, dan kalian di pinta datang untuk menghajar petugas yang berpakaian pereman, apa kalian berani"


Bang Jupri menggelengkan kepalanya "Tidak kakak, aku tidak mau masuk penjara karena memukuli petugas, baiklah anggap saja kami tidak datang ke tempat ini, kami akan pergi segera"


Bang Jupri pun melambaikan tangannnya untuk menyuruh anak buahnya pergi meninggalkan restoran ini.


Sebelum pergi bang Jupri membungkukkan badannya "Terima kasih kakak, karena sudah menyelamatkan hidup kami dengan memberitahukan apa yang terjadi"

__ADS_1


Bang Jupri pun pergi, dia pun bergumam sambil marah "kurang ajar si Barry, kalau tidak ada kakaknya bos besar, mungkin besok aku sudah mendekam di penjara, karena mengeroyok petugas yang sedang menyamar"


Di dalam kantor, Imas masih di sandera oleh Barry, dia menunggu bantuan datang, tetapi pereman yang dia hubungi belum datang.


"Sialan si Jupri dan anak buahnya, kenapa tidak cepat datang, biasanya kalau aku panggil mereka langsung datang dengan cepat " gumam Barry.


Di sana teman gifari merogoh saku celananya dia mengambil handphone dan menelpon satuan tugas yang sedang paket.


"Unit satuan tugas yang terdekat dengan hotel Arssad, cepat merapat, di dalam hotel ada pemerkosa yang menyandra korbannya"


Di ujung telpon pun seseorang menjawab "Siap lapan nam"


Gifari pun berbicara kembali "cepat lepaskan wanita itu, kalau kamu masih menyandra wanita itu makan aku yakin hukum mu akan bertambah berat"


Barry malah menanggapi gifari dengan arogan "Hai bocah kamu berbicara tentang hukum, apa kamu ini seorang polisi"


Gifari pun mengangguk "ya, kami berdua petugas kepolisian yang kebetulan sedang makan di restoran hotel Arssad ini, maka lepaskanlah wanita itu, hukuman mu di jamin di ringan kan"


"Hahaha.... dasar pembual, bocah itu mengaku tuan muda Arssad pemilik hotel ini, dan sekarang kamu mengaku sebagai anggota kepolisian, apa aku sebodoh itu sehingga aku akan percaya kepada mu" ucap Barry.


Kemudian terdengar suara dering telepon dari handphone milik Barry yang diletakkan di atas meja.


Barry tahu bahwa yang menelpon itu adalah bang Jupri dan dia pun berencana menayangkan bang Jupri sudah berada di mana.


Tetapi sebelum Barry berucap, bang Jupri berbicara terlebih dahulu sambil marah marah, dan tidak ada rasa sopan kepada Barry.


Karena biasanya bang Jupri sangat sopan dan memanggil Barry dengan sebutan bos Barry, tetapi sekarang bang Jupri langsung menyebut nama.


"Barry kurang ajar, kamu ingin menjerumuskan kami dengan menyuruh kami menghajar petugas yang berpakaian pereman yang akan menangkap mu, kalau saja tidak ada yang memberitahu ku, maka aku akan terjerumus dan di bui bersama mu" ucap bang Jupri. Bang Jupri pun langsung menutup telponnya.


Di kala Barry sedang lengah karena mengangkat telepon, jagat pun mengambil kesempatan untuk melempar jarum akupuntur ke arah tangan Barry.


Barry yang tercengang dengan ucapan bang Jupri bahwa yang ada di depannya adalah benar benar seorang polisi dia pun sedikit gemetaran, kakinya menjadi lemas.


Wuss....


Cleb....


Jarum akupuntur melesat cepat dan segera menancap telak di tangan Barry, dia pun melepaskan Imas dengan sepontan.

__ADS_1


Imas terdorong kuat oleh Barry ke arah depan, Imas pun terhuyung dan hampir jatuh ke lantai, beruntung gifari berada di paling depan sehingga gifari bergegas menangkap Imas yang hampir terjatuh.


Brak....


Gifari langsung memeluk Imas dan Imas pun langsung menangis di pelukan gifari.


Teman gifari kemudian bergegas berlari untuk menangkap Barry, dan Barry pun langsung di pelintir tangannya ke belakang sambil di tekan supaya dia berlutut di lantai.


"Kena kamu sekarang, aku sudah lama mengawasi mu, kami tidak bisa menangkap mu karena tidak memiliki bukti dan saksi, tetapi sekarang hukuman mu akan sangat berat karena kamu sudah berani melecehkan bahkan menyandra seorang wanita di depan polisi" ucap temannya gifari yang sedang menekan tangan Barry.


Tidak lama kemudian sekumpulan petugas berseragam datang dia menghormat kepada gifari "lapor kapten, kami sudah datang"


Gifari pun menjawab sambil menunjuk "Bawa orang itu, dan masukan kedalam penjara, dengan tuduhan pelecehan seksual dan pemerkosaan serta melakukan tindakan kekerasan"


"Siap kapten" ucap petugas tersebut.


Barry pun di gelandang ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya dia sudah melanggar hukum pasal 285 Ketentuan Umum Hukum Pidana atau KUHP


Pasal itu berbunyi 'Barang siapa dengan kekerasan atau ancaman ancaman kekerasan memaksa seorang wanita bersetubuh, dengan dia di luar perkawinan, diancam karena melakukan pemerkosaan. Maka dapat di ancaman dengan hukuman pidana penjara paling lama 12 tahun'


Hukum itu akan menjadi pembelajaran bagi Barry karena sudah berani melakukan pelecehan terhadap karyawan wanita, dan itu juga bukan sekali dua kali.


Bahkan ada karyawan wanita yang nekad melakukan bunuh diri karena hamil dan Barry tidak mau bertanggung jawab.


Semua orang menghela nafasnya, mereka gembira saat melihat Barry di bawa oleh petugas, apalagi karyawan wanita yang kerap kali di lecehkan.


Sekarang mereka akan bernapas lega karena terorr yang selama ini melanda pekerjaan mereka sudah sirna, mereka pun bisa bekerja dengan tenang dan tanpa rasa takut lagi.


Apa lagi polisi itu mengatakan bahwa Barry pasti di penjara akan sangat lama dan lebih dari 10 tahun karena perbuatan bejat yang dia lakukan.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇

__ADS_1


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2