
Bab 76 Tunangan Mas Cakra
Biasanya di tempat ini sari buah di gunakan sebagai oplos minuman berkadar alkohol tinggi, supaya tidak terlalu menyengat dan membuat ras menjadi lebih nikmat.
Apa lagi kalau di sajikan dengan es batu dan terasa dingin dan mantap untuk para penikmatnya.
Di sana Ajeng pun bertanya "Mas Cakra kenal wanita itu"
Cakra tidak menyangkal dia pun mengangguk "iya, aku kenal semua karyawan di Club malam ini, karena dua Minggu ke belakang aku yang memegang kendali atas club malam ini"
"Maksud mu, kamu managernya" tanya Ajeng
Cakra mengangguk "iya, aku sampai 2 Minggu ke belakang menjadi manager di Club malam ini, sehingga karyawan di sini menyebut ku bos"
"Tapi kenapa sekarang tidak" tanya Ajeng.
Cakra pun mengangkat kedua tangannya dan mulai bercerita "Entahlah, ini berawal dari 2 Minggu yang lalu, katanya ada audit gak tahu tuan muda pemilik hotel ini, yang meminta ke papa untuk menyerahkan club' malam ini ke manager lama.
Ya intinya aku di jelek jelekin, oleh orang yang tidak tahu siapa, yang mengatakan kalau aku tidak becus bekerja dan malah mendatangkan kerugian, padahal keuntungan dari tempat ini sangat besar, bersihnya saja per hari kalau sedang ramai bisa mencapai lebih dari 10 juta...."
Cakra bercerita panjang lebar kepada Ajeng dengan memutar balikkan fakta, seolah dirinya di jebak untuk disingkirkan dari perusahaan yang di kelola oleh ayahnya itu.
Ajeng pun menanggapinya dengan bijak "yang sabar ya mas, memang sih di mana mana kalau orang syirik itu selalu ada, yang penting mas Cakra tunjukan bahwa yang di tuduhkan orang tersebut tidak benar"
"Terima kasih, ya dek. Ternyata kamu baik, kalau aku memiliki istri seperti kamu mungkin hidup ku akan bahagia dan cobaan seperti ini bisa aku lalui Dangan mudah" Cakra mulai mengungkapkan isi hatinya dan dia merayu.
Ya itu juga yang sering dia katakan kepada wanita yang dia rayu, tetapi untuk sekarang apakan dia tulus ataukah hanya modus.
Obrolan mereka pun terpotong karena pelayanan sudah datang membawa pesanan, 2 botol minuman sari buah 2 gelas dan semangkuk es batu di letakan di atas meja.
"Ini Bos, pesanannya selamat menikmati" ucap pelayan tersebut.
Kemudian pelayanan itu pun pergi, untuk melayani pelanggan lainnya.
Cakra pun membuka tutup botol dan menuangkannya ke dalam gelas, Cakra menuangkan sari buah itu hanya setengah gelas, dan kemudian gelas itu di masukan es batu yang berbentuk kotak kecil sehingga gelas nampak menjadi penuh.
"Ayo dek, di coba, ini rasanya asam manis dan menyegarkan, banyak mengandung vitamin C juga bagus untuk kesehatan, apa lagi untuk kulit mulus dek Ajeng" Cakra mulai melemparkan kata kata rayuan.
Ajeng pun tersenyum dan bahagia mendengar rayuan gombal dari Cakra yang membuat hidung Ajeng mengeluarkan sayap dan terbang tinggi, kemudian balik lagi.
__ADS_1
"Iya mas aku coba ya" jawab Ajeng dengan mengambil gelas yang sudah berisi minuman.
"Emm.... memang enak mas, aku menyukainya" ucap Ajeng.
"Aku juga suka kamu" jawab Cakra.
Ajeng pun menanggapinya dengan senyuman manis sedikit malu-malu tapi mau
"Mas Cakra bisa aja" ucap ajeng sambil tersipu malu.
"Tapi kalau orang tua kita, berniat menjodohkan kita berdua apakah dek Ajeng mau dengan ku" tanya Cakra.
Ajeng menganggukan kepalanya tanpa berbicara, dia pura pura meminum kembali minuman yang ada di gelas padahal sudah dia habiskan dengan sekali teguk dan tersisa es batunya saja.
"Eh ternyata sudah habis" ucap Ajeng malu
"Biar mas Cakra yang menuangkanya kembali" tawar Cakra sambil mengangkat botol dan menunagkanya di gelas Ajeng. Setelah itu Cakra pun menunagkan minuman itu di gelasnya sendiri.
Setelah beberapa lama mengobrol dan sedikit nyambung, tiba-tiba seorang wanita yang berpenampilan serba hitam datang menghampiri Cakra.
Dia sudah sedikit mabuk, dan berjalan sempoyongan dengan di ikuti oleh temannya yang berpenampilan seksi.
Dia pun menggeser kursi di meja yang Cakra dan ajeng sedang berkencan.
"Ajeng pun dengan spontan langsung bertanya kepada Cakra "Siap si mas wanita ini apa mas Cakra kenal"
Tanpa menunggu jawaban dari Cakra wanita itu langsung menyodorkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Ajeng.
"Nama ku Eriska, panggil saja Riska, dan ini teman ku Lina" ucap Eriska.
Ajeng pun ragu menyambut uluran tangannya Eriska tetapi dia memberanikan diri "Aku Ajeng, Tunangan Mas Cakra"
Ajeng berbicara dengan mengaku Tunangan dari Cakra, padahal dia ini baru calon tunangan saja.
"Uih, tunangan ya, apa aku tidak mimpi, ternyata play boy kampus sudah memiliki tunangan, hahaha...." Ledek Eriska.
Cakra pun sedikit geram "Apaan sih ka, kamu ganggu orang saja"
"Aku gak berniat untuk mengganggu orang, tapi aku kesini ingin bertanya. Apa kamu melihat jagat, sudah dari hari Selasa aku tidak bertemu dia, aku kesini karena kamu bermasalah dengan dia, aku takut dia di hajar anak buah mu sampai babak belur?" Tanya Eriska
__ADS_1
"Apa peduli ku, dengan si Office Boy itu, sudah beberapa hari aku cari dia di hotel ini, tetapi kayaknya dia tidak kerja, kalau sampai ketemu dia, pasti aku akan menghajanya, karena sudah membuat ku masuk kedalam rumah sakit" ucap Cakra dengan nada tinggi.
Kemudian Eriska menunjuk Cakra dan mengancam "Awas kalau Jagat kenapa kenapa, akan aku berikan perhitungan kamu nanti"
Eriska pun berbalik dan menyeret tangan Lina untuk pergi dari sana "ayo kita pergi"
"Aku tidak akan Takut dengan ancaman wanita liar, seperti mu" ucap Cakra sambil mengacungkan jari tengah nya ke arah punggung Eriska.
Kemudian Cakra pun beralih ke arah Ajeng, "Maaf ya dek Ajeng, aku emosi kalau melihat perempuan gila seperti dia, apa lagi menyangkut tentang si jagat yang hanya seorang OB, dia sudah berani menyinggung ku, sampai aku masuk kedalam rumah sakit"
Cakra pura pura begitu di depan Ajeng, supaya harga dirinya tidak hancur, kalau saja tidak ada Ajeng mungkin Cakra akan memaksa Eriska untuk menerima pernyataannya, tetapi sudah berulang kali selalu di tolak.
Eriska memang sangat cantik, dan kecantikannya tidak terlihat karena dia berpenampilan seperti anak Black Metal, tetapi biar pun berpenampilan begitu Eriska tetap menarik.
Cakra mengejar ngejar Eriska hanya untuk memanfaatkan dirinya, dia adalah anak orang terkaya di kota ini, anak dari pemilik universitas dan rumah sakit ternama di kota ini.
Sehingga Cakra selalu melakukan apa pun untuk membuat Eriska menerimanya sebagai pacar, sampai laki laki yang dekat dengan dirinya selalu di ancaman oleh Cakra supaya menjauh dan hanya dia laki laki yang boleh dekat dengan Eriska.
Hanya orang yang bernama jagat saja yang berani kepada Cakra yang menurutnya dia entah datang dari mana.
"Apa kamu benar masuk rumah sakit gara gara orang yang bernama jagat?" Tanya Ajeng.
Cakra pun mengangguk manja sambil memegangi kepalanya "iya aku di pukul dengan botol minuman di sini, hingga kepalaku harus di perban"
"Sebenarnya aku seperti familiar dengan orang yang bernama jagat ini, apakah orang yang sama yang mengontrak di rumah bapak, kalau boleh adakah kamu memiliki potonya" tanya Ajeng.
"Apa kamu mengenalnya gak dek" Cakra sambil membuka layar ponselnya memperlihatkan Poto dari jagat.
Ajeng melihat Poto yang ada dalam handphone milik Cakra di sana terlihat jagat yang sedang berdiri, Cakra memotret jagat ketika berada di kampus untuk di tunjuk ke teman peremannya ketika menyuruh untuk mengajar jagat.
Ajeng menyipitkan matanya "iya benar ini dia"
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna