
Bab 297 Jadikan Hinaan Menjadi Motivasi
Setelah jagat naik tangga berjalan dan sampai lantai atas ada seseorang yang menepuk pundaknya.
Jagat pun mengengok ke belakang, dia terkejut karena yang menepuk pundaknya itu seorang lelaki yang bertubuh tinggi besar dengan otot terlihat dari tangannya.
Lelaki itu memakai kaos ketat berwarna Nevi sehingga otot tubuhnya kelihatan, lelaki itu pun menyapa sambil bertanya.
"Hai kamu jagat kan ?...."
Jagat mengangguk dan menjawab "iya apa kamu kenal dengan ku"
Lelaki itu tersenyum "hai kawan apa kamu sudah melupakan aku sahabat mu ini, sudah hampir 5 tahun kita tidak bertemu"
Mendengar itu jagat berpikir dan mengingat ingat, 'Sudah hampir 5 tahun' itu berarti dia teman semasa SMA tetapi jagat tidak pernah kenal lelaki yang memiliki perawakan tinggi besar seperti ini.
Jagat mengelus dagunya sambil melihat lelaki itu "Siapa ya aku lupa ?"
Lelaki itu menggeplak geplak bahu jagat sambil tertawa "Hahaha.... Dasar pelupa, sama sohib sendiri tidak kenal"
Lelaki itu menunjuk ke arah nya sendiri dengan menggunakan jari jempolnya "Aku Mardiansyah apa kamu ingat"
Mendengar nama itu barulah jagat mengingat "Eih.... Memang aku ingat dengan Nama Mardiansyah, tapi dulu dia kurus kering tidak seperti kamu yang tinggi besar"
"Hadeuh dasar kamu jagat, kita sudah lama tidak bertemu, aku sekarang banyak berubah, tapi wajah mu tidak banyak berubah sehingga sekali melihat mu aku langsung mengenali mu" jawab lelaki yang mengaku Mardiansyah.
Jagat seperti orang yang bodoh dia menggaruk kepalanya "Oh iya ya, kita kan hampir 5 tahun tidak bertemu, kalau begitu ayo kita ke lantai atas kita makan dan gopi biar aku traktir"
Mardiansyah pun setuju dan dia pun ikut dengan jagat ke lantai atas.
"Ngomong ngomong, sekarang kamu kerja di mana ?" Tanya jagat.
"Kamu tahu kan, waktu di SMA, aku bercita cita menjadi Tentara, teman teman sekelas selalu menghina ku karena badan ku yang kerempeng, dan hinaan itu menjadi motivasi untuk bangkit dan pada akhirnya cita cita ku terlaksana"
Jagat mengacungkan jari jempolnya "Hebat kamu, jadi sekarang kamu ini tentara"
Mardiansyah pun mengangguk "Iya gat, bagai mana dengan mu ?"
Mardiansyah pun bertanya balik kepada jagat.
Jagat menghela nafasnya "Kamu tahu kan teman sekelas kita mengatakan aku itu apa ?"
__ADS_1
Mardiansyah mengangguk "Iya aku ingat, kamu sering di sebut si cucu dukun"
Jagat mengangguk "Ya itulah julukan ku dulu di SMA yaitu si cucu Dukun, tapi apa salahnya sebagai cucu dari seorang dukun, sehingga dari sana aku bercita ingin menjadi dokter, aku ingin membuktikan bahwa Praktek perdukunan bisa di padukan dengan praktek kedokteran modern, sehingga selulus SMA aku berangkat keluar negeri dan berkuliah di universitas Orthon"
Mardiansyah membelalakan matanya "Jadi !"
Jagat mengangguk tanpa menjawab dan Mardiansyah melanjutkan bicaranya "Kamu sekarang seorang dokter"
"Ya aku dokter, baru lulus tahun lalu, sekarang aku menjadi dokter magang di rumah sakit Wijaya, dan aku juga kembali kuliah untuk mendapatkan ijin praktek" tutur jagat.
Mardiansyah mengacungkan jari jempolnya "Hebat kamu jagat, jadi cita cita yang kita inginkan sudah tercapai"
Jagat mengangguk "ya, itu benar, kan katamu tadi jadikan hinaan menjadi motivasi untuk kita bangkit dan mencapai tujuan"
Jagat pun membahas tentang hal yang lain yaitu membicarakan teman temannya yang lain.
"Apa kamu tahu bagai mana kabar Mahbub ?" Tanya jagat kepada Mardiansyah.
Mardiansyah mengangguk "Ya beberapa bulan yang lalu aku sempat ketemu, dia membuka bengkel mobil, dan usahanya sudah sangat maju, sekarang dia sudah memiliki istri dan seorang anak yang lucu"
Jagat tersenyum "Bagus lah kalau begitu, aku jadi kangen dengan dia, aku ingat kita selalu berempat dan dia di juluki si dekil sama teman teman kita"
"Ya aku juga kangen masa masa itu, negekos bersama, bermain bersama, bahkan kita bolos bersama, tetapi bagai mana kabar si Ghifari ya, soalnya hanya dia yang belum aku temui" ucap Mardiansyah.
"Oh iya sampai lupa, ada grup Cheat, alumni SMA kita, nanti aku masukan kamu kedalamnya, sini minta nomor telepon mu" pinta Mardiansyah.
Jagat memberikan no teleponnya dan Mardiansyah pun memasukannya ke dalam telpon miliknya.
Setelah itu jagat pun langsung di masukan grup Cheat alumni SMA.
"Satu lagi Minggu depan ada acara reuni, yang akan di adakan di Idhang Resto, restoran terkenal di kota S kita, aku harap kamu datang dan ikut serta, jangan lupa kasih tahu Ghifari ya"
Jagat mengangguk "Ya aku nanti akan beritahu dia, dan kebetulan Minggu depan aku tidak ada acara"
"Bagus lah kalau begitu" ucap Mardiansyah.
Mereka pun kembali mengobrol santai sambil minum kopi, jagat melambaikan tangannnya ke arah tangga berjalan, dan terlihat ada 2 wanita cantik yang muncul dari balik tangga berjalan itu"
Mereka berdua adalah Dias dan Dara yang datang terlebih dahulu setelah mereka pergi ke salon.
"Kamu melambaikan tangan sama siapa gat ?" Tanya Mardiansyah.
__ADS_1
Jagat menunjuk ke arah Dias dan Dara yang sedang berjalan menghampiri.
"Aku melambaikan tangan kepada mereka" jagat menunjuk.
Mardiansyah memelototkan matanya "mereka ?.... Kedua wanita cantik itu ?"
Jagat mengangguk "Ya memangnya kenapa"
"Apa mereka Berdua Model, tubuh mereka sangat profesional dan memiliki paras yang cantik" Mardiansyah kagum dengan kecantikan Dara dan Dias.
Sebenarnya bukan hanya Mardiansyah, tetapi orang orang di BIP Mall ini memandang ke arah mereka berdua, sehingga mereka berdua menjadi pusat perhatian.
Setelah Dias dan Dara mendekat, jagat pun mengenalkannya kepada Mardiansyah.
"Mas sedang ngobrol sama siapa ?" Tanya Dias.
"Dia teman ku semasa SMA, perkenalkan nama nya Mardiansyah" ucap jagat.
Mardiansyah pun berdiri dan menjulurkan tangannya untuk bersalaman, Dias pun menyambut uluran tangan Mardiansyah.
"Aku Mardiansyah Mbak" ucap Mardiansyah memperkenalkan dirinya.
Dias tersenyum "Aku Ayu Dias, Panggil saja Dias, aku istrinya mas jagat"
Deg....
Mardiansyah pun tersentak kaget karena jagat memiliki istri yang sangat cantik.
Mardiansyah tersenyum dan mengangguk sambil melepaskan pegangan tangannya.
Kemudian tangan Mardiansyah di sambut lagi oleh Dara "Aku Ayu Andara, panggil saja aku Dara, aku juga istrinya mas jagat"
Deg....
Kembali Mardiansyah tersentak, Jiwa ke jombloannya meronta, Mardiansyah pun menatap ke arah jagat, jagat tersenyum sambil mengangguk.
Kemudian Mardiansyah melepaskan tangan dan duduk, Dias dan Dara mencari tempat duduk di dekat jagat.
"Gila kamu jagat, memiliki 2 istri yang sangat cantik, bagai mana caranya" ucap Mardiansyah sambil memuji.
Jagat tersenyum "ya itulah keuntungan menjadi cucu dari Dukun.
__ADS_1
***
* Bersambung