
Bab 254 Aku Adalah Miliknya
Widi pun bercerita tentang suami nya yang memerintahkan dirinya menemui Andi dan berterima kasih kepada dirinya.
Bahkan Widi di suruh kalau bisa dia menikah dengan Andi, tetapi waktu itu Andi sedang mengejar Linda istrinya yang sekarang dia nikahi.
Sehingga Widi mengurungkan niatnya untuk datang kepada Andi karena dia tidak mau menghancurkan rumah tangga Andi bersama istrinya itu.
Widi juga tahu siapa Andi dia seorang Bos gangster serigala dan memiliki perguruan pencak silat di kota bagian timur.
Widi juga sangat mengagumi Andi, karena sebagai Bos gangster dia tidak arogan dan tidak menindas rakyat kecil.
Bahkan dengan adanya dirinya, pedagang kaki lima merasa aman dan bebas dari rasa takut, Bahakan pemilik kendaraan yang di parkiran di wilayah gangster serigala tidak takut ada yang mencuri.
Iya karena gengster serigala bukan sekedar gangster, tetapi mereka menjadi panutan yang di dukung oleh para pedagang kaki lima.
Bahkan banyak perusahaan leasing menyewa jasa mereka untuk menagih hutang atau mendatangi nasabah yang mangkir.
Andi pun tercengang dengan pengakuan Widi yang telah mengenal dirinya dan bahkan dia tahu dan kenal dengan istri Andi.
"Jadi kamu berasal dari kota bagian timur ?" Tanya Andi.
Widi pun mengangguk "Ya tepatnya aku orang ci ekek, demi untuk melupakan suami ku dan aku tidak bisa menggapai kamu, selama ini aku berlatih beladiri, hanya dengan itu aku bisa melupakan semuanya, tetapi ketika aku melamar menjadi bodyguard di hotel Arssad dan ketemu kamu kemarin malam, hati ku jadi dag-dig-dug"
"Ya mungkin kita sudah jodohnya" ucap Andi.
Mereka pun berjalan sambil berpegangan tangan sambil bercerita satu dengan yang lainnya.
Setibanya di gubuk, jagat yang keluar sambil membawa guci langsung berbicara "Cie...yang baru jadian...."
Mereka berdua pun langsung melepaskan pegangannya tangannya, dan wajah Widi pun langsung merah padam.
Andi pun tersenyum sambil menggaruk kepalanya "Eh jagat, apa sudah selesai misi kita"
Jagat mengangguk "iya kak, ayo kita pulang"
Mereka pun pergi menuju ke mobil dan mereka pun pulang dengan salah satu bodyguard wanita yang bernama Tina mengendarai mobil.
Jagat duduk di kursi depan sedangkan idhang dan Firman duduk di kursi belakang, serta 3 bodyguard wanita lainnya termasuk Andi duduk di kursi paling belakang.
Eris yang menunggu dengan Tina dia bertanya kepada Nesti "Eh apa yang kalian lakukan tadi ?"
Dengan tatapan sinis ke arah Widi, Nesti pun bercerita "Sial hampir saja aku terjerumus oleh si mesum Widi, untung ada tuan Andi yang membantu melumpuhkan mereka"
__ADS_1
Widi malah tertawa "Hahaha....itu hanya trik saja tahu, kelemahan lelaki itu harus kita manfaatkan, kita tinggal mempelintir senjata lahir mereka saja mereka pasti pingsan dan urusan beres"
"Cih bisa saja kamu ngeles, nanti lagi aku ogah fartner dengan si Widi lagi" ucap Nesti.
Semua orang penasaran apa yang akan di lakukan oleh mereka sehingga Nesti sangat marah kepada Widi.
Jagat yang duduk di kursi depan pun menoleh sambil berbicara "Tenang saja, Mbak Widi akan berfatner dengan kak Andi dan kalian bertiga akan menjadi bodyguard istri ku"
Tina yang sedang menyetir pun langsung bertanya kepada jagat "Bukanya istri tuan muda itu lebih hebat dari pada kami, mengapa perlu di lindungi bodyguard seperti kami"
Jagat pun tersenyum "Aku memang tidak akan menjadikan kalian pengawal Elis dan Sofy, kalian akan mengawal istri ku yang lain yang bukan praktisi beladiri, karena aku tidak bisa selalu ada untuk melindungi mereka dari gangguan lelaki hidung belang"
Semua wanita yang ada di mobil langsung tercengang dengan pernyataan dari jagat, dan Tina pun bertanya kembali "Memangnya tuan muda punya berapa istri ?"
"Yang serumah Dengan ku hanya 4, dan jiwa yang ada di guci ini baru calon istri ku saja, belum Sah menjadi istri ku, belum pacar ku yang ada di luar" ucap jagat sambil tersenyum.
"Buset banyak amat, bagai mana cara mengatur semua kalau mereka ingin bertemu ?" Tanya Tina kembali
Idhang, firman dan Andi langsung tertawa terbahak-bahak, mendengar kata buset dari Tina.
Tina pun menjadi kikuk dia tersenyum sambil mengangguk dan menggaruk kepalanya.
Kemudian firman berkata "jangan di pikirkan, ingat tuan muda kalian bernama jagat, yang artinya dunia atau alam semesta, alam semesta kita ini di sebut bima sakti dan memiliki beberapa planet di dalamnya. Dia baru memiliki 4 yang sah dan 1 calon, itu masih kurang untuk ukuran satu galaksi"
Tina pun semakin bingung dengan perkataan dari firman karena pola pikirnya belum sampai ke sana.
Perjalanan pulang sedikit lebih lama karena perjalanan yang jauh dan macet, bahkan di kursi belakang Widi tertidur dengan di peluk oleh Andi.
Nesti, dan Eris pun saling menatap dan berbisik "duh kita di suguhkan dengan sijoli yang sedang tidur, aku jadi merasa kepanasan"
Nesti pun menjawab "apa kamu sudah ketularan si Widi, biarkan saja dia, toh memang itu maunya dia, apalagi dia itu wanita gatel"
Semenjak kejadian tadi Nesti jadi sedikit sensi kepada Widi, dan sekarang widi di peluk oleh Andi, Nesti merasa geli sendiri.
Tidak lama kemudian mereka sampai ke villa dan mereka pun turun dari dalam mobil.
Nesti, Tina dan Eris langsung kembali ke mes, sedangkan Widi di tarik oleh Andi untuk ikut bersamanya ke dalam villa.
"Sialan, lihatlah kelakuan di Widi, bisa bisanya dia bersama tuan Andi masuk ke dalam villa" cerocos Nesti.
"Sudahlah, mungkin mereka sudah jadian, biarkan saja, kan tadi tuan muda bilang di dalam mobil, si Widi sekarang menjadi fartner tuan Andi" ucap Tina.
Di dalam rumah villa, tuan besar, dara, dan Dias berdiri menyambut jagat yang datang dengan membawa guci di tangannya.
__ADS_1
"Bagai mana, apakah kamu menemukan jiwa Eriska ?" Tanya kakek badar.
Jagat pun mengangguk "Iya kek, jiwa Eriska ada di dalam guci ini"
Jagat pun memperlihatkan guci yang dia bawa, dan kakek badar pun segera menyuruh jagat "Ayo cepat masuk ke dalam kamar dan kembalikan jiwa Eriska ketubuhnya"
"Baik kek" jawab jagat.
Dia pun segera memasuki kamar yang di mana Eriska sedang berbaring.
Jagat pun masuk ke dalam kamar dengan di ikuti oleh kakek badar, kemudian dia pun menutup pintu kamar tersebut.
"Ini kek guci yang berisi jiwa Eriska" jagat menyerahkan guci tersebut kepada kakek badar.
Jagat sebenarnya bisa melakukannya sendiri, tetapi di sini ada kakek Badar dan dia tidak mau melangkahi kakek badar.
Sehingga ritual mengembalikan jiwa Eriska di serahkan kepada kakek badar dari pada di lakukan oleh dirinya sendiri.
"Apa benar di dalam guci ini ada jiwa Eriska yang di sekap ?" Tanya kembali kakek badar untuk meyakinkan.
"Ya kek, kalau tidak percaya aku akan keluarkan hantu pemakan jiwa yang bisa melihat benang gaib yang menghubungkan jiwa Eriska dan jasadnya" ucap jagat.
Kemudian jagat pun mengeluarkan Sekar dan seketika sekar pun muncul di antara mereka berdua.
"Sekar, apa benar di dalam guci ini ada jiwa Eriska, kakek badar harus memastikan bahwa benar di dalam sana ada jiwa Eriska ?" Tanya jagat.
Sekar pun mengangguk dan kemudian menghadap kakek badar "Aku yakin seratus persen, aku tidak akan berdusta kepada Mas ku dan kakeknya mas ku"
Kakek Badar pun mengerutkan keningnya, karena hantu pemakan jiwa yang bernama sekarang ini menyebut jagat dengan panggilan mas ku.
Kemudian kakek badar bertanya kepada Sekar "Nama mu, Sekar bukan ?"
Sekar mengangguk "Ya kek"
Kemudian kakek badar melanjutkan "kamu memiliki hubungan apa dengan cucu ku ini"
Sekar menjawab dengan sopan dan jujur "Aku adalah miliknya, dan apa pun yang mas ku perintah akan aku kerjakan"
Kakek Badar pun mengangguk "Oh seperti itu"
***
* Bersambung
__ADS_1