Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 47 Menangani Orang Kesurupan


__ADS_3

Bab 47 Menangani Orang Kesurupan


Sebenarnya Dokter Yohanes merasa gendok di dalam hatinya karena kalah taruhan dengan teman temannya, dia berjanji akan mentraktir makan siang kalau jagat berhasil menangani pasien pertamanya.


Dan ternyata jagat bisa menangani pasien tersebut bahkan dengan waktu yang relatif singkat, Dokter Yohanes tidak menduga karena jagat hanya mengajak mengobrol pasien itu dan pasien itu bisa sembuh.


Sedangkan mereka tahu bahwa jagat tidak memiliki kekuatan supernatural sehingga dokter Yohanes pun berani bertaruh untuk makan siang hari ini.


Jam makan siang pun tiba, yang paling semangat adalah Arman dia mengajak semua orang ke restoran yang ada dekat rumah sakit dan memesan beberapa hidangan enak.


Mereka di bagi kedalam 3 meja, jagat duduk bertiga bersama lita dan Arman sedangkan dokter Yohanes, dokter Calvin, dokter Dian dan dokter sofy duduk dengan meja yang sama, perawat lainnya duduk di meja satunya lagi.


Mereka pun makan dengan lahap, karena makanan ini di bayar dokter Yohanes, Arman memesan banyak makan yang membuat dompet dokter Yohanes menipis.


"Kurang ajar si Arman ini, dia yang paling semangat kalau sedang taruhan kaya begini, makanan yang dia pesan banyak juga, bisa bisa uang ku habis terkuras, ach sialan" Gumam Dokter Yohanes.


Dokter Calvin pun menyikut kecil dokter Yohanes "hey apa yang kamu lamunkan, apa kamu masih penasaran dengan si Jagat" bisik dokter Calvin.


"Iya, jujur aku sangat kesal dengan dia yang membuat ku hilang harga diri dan harus mentraktir semua orang" jawab dokter Yohanes sambil berbisik.


"Tenang saja aku akan membuat dia repot, untuk membalaskan kekesalan mu itu" bisik dokter Calvin.


"Terima kasih, karena kamu mau membantu ku" bisik dokter Yohanes.


Mereka berdua berkolusi untuk membuat jagat repot dan sibuk sebagai dokter baru di rumah sakit Wijaya ini.


Dokter Calvin pun sudah menyusun rencana untuk jagat dan dia sudah memikirkan semuanya supaya jagat kerepotan dan bahkan tidak betah menjadi dokter khusus di divisi medis non medis ini.


Setelah mereka selesai mereka mereka pun kembali ke ruangan mereka dengan perut yang sudah sangat kenyak dengan makanan enak.


"Jagat...." Panggil dokter Calvin.


"Ya dokter Calvin...." Jawab jagat.

__ADS_1


"Karena kamu orang baru, besok adalah jadwal kamu berjaga di tempat ini" ucap dokter Calvin


"Maksudnya dok" tanya jagat bingung.


"Ya besok kamu Tugas jaga malam di sini, karena setiap orang dalam 1 Minggu di wajibkan untuk bertugas jaga malam secara bergiliran. Dan besok giliran mu, tapi tenang saja kamu di temani oleh Elis sebagai perawatan senior yang mendampingi kamu" ucap dokter Calvin.


Dia adalah ketua tim di visi ini jadi dengan seenaknya membuat peraturan sendiri.


"Apa kedepannya ada jadwal tertulis, untuk jaga malam" tanya jagat.


Dokter Calvin pun mengangguk "ya nanti aku serahkan tugas ini kepada Dokter Sofy untuk membuat jadwalnya"


Jagat bertanya begitu karena takut jadwal kuliahnya terganggu, dan dia juga harus membagi waktu antara kuliah, menjadi dokter dan mengurus Hotel Arssad.


"Maaf dokter Calvin, saya minta ijin karena tidak bisa setiap hari saya bisa berada di sini, saya hanya bisa dalam seminggu meluangkan waktu 3 hari di rumah sakit ini, Dokter Calvin juga tahu saya sedang kuliah di universitas Wijaya " ucap jagat yang meminta ijin kepada dokter Calvin sebagai ketua tim.


"Ya aku tahu, tadi juga kepala rumah sakit ini bicara kepada saya, bahwa kamu sedang kuliah, kalau begitu hari apa saja kamu bisa stand buy di rumah sakit ini" tanya dokter Calvin.


Jagat pun menjawab "hari Selasa, Rabu dan Jumat saya bisa stand buy di rumah sakit ini selain hari itu saya tidak bisa"


Jagat pun mengangguk "siap dok"


Mereka pun mengobrol dan mengakrabkan diri, dokter Dian dan dokter sofy dan juga para perawat lainnya pun sudah akrab dengan jagat tetapi dokter Yohanes seperti jaga imed. Sedangkan dokter Calvin sendiri menjaga jarak karena dia ketua tim divisi ini.


Jagat tahu bahwa dokter Calvin dan dokter Yohanes tidak suka kepadanya, jagat menebak kalau dokter Yohanes tidak suka karena dia kalah taruhan dan kalau dokter Calvin jagat hanya menebak dalam hatinya bahwa dia tidak cocok untuk bergabung dengan tim ini.


Di karena kan jagat tidak memiliki kemampuan supernatural dan atas dasar rekomendasi dari kepala rumah sakit sebagai calon mertuanya di masa depan.


Ketika mereka sedang mengobrol ria ada seseorang yang mengetuk pintu. Tok....tok....tok....


Dokter Calvin pun berbicara "iya masuk"


Perawat pun langsung melapor "Dokter, ada salah satu pasien korban tabrakan, ketika mau di tangani tiba-tiba dia kesurupan dan sekarang sudah di ruangan khusus.

__ADS_1


Sudah kami suntik dengan obat penenang tetapi pasien masih terus berontak, takutnya luka yang dia alami akan terbuka dan pendarahan tidak bisa teratasi"


Mendengar itu dokter Calvin nampak berpikir padahal bibirnya tersenyum jahat. "Baiklah, kalau soal orang kesurupan itu tugas dari Arman, dan untuk tindakan pengobatan dan pertolongan pertama aku ingin jagat kembali yang menangani"


"Arman memang ahlinya menangani orang kesurupan, tetapi jagat tadi sudah melaksanakan tugasnya, untuk kali ini biarlah saya yang menangani pasien " pinta dokter sofy.


Dokter Calvin pun menggelengkan kepalanya "Tidak, sekarang jagat yang menangani pertolongan pertama, bukan menangani penyakit aneh, dia bersama Arman berdua menangani pasien ini"


Ucapan dari dokter Calvin tidak bisa di bantah, dokter sofy pun mengalah.


Arman pun berdiri "kalau soal menangani orang kerasukan biar aku tangani, Ayo dokter jagat kita beraksi" ajak Arman


Jagat pun tersenyum dan berdiri dari tempat duduknya "Ayo pak Arman"


Tidak menunggu lama Arman dan Jagat pergi ke ruangan khusus yang tadi di pakai pasien lumpuh yang jagat obati.


Jagat dan Arman masuk kedalam ruangan khusus dan disana sudah ada 3 perawatan yang memegangi pasien di belangkar.


Meskipun pasien itu sudah di ikat tetapi pasien itu masih kuat dan meronta.


"Heum....lepas keun lengeun Aing..." Pasien itu menggeram dan berbicara dalam bahasa Inggris.


Terlihat pasien itu mengalami luka di kepala setra pelipis yang sobek hingga darah menetes ke mata, tangan cedera yang kelihatannya patah tetapi seperti normal dan bisa bergerak bebas.


Celana jeans hitam sobek dengan darah menetes, tetapi tenaganya masih kuat, kalau saja pasien itu tidak kerasukan, dengan cedera seperti itu mungkin dia sudah pingsan.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini

__ADS_1


👇


http://saweria.co/DaniSutisna


__ADS_2