
Bab 161 Patahkan Kaki Mereka
Reja yang membentur dinding kemudian mengeluarkan seteguk darah.
"Uhuk....uhuk...."
Kepala terasa pusing karena tendangan Alex telak di kepalanya, dan lehernya pun terasa patah dan bergeser, tetapi dia masih sadar dan tidak pingsan.
Alex pun mengulangi ucapannya "Katakan siapa orang yang menyuruh mu ?"
Reja sudah tidak berdaya dia pun menjawab pertanyaan dari Alex "Danu yang menyuruh ku untuk menghancurkan tempat ini, dan menghabisi Alex, kemudian mengakuisisi tempat ini sebagai milik kami"
Alex berjalan mendekati Reja, kemudian kembali menjambak rambut Reja yang gondrong.
Reketek....
Leher yang tadi patah dan bergeser kembali ke posisi semula karena jambakan Alex.
"Agh.... Ampun Bos Alex jangan membunuh ku" pinta Reja sambil merapatkan tangannya di depan dada.
Alex melepaskan jambakannya, kemudian dia memerintah Reja "Panggil Danu kesini, kalau dia tidak datang, kamu akan aku habisi di tempat ini"
Reja pun mengangguk dan merogoh saku celananya untuk mengambil handphone milik nya dan kemudian dia menekan nomor Danu.
Tidak lama kemudian telpon Reja di angkat, Reja menggunakan pengeras suara supaya Alex mendengar percakapannya.
"Halo ada apa Reja, apakah kamu sudah berhasil mengambil alih Club malam Pesona dan menghabisi Anton" ucap Danu di ujung telpon.
"Anu.... Bos...kami...." Reja bingung untuk melaporkan situasi sekarang ini.
"Apa anu...anu...., Katakan dengan jelas, apakah kamu berhasil atau tidak " terima marah Danu.
Kemudian handphone milik Reja diambil oleh Alex dan kemudian dia berbicara "Aku ingin bertemu dengan mu, kalau tidak semua anak buah mu akan aku kirim ke liang lahat"
Perkataan Alex begitu dingin dan penuh dengan ancaman, tetapi Danu tidak tahu siapa yang sedang mengancam dirinya.
"Kurang ajar, siapa kamu. Berani mengancam ku, kamu tidak tahu siapa aku, cepat minta maaf dan berlutut lah di hadapan anak buah ku dan kembali handphone milik nya, kalau tidak aku akan menghabisi mu" Danu balik mengancam.
"Oh bagus lah kalau begitu, aku tunggu kamu sekarang juga di Club malam Pesona dengan membawa anak buah mu yang lainnya, silahkan temui aku kalau kamu berani untuk membunuh ku" ucap Alex yang memprovokasi.
"Sialan, aku akan segera datang kesana, dan mencabik cabik dirimu" ancam Danu yang kemudian mematikan handphone.
__ADS_1
Di ruang kantor milik Anton terdapat 2 ruangan, ruangan pertama terdapat kursi dan meja dan di balik pintu lainnya ada ruangan yang cukup luas.
Sepertinya itu ruangan di gunakan untuk memukuli orang yang tidak bisa bayar utang, Alex pun menyuruh Irvan untuk membawa Reja ketempat itu.
"Bawa dia biarkan dia menderita di ruangan itu, bawa juga anak buahnya yang ada di luar, kumpulkan semua di ruangan itu"
Irvan pun mengangguk dan kemudian membawa Reja kemudian melemparkannya ke ruangan kosong di sebelah kantor.
Kemudian Irvan keluar dari kantor dan pergi keluar, di luar semua pereman itu sudah tergeletak dan sebagian jongkok karena menyerahkan kalah.
Mereka sudah kalah melawan para bodyguard hotel Arssad, beberapa bodyguard terluka tetapi hanya luka ringan saja, mereka para praktisi beladiri, luka ringan seperti itu tidak akan dirasakan dan mereka juga masih bisa bertarung.
Irvan yang keluar langsung memberitahukan apa yang di perintahkan oleh Alex kepada yang lainnya.
"Bawa mereka ke ruangan Bos segera dan ganti senjata kalian semua, sebentar lagi kita akan melakukan pertarungan yang sebenarnya" perintah Irvan.
Radit yang mengomandoi mereka langsung berteriak "Ayo bawa mereka ke ruangan Bos Alex"
Mereka pun di giring ke lantai atas dimana kantor berada, dan semua pengunjung menatap Jijik kepada mereka.
Salah seorang pengunjung Club malam bergumam "Dasar para Penghianat, itu balasan karena menghianati Bos Anton"
Seorang pengunjung itu adalah salah satu pereman yang setia kepada Anton dan tadi bersembunyi di gang gelap untuk mengawasi, dia memberanikan diri masuk ke dalam Club malam dan menyamar sebagai pengunjung.
Mereka semua duduk dan sebagian berbaring karena pingsan, mereka yang masih sadar menundukkan kepalanya, sedikit gemetar karena ketakutan.
Para bodyguard kembali ke posisi semula mereka mengganti senjata mereka, yang awalnya memakai pentungan karet sintetis, sekarang memakai tongkat besi yang bisa di atur panjang pendeknya.
Di bagian atas tongkat itu berbentuk bulat dan di ujung pegangan ada saklar on off.
Tongkat itu menganggukan baterai dan bagian ujungnya bisa mengalirkan listrik dengan menekan tombol on.
Sebelumnya, Alex sudah menghubungi Hadi supaya bodyguard yang menjaga tempat biliar segera merapat, tetapi tidak langsung merapat, mereka harus bersiap untuk serangan dadakan apabila anak buah Danu datang.
Setelah itu Alex masuk ke dalam ruangan dia menatap semua orang yang ada di sana dengan tatapan membunuh.
"Oh jadi ini para penghianat, yang telah mengkhianati Anton, apa kalian tahu di dunia gengster dan dunia bawah tanah, hukuman bagi penghianat itu apa" Alex menunjuk semua orang.
Semua orang itu tidak ada yang menjawabnya, mereka hanya duduk ketakutan sambil tertunduk, bahkan tidak ada yang berani menatap wajah Alex sedikit pun.
Alex pun melanjutkan "bagi penghianat seperti kalian hukumnya hanya ada satu yaitu mati, karena seorang penghianat itu tidak akan pernah bisa di maafkan"
__ADS_1
Mendengar perkataan dari Alex, mereka tersentak kaget, Alex orang yang kejam dan berdarah dingin, 60 orang pereman seperti mereka hanyalah sampah yang mudah untuk di lenyapkan.
"Kebetulan Bos besar ku memiliki penangkaran Buaya di kota Utara, kalian akan menjadi stock makanan selama dua bulan kedepan" Alex menakut nakuti mereka.
Sebagian mereka ada yang kencing di celana saking takutnya, kemudian semua orang bersujud dan meminta ampun.
"Maafkan kami, kami hanya pengikut Rendahan, kami juga di ancaman oleh Bos Pilar, kalau tidak mengikuti mereka maka keluar kami akan di habis, mohon ampuni kami, kami bersumpah dan akan setia kepada anda, mohon jangan bunuh kami"
Alex memasang wajah datar dan dingin, dia seolah tidak perduli dengan mereka, tetapi mereka terus memohon sambil bersujud di hadapannya dan menampakan kesungguhan hati mereka.
"Baiklah kalau begitu, ingat aku terima kesungguhan kalian, tetapi jika kalian berkhianat lagi maka aku akan menguliti kalian semua dan aku kasih kalian ke buaya di penangkaran" jawab Alex.
Mereka pun mengangguk "Baik kami mengerti"
Kemudian Alex pun memerintahkan mereka "Aku ingin kalian besok sore datang ke hotel Arssad aku tunggu kalian di gedung Moeza bodyguard dengan memakai jas hitam, siapa pun yang tidak datang, aku akan mencari kalian dan menyeretnya"
Semua orang menganguk "Siap bos kami akan lakukan"
"Sekarang pulang lah kecuali para pilar !" Alex pun memerintahkan mereka untuk pulang.
Satu persatu mereka pun bangkit sambil membungkukan badannya mereka keluar dari kantor club malam Pesona.
Tersisa beberapa orang pilar atau pemimpin yang menggerakan mereka, kemudian Alex tanpa ragu memerintahkan bodyguard untuk mematahkan kaki mereka.
"Irvan patahkan kaki mereka kemudian lempar dia ke jalan"
Irvan pun mengangguk kemudian satu persatu kaki mereka di injak dengan keras sampai terdengar suara krekak, yang berarti tulang mereka patah.
Setelah itu beberapa bodyguard menyeret mereka ke gang gelap dan membuang mereka di sana.
Salah satu dari 15 orang yang setia kepada Anton mendengar dan mengetahui bahwa Anton sekarang bersembunyi di hotel Arssad, sehingga mereka berencana untuk menemui bos mereka
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna