
Bab 152 Geng Beruang Hitam
Setelah berbincang dengan pak Hadi, jagat pun pulang dengan membawa mobilnya, dia berjalan pelan di kecepatan 40 kilo meter di jalan raya.
Sambil mendengarkan musik klasik jagat pun menikmati perjalanan yang sedikit macet, tetapi ketika setelah melewati jalan protokol yang sepi, ada 3 mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Ketiga mobil itu menyalip mobil yang di kendarai jagat, mobil tersebut seperti sedang balapan, jagat hanya biasa saja melihat mobil tersebut yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Setelah beberapa lama kemudian jagat pun melihat laki laki yang sedang berlari kearah mobil yang jagat kendarai, laki laki itu berlumuran darah dan membawa seorang wanita.
Kedua orang itu di kejar oleh 4 orang laki laki yang berjas hitam dengan membawa parang di tangan mereka.
Karena laki laki dan wanita itu berlari di tengah jalan sehingga jagat dengan terpaksa memberhentikan mobilnya.
Brak....brak....brak....
Laki laki yang berlumuran darah itu mengetuk pintu mobil jagat dengan keadaan panik.
"Mas tolong selamatkan kami, biarkan kami masuk ke dalam mobil anda" ucap wanita yang berlari bersama laki laki berkumur darah.
Jagat pun segera membuka pintu mobil, dan mereka pun masuk.
"Ayo cepat pergi putar balik mas, kalau kamu selamat kami akan bayar berapa pun yang anda minta" ucap wanita itu.
Jagat pun segera memutar balikkan mobilnya itu, orang orang yang mengejar melemparkan parang yang mereka pegang ke mobil jagat, tetapi parang tersebut tidak bisa menggores sedikit pun mobil milik jagat.
Disana jagat pun bertanya "Mbak, apakah kita ke rumah sakit terlebih dahulu untuk mengobati suami anda"
Laki laki yang berlumuran darah itu pun menjawab "Aku tidak apa apa, ini bukan darah ku, ini darah musuh ku"
Jagat pun mengangguk dia tidak bertanya apa apa lagi, kemudian laki laki itu memperkenalkan dirinya. "Nama ku Anton dan ini istri ku Nia, terima kasih sudah menolong kami, tolong antar kami ke jalan H.Udin aku mau menjemput anak kami, karena aku takut nak kami menjadi sasaran mereka"
Jagat pun mengangguk dan mengarahkan mobil tersebut ke arah jalan H.Udin.
Di perjalanan mereka pun bercerita bahwa dirinya sedang di incar oleh kelompok gengster, yang menginginkan posisinya.
Anton adalah seorang ketua geng Beruang Hitam yang menguasai Kota ini, dan yang menginginkan posisinya itu adalah mantan anak buahnya yang bernama Danu.
Dia ingin balas dendam karena Anton sudah mengeluarkan dirinya dari geng Beruang Hitam, Danu bekerja sama dengan geng shooting gun yang berada di Utara kota.
__ADS_1
Mereka bukan sekedar geng, tetapi juga sudah masuk kedalam katagori mafia, karena selain mengendalikan pariwisata, mereka juga pengedar narkoba dan minuman keras.
Jagat jadi mengerti dan tahu kenapa tadi ada 3 mobil yang sedang balapan, Ternyata mobil yang didepan itu adalah Anton dan istrinya yang sedang di kejar anak buahnya Danu.
Anton pun menyuruh jagat untuk memanggil dia Abang, karena jagat sudah berjasa menyelamatkan dirinya, sehingga Anton menganggap jagat sebagai saudaranya sendiri.
Mereka pun sudah sampai di jalan H.Udin jagat pun berbicara kepada Anton "Bang kita sudah sampai jalan H.Udin, terus kita kemana lagi"
Anton pun menunjuk sebuah gang besar yang masuk mobil "Jagat masuk ke gang itu"
Jagat pun membelokan mobilnya ke gang tersebut dan tidak lama kemudian Anton pun menyuruh berhenti "Stop di sini...itu rumah ku"
Anton menunjuk kearah rumahnya dan kemudian dia membuka pintu mobil "Sayang tunggu di sini, aku akan membawa anak anak kemari dan membawa pakaian kita, setidaknya kita menghindari perselisihan ini untuk sementara"
Istrinya yang bernama dia itu pun mengangguk "Cepat ya, aku takut orang orang Danu akan menyerang ke rumah kita"
Anton pun segera pergi menuju kerumahnya tersebut, beruntung hanya beberapa orang anak buahnya yang tahu rumah Anton, sehingga Danu tidak langsung menyerang dan menyandra anaknya itu.
Tidak lama kemudian Anton pun datang dengan membawa koper dan di ikuti oleh 2 orang anak kecil.
"Ayo masuk nak, cepat" perintah Anton.
Anton dan Nia memiliki sepasang anak, anak laki laki berusia 6 tahun dan perempuan berusia 4 tahun, mereka anak anak yang polos dan lucu.
Di dalam mobil Nia pun menjawab pertanyaan dari anaknya itu "nak kita akan piknik, jadi kalian berdua akan pergi liburan"
Kedua anak itu bersorak gembira "hore kita liburan...."
Mereka pun kemudian masuk ke dalam mobil, dan Jagat pun melanjutkan mobil tersebut dan masuk ke jalan raya.
Sebenarnya Anton memiliki pembantu rumah tangga dan pengasuh anak, tetapi tadi mereka di suruh pulang dan memberikan mereka gaji terakhir. Sehingga rumah tersebut sekarang kosong tidak berpenghuni.
Anak anak itu duduk dengan gembira karena mereka anggap akan berlibur, tetapi kedua orang tuanya sangat gelisah karena mereka tidak memiliki tujuan.
Apa lagi sekarang menjelang malam, mereka pun bingung mau pergi kemana.
Di sana pun jagat bertanya kepada Anton "kita sekarang mau kemana bang ?"
"Terserah kamu saja, yang penting bawa aku ketempat yang aman" jawab Anton.
__ADS_1
Nia pun menimpali "iya gat, tolong kami, bawa kami ketempat yang aman, pokoknya kalau masalah ini sudah selesai, aku akan memberikan kamu banyak uang"
Sudah beberapa kali istrinya Anton ini bicara soal uang, padahal mereka sedang menjadi buronan para mafia, punya banyak uang pun percuma kalau harus diburu oleh orang.
Mau pulang kampung, mereka tidak punya sanak saudara, mau pergi ke luar kota, mereka takut karena harus melalui daerah Utara kota, mau pergi ke timur kota, mereka juga musuh dari geng serigala.
Sehingga Anton dan istrinya seperti terkurung di daerah kekuasaannya sendiri dan tidak bisa kemana-mana lagi.
Jagat tidak mempermasalahkan soal Nia yang menyebut nanti di berikan banyak uang atau apalah, yang terpenting, jagat melihat kedua anaknya yang masih kecil dan tidak tahu apa pun mengenai pekerjaan orang tuanya.
Sehingga Jagat pun berinisiatif membawa mereka kembali ke hotel Arssad, tempat itu tempat yang paling aman karena banyak penjaga keamanan yang setiap hari lalu lalang, dan sekelas gengster tidak akan berani menyerang hotel Arssad.
"Baiklah, akan aku bawa kalian ke tempat yang menurut ku paling aman" jawab jagat.
Anton pun menepuk pundak jagat "Terima kasih jagat, aku tidak akan melupakan jasa mu ini"
"Jangan di pikirkan bang, yang penting Abang sekeluarga bisa aman, apa lagi anak anak yang kelihatannya sudah mengantuk" jawab jagat.
Kemudian jagat pun balik bertanya kepada Anton "bang, kenapa tidak menghubungi anak buah mu saja, mereka sedikitnya bisa membantu"
Anton menggelengkan kepalanya dia pun menundukkan kepalanya dan bersedih "Anak buah ku yang setia sudah di bantai habis oleh Danu, dan yang lainnya pun berkhianat, hanya tinggal keroco yang tidak tahu apa apa, mereka tidak dapat di andalkan"
Jagat pun geleng geleng kepala "Tragis juga dunia gengster ya...."
"Awalnya kita berjaya, dan makmur hanya dari memungut uang dari lahan parkir pinggir jalan dan parkir pasar, tetapi si Danu ini tidak puas dengan hasil yang kita peroleh, dia mengajak anggota yang lain untuk berjualan narkoba, dan itu paling aku tentang, sehingga aku mengusir dan mengeluarkan dirinya dari geng ku" Anton pun bercerita.
Geng Beruang Hitam memang menguasai kota, tetapi mereka tidak bermain kotor, mereka hanya memungut iyuran dari parkiran dan uang keamanan pasar saja.
Terkadang mereka juga menjadi depkolektor, hanya untuk samping saja karena pekerjaan depkolektor tidak ada setiap hari .
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
__ADS_1
http://saweria.co/DaniSutisna