
Bab 225 Apa Itu Menyakitkan
Jagat yang sedang di kepung pereman, dia hanya berdiri mematung sambil tersenyum, tidak ada raut wajah takut menghadapi mereka semua.
Si pria berambut Kampak itu pun membentak Jagat "hai kurang ajar, kamu sudah berani menyinggung perasaan tuan muda Pernandio, sekarang terima akibatnya"
Jagat tersenyum "Bukanya kalian mau mematahkan tangan dan kaki ku, ayo datang ke mari dan lakukan lah"
Jagat malah menantang para pereman itu tanpa adanya rasa takut.
"Berani juga kamu ya, tidak ada rasa takutnya" si pria berambut Kampak itu meremas tangannya.
Kemudian pria berambut Kampak itu melanjutkan "Aku tahu kamu tidak takut dengan kami, tetapi supaya kamu tidak menyesal, aku akan memberitahu siapa kamu ini, kami dari geng Beruang Hitam yang di pimpin oleh Danu, jadi apakah kamu sekarang takut"
Jagat malah mencibir sambil berdecih "Cih ternyata kalian para penghianat geng Beruang Hitam, pantas saja kalian begitu berani, tetapi kenapa kalian masih berada di sini, tidak ikut di penjara bersama teman teman kalian dan geng shooting gun"
Mendengar perkataan dari jagat mereka pun tersentak kaget, si pria berambut Kampak itu langsung bertanya "Siapa kamu sebenarnya?"
Jagat menyeringai "Aku orang yang telah menyelamatkan bang Anton dari kejaran anak buahnya si Danu, dan aku juga adik dari Kak Abdi ketua geng serigala dari kota timur"
Mendengar itu mereka pun mundur beberapa langkah kebelakang, kemudian jagat pun melanjutkan "Bang Anton memberikan pengelolaan club malamnya kepada ku, dia juga menjadikan ku pemimpin geng Beruang Hitam yang masih setia, aku beruntung bertemu penghianat seperti kalian, hanya dengan ku sendiri aku bisa mematahkan tangan kalian semua untuk balasan sebagai penghianat"
Pria berambut Kampak itu pun menjadi geram "Bacot, kamu hanya satu orang berani mengancam kami yang banyak ini"
Pria berambut Kampak itu pun melambaikan tangannya "Ayo hajar dia, siapa pun yang bisa mematahkan tangannya terlebih dahulu akan aku beri bagian paling banyak"
Mereka pun bergegas menyerang jagat dan orang yang pertama mendekati jagat adalah pria berambut botak.
Dia pun langsung melayangkan tinjunya kearah jagat, tetapi jagat hanya bergeser sedikit ke samping kiri dirinya.
Jagat menggunakan jurus beladiri dasar bertahan dari pencak silat yang bernama jurus sampai luar.
Tangan kanan jagat menangkap pergelangan tangan kanan pria botak itu, tangan kiri di letakan di depan dada, untuk melindungi supaya apabila pukulan pria botak itu kena, tangan kirinya jagat yang menjadi perisainya.
Sambil mengelak melangkah kekiri jagat mengayunkan tangan kirinya yang ada di dada langsung mengenai wajah pria botak itu.
__ADS_1
Buk....
Punggung tangan kiri yang mengepal telak mengenai hidung sehingga hidung pria botak itu langsung mengeluarkan darah, dan ada beberapa gigi yang tanggal.
Pria botak itu meraung kesakitan sambil memegangi wajahnya yang sekarang penuh dengan darah yang keluar dari hidung.
"Argh.... Sialan hidung mancung ku patah...."
Satu lagi yang menghampiri jagat pria berambut ikal yang melayangkan tinjunya.
Jagat pun bergegas seperti tadi tetapi sekarang dia menggunakan jurus samping dalam, dan masuk ke depan pria berambut ikal tersebut.
Jagat menangkis tinjuan pria berambut ikal itu dengan tangan kiri dan tangan kanan melayang dari bawah ke wajah pria berambut ikal itu.
Buk....
"Argh...."
Muka pria berambut ikal itu pun di tinju, dan sama seperti pria botak, pria berambut ikal itu juga hidupnya mengeluarkan darah dan beberapa giginya tanggal.
Jangan menyangga kaki orang itu dan menendang kaki yang menjadi tumpuan, sehingga pria itu langsung terjatuh ke tanah.
Brak....
Setelah pria itu jatuh, jagat pun menendang berut pria itu sampai dia meringis kesakitan.
Satu persatu para pereman itu di lumpuhkan oleh jagat, sampai mereka semua berbaring di atas tanah dengan berbagai kondisi.
Ada yang pingsan, ada yang memegangi perutnya sampai muntah muntah, ada juga yang memegangi kaki dan banyak lagi cedera yang mereka derita.
Apalagi sebenarnya mereka juga sudah mengalami cedera karena pernah di pukuli oleh para petugas keamanan hotel Arssad yang di pimpin oleh Radit dan Irvan ketika di tugaskan menjaga club malam pesona milik bang Anton.
Mereka di pukuli karena berani menyerang club malam pesona, dan tidak tahu bahwa sekarang club malam itu sudah dalam keadaan tanggung jawab hotel Arssad.
Sehingga mereka bentrok dengan para petugas keamanan hotel Arssad dan mengalami kekalahan telak.
__ADS_1
Sekarang penderitaan mereka kembali lagi, karena di pukuli oleh jagat, sampai mereka berbaring tak berdaya di atas tanah.
Dan alasan mereka sekarang tidak ikut di penjara karena mereka baru keluar dari rumah sakit ketika penyerangan besar besaran ke hotel Arssad, untuk menangkap bang Anton.
Jagat pun berjalan menuju pemimpin pereman itu, dia orang yang tadi memiliki rambut Kampak.
Jagat berjongkok dan menjambak rambut yang mohak kemudian diangkat keatas, pria itu pun mengernyit kesakitan.
"Aku bukan orang yang baik dan berbelas kasih, tetapi aku paham bagai mana memperlakukan orang dengan baik, jika kamu melihat aku sekarang jahat, berarti kamu bermasalah dengan ku" jagat berkata dengan aura intimidasi.
Pria berambut Kampak itu pun merasa ketakutan dan dia pun gemetaran.
Jagat melepaskan jambakan rambutnya dan pria itu pun kembali terkulai lemas dan jatuh ke atas tanah.
Kemudian kaki jagat menginjak tangan pria berambut Kampak itu sampai terdengar suara krekak.
"Argh...."
"Bagai mana rasanya di patahkan tangan, apa itu menyakitkan, kamu sekarang merasakan kekejaman ku, karena perbuatan mu tergantung kepada apa yang kamu perbuat kepada ku, untuk kedepannya aku tidak mau melihat kalian lagi, kalau sampai aku bertemu kalian lagi, aku bukan hanya akan mematahkan tangan, tetapi juga mengirim kalian ke balik papan" jagat mengancam dengan bengis.
Maksud ucapan mengirimkan mereka ke balik papan adalah mengirimkan mereka ke kematian dengan mereka terkubur dan di halangi papan kemudian di timbun oleh tanah.
Pria berambut Kampak itu pun mengangguk dan kemudian dia pingsan karena tidak bisa menahan rasa sakit.
Jagat pun pergi meninggalkan mereka yang tergeletak begitu saja, tidak ada luka dan cedera yang di alami oleh jagat.
Setelah kejadian itu jagat pun menghela nafas "Hah....Ada ada saja, Pernandio kamu tidak akan aku buat cacat, tetapi aku akan membuat kamu menderita dan menanggung malu"
Setelah itu jagat pun memesan ojek online dan pergi pulang, tetapi di jalan jagat melihat ada toko yang menjual motor bekas, dia pun berniat mencari motor untuk dia pakai, karena motor antik miliknya sudah hancur oleh Cakra.
Jagat pun meminta di turunkan di depan toko motor bekas itu lalu dia pun membayar ongkos ojek dan masuk ke dalam toko yang lumayan luas.
***
* Bersambung
__ADS_1