
Bab 211 Menepuk Dadanya
Setelah sofy mengusir hantu wanita itu dia pun langsung mandi dan berganti pakaian dengan menggunakan baju Harem.
Tidak lama kemudian Elis dan jagat pun datang dan masuk ke dalam kamar, dengan membawa makanan dan minuman.
"Cie cie... yang sudah siap tempur, sudah memakai baju perang saja" cibir Elis yang melihat sofy memakai baju Harem.
Sofy tersenyum "iya dong, sebentar lagi kan kita akan mengadakan ritual tarian belalai gajah"
Mendengar ucapan itu sontak Elis tertawa terbahak-bahak "Hahaha... benar juga ya, kalau begitu aku juga harus bergegas mandi"
Jagat yang mendengar perkataan kedua orang wanitanya menjadi bingung "Ada apa sih kalian berdua, kok dari waktu di rumah pak sudewo selalu membahas tentang tarian belalai gajah, kalian berdua menjadi aneh"
Dengan kompak Elis dan Sofy pun menjawab "Tidak kok, kita tidak aneh"
Kemudian mereka pun tertawa terbahak-bahak, saking enaknya tertawa Elis pun kebelet pipis dan langsung lari ke dalam kamar mandi.
Di sana sofy membawa makanan ke meja lalu kemudian dia pun duduk, dan di ikuti oleh jagat yang duduk di kursi.
Jagat mengeluarkan beberapa barang dari dalam cincin batu wulung, benda itu yang akan di jual ke Eyang mawon.
Setelah barang di siapkan jagat pun menghubungi eyang mawon melalui pesan "Eyang, aku sudah berada di kota T, tepatnya di Hotel Arssad, kapan eyang mau kemari"
Tidak lama kemudian pesan dari jagat di balas "Sebentar lagi OTW"
"Siap aku tunggu di restoran hotel ya" balas jagat.
Di sisi lain sofy sedikit makanan makanan yang tadi di bawa Elis, dia makan dengan lahap, sambil makan sofy pun bercerita.
"Ay, tadi aku di ganggu hantu wanita, aku geram jadi aku tampar dan usir dia" ucap Sofy.
Jagat tersenyum "iya tadi juga aku melihat beberapa hantu yang berkeliaran di hotel ini, tapi aku yakin mereka tidak menggangu"
"Iya tapi kan, kalau sampai menakut nakuti para pengunjung hotel, mungkin hotel ini akan bermasalah juga" ucap Sofy.
"Apa kamu ingin aku memanggil hantu yang menganggu mu tadi dan menangkapnya" tawar jagat.
Sofy pun melambaikan tangannnya "tidak... tidak, aku sedang makan sekarang, kalau aku melihat hantu itu, aku akan memuntahkan semua makanan yang sudah aku telan"
__ADS_1
"Memangnya kenapa dengan hantu itu ?" Tanya jagat.
"Mulut dia bau sekali, dan pakaian yang dia pakai compang camping serta rambut acak acakan, dan memiliki mata putih, aku tidak ingin melihat dia karena memiliki mulut yang bau busuk, bahkan mata ku sampai keluar air mata saking baunya " ucap Sofy.
"Baiklah kalau begitu, tapi kalau dia datang lagi untuk mengganggu mu, jangan ragu, tangkap saja dia, kita bisa menaklukannya dan menjualnya nanti" ucap jagat.
Jagat pun memberikan kartu arwah kepada sofy untuk menangkap dan mengurung hantu wanita itu.
"Untungnya hantu itu jelek, kalau cantik mungkin ay akan menjadikan dia bantal guling ay, seperti yang dilakukan kepada Dias dan Dara" ucap Sofy.
"Tenang saja, aku tidak akan tergoda sama hantu, aku sudah memiliki kalian, jadi buat apa lagi cari yang lain" ucap jagat.
"Ya syukur lah kalau ay berpikir begitu, aku jadi senang, tapi kalau ay menyukai seseorang, jangan ragu, bilang saja sama kami, pasti kami ijinin kok, asal ay adil kepada kami semua" ucap Sofy.
Jagat pun menjulurkan tangannya dan memegang pipi sofy "Aku tidak salah memilih mu dan Elis, aku berjanji akan membahagiakan kalian semua"
Sofy pun memegang tangan jagat, pipi sofy memerah karena gombalan jagat "Terima kasih ya Ay, berkata kamu aku merasa bahagia dan bisa merasakan bagai mana rasanya di cintai"
Kemudian jagat bangkit dari duduknya dan dia mencium kening Sofy.
Kemudian jagat pun meminta ijin kepada sofy "Aku mau pergi ke restoran untuk menunggu eyang mawon, orang yang akan membeli barang ini, kalau kamu mau ikut, nanti nyusul aja dan ajak Elis sekalian"
Jagat pun pergi dengan membawa kantong keresek berwarna kuning dengan isi kain putih dan beberapa botol toples kecil.
Jagat pun menunggu eyang mawon datang, dia duduk di kursi yang berada di depan pintu masuk restoran, supaya kedatangan eyang mawon ketahuan.
Tidak lama kemudian suara mobil menderu, dan mobil itu berhenti dan parkir di depan restoran hotel.
Nampak laki laki paruh baya keluar dari mobil itu dengan di bukakan pintunya oleh Bodyguard.
Sepertinya orang itu adalah orang kaya, tetapi dari kejauhan orang yang keluar dari mobil itu mirip seperti seorang pemuka agama.
Dengan memakai baju putih dan ikat kepala imama putih, tetapi ada yang aneh dari aksesoris yang dia pakai.
Orang itu memakai kalung tasbih yang besar dan dia juga memakai gelang etnik kasundaan.
Orang itu berjalan ke arah pintu masuk restoran dengan di ikuti 2 orang bodyguard.
Jagat sudah bisa menebak bahwa orang yang berpakaian putih dan di kawal oleh 2 bodyguard itu adalah eyang mawon.
__ADS_1
Dia para normal terkena di kota T, dan banyak orang pejabat bahkan pengusaha datang kepadanya hanya untuk meminta wejangan atau pun pencerahan, supaya pekerjaan mereka bisa maju pesat.
Jagat pun langsung mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya itu ke arah eyang mawon "Eyang mawon di sini"
Jagat memanggil dengan sedikit berteriak, eyang mawon pun melihat jagat yang memanggil, karena memang dia terlihat jelas dengan duduk di depan pintu masuk.
Eyang mawon tersenyum dan kemudian bergegas menghampiri jagat "Pasti ini Ki Jagat ?"
"Iya ini aku jagat, bagai mana kabar anda eyang, senang bertemu dengan anda" jawab jagat.
"Tidak aku sangka, Ki jagat yang sering posting dan jual benda benda mistik ternyata masih sangat muda" puji eyang mawon.
Mereka pun berjabat tangan, dan eyang mawon pun duduk di kursi sedangkan kedua bodyguard nya berdiri di belakang eyang mawon.
Jagat tersenyum dan balas memuji "Eyang juga masih muda, dan juga sangat hebat, bahkan di kawal bodyguard"
Eyang mawon sengat senang di puji maka jagat pun memuji dan menyanjung dirinya.
Eyang mawon pun menepuk dadanya "siapa dulu eyang mawon"
Jagat tersenyum melihat eyang mawon yang dengan bangga menepuk dadanya.
"Terima kasih, eyang selalu memberitahukan ku, Tetang perkiraan harga barang yang akan aku jual, itu sangat membantu sekali" ucap jagat.
"Hahaha....itu bukan apa-apa, kita di propesi yang sama sehingga dengan senang hati aku membantu" jawab eyang mawon.
"Oh iya eyang, aku memiliki hadiah pertemuan" jagat menyerahkan botol toples kecil kepada eyang mawon.
Di dalam botol toples kecil itu terdapat rambut kuntilanak yang di bungkus dengan kain putih yang sudah di tuliskan mantera.
"Apa ini ?" Tanya eyang mawon.
"Itu rambut asli dari hantu kuntilanak, panjang rambut lebih dari 30 centimeter" jawab jagat.
"Bukan hanya masih muda, ternyata kamu juga orang yang baik" puji eyang mawon.
"Hehehe.... eyang bisa saja" jawab jagat.
***
__ADS_1
* Bersambung