
Bab 131 Kronologis
Ternyata kedua orang ini adalah karyawan dealer TOYA, yang selalu menghina jagat sebagai orang miskin, dan mereka tidak terima karena di keluarkan dari tempat kerja mereka karena ulah sendiri.
Mereka menyalahkan jagat dan berniat balas dendam dengan menghajar jagat sampai babak belur.
Mereka berdua dengan sabar menunggu jagat keluar dari cafe dan mengikuti jagat, dan sekarang jagat menepikan mobilnya dan itu kesempatan mereka berdua untuk menghajar jagat.
Mereka berdua pun sudah berjalan menghampiri jagat dan cukup jauh dari sepeda motornya, kemudian Ruben membuka pintu mobil dan keluar.
Dia masih mengenakan jaket hitamnya sehingga mereka berdua tidak mengetahui siapa Ruben sebenarnya.
"Oh ternyata kamu memiliki teman untuk membantu mu" ucap orang yang membawa parang, kemudian orang itu memberikan peringatan "Aku sarankan jangan ikut campur dalam urusan kami, kalau tidak kamu juga bisa kami hajar"
Ruben tersenyum masam seolah meledek mereka berdua "Ayo kesini hajar kami berdua kalau kalian bisa"
Ruben malah menantang mereka berdua, kemudian Ruben bertanya lagi kepada jagat "ternyata mereka mengenali anda, kalau begitu berarti anda juga kenal mereka"
Jagat mengangguk "mereka karyawan dari dealer TOYA, tadi mereka di pecat oleh manager karena menghina ku, dan kemudian aku membeli mobil di dealer Yosan, sepertinya mereka berniat balas dendam kepada ku"
Mereka pun menghampiri "Ayo kinkin kita hajar mereka berdua sekaligus"
"Ya pul ayo" ucap orang itu.
Mereka berdua sudah ingin melayangkan senjata mereka ke arah jagat dan Ruben.
Jagat dan Ruben tidak bergerak, seolah mereka pasrah untuk terkena senjata mereka.
Orang yang bernama kinkin yang membawa parang, menyayunkan parang tersebut ke arah Ruben.
Ruben tersenyum kemudian dia membuka jaket kulit yang dia pakai, dan nampak pakaian polisi lengkap terlihat oleh mata kedua orang itu.
Ruben merogoh senjatanya dan segera menodongkan senjata itu ke kepala kinkin, dengan segera tangan kinkin yang akan menebas Ruben berhenti begitu juga si epul.
Mereka berdua langsung mematung, dengan bola mata melotot hampir keluar, dan tubuh gemetar serta kaki yang menjadi lemas.
Ruben pun mencibir "Ayo tebas, kenapa berhenti, bukanya kalian akan menghajar kami berdua"
Mereka berdua pun menjatuhkan senjata mereka, kemudian berlutut dan menyatukan tangannya.
"Aku mohon, ampuni kami, ini salah paham, biarkan kami berdua pergi" ucap kinkin.
__ADS_1
"Hei tadi kalian berdua garang seperti 2 ekor harimau yang ingin menerkam mangsa, tetapi sekarang kalian berdua seperti 2 ekor kucing yang melipat ekor, mana keberanian kalian yang tadi, sekarang malah bersimpuh memohon" ucap Ruben.
"Maaf kami tidak tahu kalau anda itu seorang aparat" ucap epul.
"Jadi kalau aku bukan aparat, kalian akan tetap menindas kami, begitu" bentak Ruben.
"Ka...kami ti... tidak...." Mereka berbicara terbata bata.
Tetapi Ruben langsung menyela "Tiarap di tanah dengan tangan di belakang, kalau tidak timah panas akan bersarang di kepala kalian berdua"
Mereka sangat ketakutan dan menuruti perintah dari Ruben, dengan berbaring di tanah dengan posisi telungkup dan tangan di belakang punggung.
Ruben mengeluarkan borgol dan memborgol kinkin, karena Ruben hanya memiliki satu borgol sehingga dia bingung mau memborgol epul dengan apa.
Tetapi jagat berinisiatif mengeluarkan ripet, yang tadi ada di dalam mobil, ripet tali plastik yang lumayan kuat, berfungsi untuk merapikan kabel di dalam mobil supaya tidak berantakan.
Si epul pun di ikat tangannya dengan menggunakan ripet tersebut.
Kemudian Ruben pun menyuruh jagat untuk pergi terlebih dahulu, Ruben akan menyusul setelah menghubungi temannya supaya membawa mereka berdua ke kantor polisi.
Kinkin dan epul pun menyesal telah ingin menyerang jagat, dia tidak pernah menduga bahwa jagat bersama seorang polisi bersamanya.
Mereka pun menangis, hanya penyesalan yang mereka alami setelah apa yang mereka lakukan.
Jagat pun masuk kedalam mobil dan melanjutkan pekerjaannya, sedangkan Ruben dia menghubungi temannya.
Setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sampai di depan sebuah rumah yang sangat besar, dengan halaman yang luas.
Jagat pun memasukan mobilnya karena pintu gerbang rumah itu terbuka, tidak ada satpam yang menjaga karena rumah itu sudah lama di tinggalkan.
Rumah yang memiliki 3 lantai, terlihat mewah dan megah, rumah ini seperti yang ada di sinetron, rumah mewah seperti istana.
Mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah tersebut.
Pintu rumah pun terbuka lebar, dan datang seorang pelayan menghampiri Eva "Apa anda nona Eva Ho"
Eva pun mengangguk "ya benar aku Eva"
"Silahkan masuk, tuan sudah menunggu anda" pelayan itu mempersilahkan masuk.
Mereka pun masuk dengan di pandu pelayan tersebut. Terlihat ada 2 orang yang duduk di sofa dan seorang pelayan satunya lagi berdiri di samping wanita yang kelihatannya sedang depresi berat.
__ADS_1
Lelaki yang terlihat baru berusia 35 tahunan, kelihatan gagah dia berdiri dan menyambut Eva "Selamat datang nona Eva, bagai mana, apakah sudah ada calon pembeli untuk rumah ini"
Eva pun mengangguk "iya pak Agung, kebetulan aku membawa calon pembeli untuk melihat rumah ini"
Eva ingin mengenalkan jagat dan Elis kepada orang yang bernama agung itu, tetapi istri agung yang kelihatannya sedang depresi langsung menyela.
"Tidak mas, jangan menjual rumah ini, Maya belum ketemu, bagai mana kalau dia kembali dan kita tidak ada di sini, aku tidak mau pindah dan akan tetap tinggal di sini menunggu Maya anak ku" wanita itu pun menangis sambil mengacak-acak rambutnya.
Agung pun meminta maaf kepada semua orang "maafkan istri ku, dia depresi karena anak kami hilang beberapa bulan yang lalu di rumah ini...."
Agung pun menceritakan tentang kisah dirinya dan rumah ini, mereka berdua sering meninggalkan anaknya untuk urusan bisnis ke luar negeri.
Anaknya yang bernama Maya sering di titip kepada para pelayan di rumah ini, karena rumah itu ada sekitar 5 orang asisten rumah tangga.
2 asisten rumah tangga bagian masak dan mencuci, 1 orang bagian bersih bersih rumah dan kebun, 1 orang baby sitter dan 1 orang satpam.
Maya yang masih sekolah di taman kanak-kanak, tidak bisa ikut dengan orang mereka untuk perjalanan bisnis Keluar negri, sehingga sehari hari Maya bersama baby sitter dan yang lainnya.
Maya di tinggal pergi ke luar negeri sudah biasa, karena tidak pernah lama dan paling lama 1 Minggu.
Dan kejadiannya sekitar 6 bulan yang lalu, rumah ini di datangi perampok, ketika sebelumnya beberapa asisten rumah tangga minta ijin pulang kampung.
Dan tersisa baby sitter, juru masak dan satpam saja di rumah ini, ketika kami pulang rumah sudah berantakan, barang berharga seperti uang dan emas lenyap dan anak ku Maya juga hilang.
Satpam yang menjaga masuk kerumah sakit dengan banyak lebam di badannya, serta kaki dan tangan di patahkan, bukan hanya itu saja, lidah satpam itu di potong hingga tidak bisa memberi kesaksian.
Baby sitter dan juru masak terkena pelecehan seksual sehingga mereka mengalami trauma dan depresi.
Agung terus menceritakan tentang kronologis hilangnya Maya di rumah ini.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
__ADS_1