
Bab 237 Aku Bukan Power Ranger
Kedua orang yang bernama galih dan Kurnia itu kompak melompat seperti kera, tubuh mereka memang tidak tinggi hanya sekitar 165 centimeter saja dan memiliki badan yang kurus, sehingga pergerakan mereka sangat lincah.
Jagat menyeringai karena dia tahu mereka menggunakan jurus pamonyet yang terkenal dari perguruan silat satu satunya yang mengaku aliran pencak silat tetapi mengajarkan Kungfu.
Kemudian mereka pun berkata secara bersamaan "Jurus kombinasi kera memanen buah...."
Kurnia menyerang di bagian atas, sedangkan galih sendiri menyerang di bagian bawah.
Yang paling bahaya dari jurus kera ini adalah jari telunjuk yang menjadi senjata utama, tangan mereka seperti mengepal, tetapi telunjuk mereka bisa menjadi pengait untuk menjerat bahkan menusuk.
Jeratan jari telunjuk bisa merobek kulit dan tusukannya seperti totokan yang bisa menembus dinding.
Di sini jagat sedikit kewalahan karena lawannya bergerak dengan lincah, sehingga dirinya tidak bisa mendarat serangan.
Mereka berdua pun tidak bisa melukai jagat karena semua serangannya dapat di tangki dengan mudah.
Walaupun jagat kehabisan tenaga dalam, tetapi beladiri internal yang dia miliki sangat hebat dan kuat, bahkan jari kait dan jari tusuk jurus kera tidak dapat melukai kulit jagat.
Setelah beberapa menit melakukan pertarungan jagat pun menyeringai "Hahaha.... kalian terlalu banyak bergerak dan juga menghabiskan stamina, sehingga sekarang pergerakan kalian berdua melambat, dan itulah kelemahan kalian"
Jagat pun melanjutkan tendangan kombinasi dia memutar tubuhnya sambil mengangkat kaki kiri dan setelah berputar 180 derajat dan sedikit melayang, kaki kanan diangkat sehingga telak mengenai Kurnia dan dia pun terpental.
Brak....
Jagat tidak berhenti tendangan berputar melayang langsung mendarat dan dia berputar kembali sambil melakukan sapuan.
Brak....
Galih pun terkena sapuan jagat dan dia pun terjatuh dengan keras dan tidak bisa bangkit kembali.
Jagat pun berteriak kepada Irvan dan Radit "Hai kalian ambilkan aku beberapa golok dan tongkat, kemudian berikan kepada mereka"
Radit mengambil tongkat kayu yang terpajang di sana dan Irvan mengambil golok yang ada di sana
Mereka pun melemparkan golok dan tongkat itu ketengah arena, dan para calon bodyguard itu pun mengambil senjatanya.
Jagat kembali menantang "Ayo kalian majulah"
Empat orang wanita yang mengambil golok dan tongkat langsung maju menghampiri jagat dan mereka pun menyerang secara bersamaan.
Wuss....
Salah satu wanita yang menggunakan golok menebak jagat, dan Jagat pun menghindarinya.
Hiuk....
__ADS_1
Kemudian wanita bersenjata tombak mengayunkan tombaknya, jagat pun mampu menghindari nya.
Wuss....
Kembali salah satu wanita yang menggunakan golok melayangkan serangan, tetapi jagat dengan mudah dapat menangkap jangan dari wanita itu.
Hep....Hiah....
Wanita yang menggunakan golok lainnya menyerang jagat, dia mengambil kesempatan karena temanya sedang di kekang jagat
Trangk....
Jagat menahan Tebasan golok dengan golok lainnya dari orang yang sedang dia pegangi.
Dan golok dari wanita itu terletak, sehingga sekarang jagat lah yang mengambil alih golok yang dia gunakan.
Jagat pun melemparkan wanita itu kewanita lainnya yang menggunakan golok sehingga mereka berdua bertubrukan.
Kedebuk.....
Tersisa dua wanita pengguna tongkat dan tanpa lama jagat pun berhasil mengalahkan mereka.
Sekarang tersisa laki laki sebanyak 3 orang lagi yang belum menyerang dan malah menonton.
Salah satu Laki-laki itu mengambil golok yang wanita tadi pegang dan langsung menyerang jagat dengan golok itu.
Trang.... Terong.... Trang....Trong....
Orang lain yang melihatnya menggelengkan kepalanya "Sungguh mereka itu bukan level kita yang hanya orang biasa"
Para calon satpam itu, melihatnya dengan tatapan takjub melihat pertarungan ini dan lebih keren dari pada perkelahian di dalam film laga yang sering mereka tonton.
Mereka juga memang menguasai bela diri, tetapi mereka hanya sampai tahap praktisi beladiri saja, tidak seperti ke 10 orang ini yang semuanya ada di tahapan master beladiri.
Orang yang menyerang jagat pun berhasil mendaratkan goloknya kebahu jagat, tetapi apa yang dia lihat.
Badan jagat seperti besi beton yang bahkan terkena sabetan golok tersebut malah menimbulkan percikan api.
Hanya baju yang jagat pakai saja yang robek, tetapi bahunya tidak mengalami luka apa pun.
Orang itu pun sama seluruh pakaiannya menjadi compang camping karena Tebasan jagat, tetapi tidak ada goresan sedikitpun bekas sayatan golok jagat.
Orang itu pun membuka bajunya yang robek, begitu pula jagat, segera mereka berdua bertelanjang dada.
Jagat pun bertanya "Siapa nama mu, aku suka ilmu Kanuragan kebal bacok mu"
Sambil bersiaga orang itu pun menjawab "Nama ku Sukmana tuan muda, panggil saja aku Sukma, anda juga sangat hebat, tidak menyangka ilmu anda begitu tinggi"
__ADS_1
Orang yang bernama Sukmana itu pun sempat sempatnya menyanjung jagat, tetapi di sana jagat kembali berbicara.
"Ya sudah pasti, ilmu Kanuragan mu hanya ditahap master tingkat akhir, tapi itu belum cukup untuk mengalahkan ku, sebenarnya aku hanya memakai beladiri internal tanpa menggunakan tenaga dalam, sehingga kamu tidak akan mungkin mampu mengalahkan ku" ucap jagat sambil memprovokasi.
Sukma tercengang karena jagat tahu tahapan beladiri yang dia miliki, bahkan jagat mampu menahan Tebasan golok tanpa menggunakan tenaga dalam.
Yang biasanya kalau ahli beladiri ingin kuat di bacok, mereka harus memadukan beladiri tersebut dengan tenaga dalam dan ilmu Kanuragan yang dia miliki.
Jagat dan Sukma pun kembali mengayunkan golok mereka dan golok yang tidak bisa di tahan golok lainnya mendarat di badan.
Mereka berdua sekarang saling bacok tetapi apa yang terjadi, mereka tidak terluka sama sekali.
Para penonton tercengang dengan adegan pertarungan saling bacok ini, bahkan mungkin senjata api pun tidak akan sanggup menembus tubuh mereka.
Tetapi disana Sukma mulai terengah-engah, serangannya mulai melambat dan dia pun mundur beberapa langkah untuk menghindari tebasan golok jagat.
"Kamu hanya kebal bacok saja, tapi kamu masih merasakan rasa sakit ketika golok ku menyentuh kulit mu, lihatlah badan mu berubah menjadi biru dan itu akibat memar"ucap jagat.
Kemudian jagat pun melanjutkan "Aku memuji kehebatan ilmu mu, karena bisa membuat aku berkeringat, biasanya hanya kedua istri ku saja yang bisa membuat ku berkeringat, itu juga kalau di tempat tidur"
Jagat pun sambil sedikit menyeringai mengucapkan hal itu, memang Elis dan Sofy lah yang bisa membuat jagat berkeringat kalau mereka sedang berhubungan, karena mereka kalau melakukan hal tersebut sangat lama dan harus bergantian dan berulang ulang.
Sekarang jagat bertarung dengan Sukma dan dia mulai mengeluarkan keringat, itu juga memicu energi tenaga dalam jagat kembali pulih walaupun belum 100%.
Kemudian Sukma pun batuk "Uhuk....uhuk...."
Batuk Sukma sambil mengeluarkan darah yang berarti di dalam tubuhnya mengalami luka.
Meskipun bagian kulit tidak mengalami luka serius dan hanya memar saja, tetapi bagian dalam dari tubuh Sukma mengalami pendarahan sehingga mengeluarkan seteguk darah.
Sukma pun melemparkan golok yang dia pegang dan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dada "Tuan muda, aku mengaku kalah"
Sukma pun menyerah dan dia bergegas pergi ke pinggir aula, dan tinggal tersisa 2 orang lagi yang belum melawan jagat.
"Tinggal kalian berdua, ayo maju kalian berdua biar lebih cepat selesai" ucap jagat.
Tetapi malah satu orang yang maju "Maaf tuan muda, aku bukan Power Ranger, yang melawan 1 orang dengan bersama sama, perkenalkan nama ku Wira dari perguruan pencak silat lembah Andes, aku adalah murid terkuat dari perguruan silat ku ini"
"Baiklah kalau begitu ayo maju, apa mau pakai senjata atau pakai tangan kosong ?" Tanya jagat.
"Aku di juluki si Tinju penghancur, aku hanya mengandalkan tinju ku ini saja" jawab Wira.
"Baiklah kalau begitu aku akan coba beradu tinju dengan mu, ayo maju kita mulai" ucap jagat.
Wira langsung bergerak memperagakan gerakan dari jurus pukulan penghancur yang dia miliki, kemudian dia pun berlari dan melompat sambil melayangkan tinjunya ke arah jagat.
"Jurus Tinju penghancur Gunung...."
__ADS_1
***
* Bersambung