
Bab 269 Pertarungan Tingkat Tinggi
Ajian Waraga Sungsang adalah ilmu Kanuragan yang dapat meningkatkan kekuatan, bahkan bisa meregenerasi tubuh yang terluka.
Sehingga sekarang Ki Maja menjadi bertambah fit dan luka yang di akibatkan oleh kakek badar kembali sembuh
Ki Maja pun tertawa terbahak-bahak "Hahaha.... Badar lihatlah ini ajian Waraga Sungsang Ku, lihat luka ku sembuh seketika dan tubuh ku semakin kuat"
Kakek Badar tersenyum " Apakah hanya itu kemampuan mu, beberapa puluh tahun hanya menguasai ajian Kanuragan seperti itu"
"Oh tentu tidak, masih ada banyak ilmu Kanuragan yang aku kuasai"
"Ayo kerahkan seluruh kemampuan mu dan ilmu Kanuragan mu" tantang Kakek Badar.
Kemudian Ki Maja menyatukan telapak tangannya dan seketika muncul asap putih di tangannya.
Asap itu seketika berubah menjadi sebuah senjata berupa keris dengan panjang 30 centimeter.
"Keris sakti ular weling .... " Teriak Ki Maja.
Kakek Badar tidak mau kalah dia pun mengeluarkan senjata andalannya, di tangannya langsung muncul sebuah senjata.
"Kujang sakti si maung Lugai ...." ucap kakek badar.
Sekarang mereka memegangi senjata masing-masing, senjata sakti yang di lapisi oleh tenaga dalam.
Sehingga senjata itu memunculkan cahaya, cahaya yang meluap luap seperti di pasangi lampu LED.
Mereka berdua kembali akan melakukan serangan karena sudah memperlihatkan jurus untuk menyerang.
Hiat ....
Ki Maja menerjang begitu pula Kakek Badar.
Mereka saling mengayunkan senjata mereka masing masing.
Wuss....
Ki Maja menghunuskan kerisnya
Trang....
Di takis dengan kujang Kakek Badar, mereka saling menekan dan pada akhirnya kakek badar melayang tendangan ke arah Ki Maja.
Wuss....
Ki Maja melompat kebelakang untuk menghindar tendangan dari kakek badar.
Kemudian Ki Maja bergerak memperagakan jurus silat yang dia kuasai "Jurus Waringin Sungsang"
Wuss....
Angin berhembus dari gerakan tangan Ki Maja, seperti kipas angin dengan kekuatan putaran yang sangat kencang.
Semua penonton langsung mundur dari depan jeruji besi, mereka takut terhempas oleh angin yang berhembus kencang dari Ki Maja.
Kakek Badar tersenyum kemudian dia pun mengeluarkan jurus-jurus yang dia kuasai "Ajian Tapak satepa mapag...."
Wuss....
__ADS_1
Mereka menampilkan jurus andalan mereka masing masing.
Wuss....
Mereka melompat dan kemudian saling menyerang, jual beli serangan terjadi, bahkan jeruji besi sampai terpotong oleh keris Ki Maja dan tebasan kujang Kakek badar.
Penonton pun bubar, karena kalau masih berada di tempat itu maka akan sangat berbahaya.
Bahkan jeruji besi itu sampai runtuh dan menimpa murid Ki Maja yang sedang pingsan.
Pertarungan yang sangat dahsyat, bahkan lebih dahsyat dari pada film laga apten bangun.
Sret....
Kakek Badar terkena sayatan keris dari Ki Maja, dia langsung tertawa "Hahaha.... Rasakan ketajaman kering ular weling ku, lihatlah darah mu berubah menjadi biru, keris ku ini memiliki racun yang sangat kuat, bahkan bisa membunuh seekor gajah"
Raut wajah kemenangan terlihat, nada nada ejekan keluar dari mulut Ki Maja "Rasakan itu, bersiap lah hadapi kematian mu, Hahaha....."
Kakek Badar terbatuk "uhuk.... Uhuk..."
Dia mengeluarkan seteguk darah dan kemudian wajahnya memucat.
Brak....
Kakek Badar pun langsung berlutut sambil memegangi tangannya yang terkena sayatan.
Luka itu semakin membiru, bahkan terlihat akan segera membusuk.
Cleb.... Cleb....
Kakek Badar langsung menotok titik akupuntur supaya racunnya tidak menyebar.
Ki Maja tersenyum puas, karena dia sekarang bisa mengalahkan musuh bebuyutannya.
"Hahaha.... Tidak sia sia aku berlatih selama bertahun tahun dan mendapatkan senjata sakti keris ular weling, akhirnya aku bisa mengembalikan kehormatan ku yang telah lama di renggut"
Ki Maja menunjuk ke arah kakek badar "Matilah jangan harap kamu bisa terus hidup, ini sudah akhir hayat mu"
Kakek Badar tersenyum "Aku tidak akan mati semudah itu, aku akan mengalahkan mu kembali, seperti pertarungan sebelumnya, aku akan selalu menjadi yang tidak terkalahkan"
"Hahaha.... Jangan mimpi, sudah dalam keadaan sekarat pun masih berbicara hal yang mustahil"
Kakek Badar langsung mengambil obat kecil pemberian dari jagat, obat ini adalah obat lumut goa naga.
Yang di buat oleh jagat dari lumut yang ada di goa naga di kampung cisarati.
Lumut ini bisa menjadi penawar berbagai macam racun, dan jagat membuatnya dan bentuk obat pil.
Jagat memberikan beberapa pil itu kepada kakek badar, dan dia simpan di dalam cincin batu wulung Ireng yang di berikan kepada kakek badar.
Kakek Badar pun memakan pil tersebut dan dalam beberapa detik, berlahan warna biru di luka yang menyebar berubah menjadi hijau dan kemudian berubah menjadi merah.
Racun itu sepenuhnya sudah di netralisir dan tinggal luka sayatan saja yang masih terbuka.
Kakek Badar pun bangkit kemudian mengusap luka itu dan seketika luka itu mengeluarkan asap dan berlahan menghilang.
Hilangnya asap itu membuat hilang pula luka sayatan tersebut.
Ki Maja tercengang "Apa ....!"
__ADS_1
"Hai ilmu apa yang kamu miliki, racun di keris ku itu sangat beracun, bahkan dalam beberapa menit gajah besar bisa langsung mati" ucap kaget Ki Maja.
"Aku tidak mempelajari ilmu kebal racun, karena tidak ada orang yang kebal terhadap racun, aku hanya memakan obat anti racun yang sudah di siapkan, dan mengenai luka ku yang kembali sembuh itu karena cincin yang aku pakai ini" ucap kakek badar yang memperlihatkan jari tangannya.
Beberapa kali Ki Maja terkejut dan sekarang dia terkejut kembali "A.... Apa .... Itu kan cincin batu wulung Darah"
Kakek Badar mengangguk "iya ini batu wulung darah, ini lebih hebat dari pada batu wulung Kadigjayaan Milik mu itu"
"Kurang ajar, selain aku harus mendapatkan Hotel Arssad aku juga harus mengalahkan mu untuk mendapatkan batu wulung darah itu" ungkapan keserakahan terlontar dari mulut Ki Maja.
Dia kembali memperlihatkan jurus andalannya yaitu ajian Waringin Sungsang dengan di padukan dengan ajian Waraga Sungsang.
Hiat....
Ki Maja kembali menyerang, dan kakek badar pun langsung menahan semua serangan, kembali mereka berdua bertarung dan jual beli serangan.
Ratusan bahkan ribuan jurus Sudah mereka keluarkan, Bahakan di lantai dasar Sudah tidak ada lagi penonton.
Mereka semua bersembunyi di lorong koridor atau ruangan, dan menyaksikan dari jarak jauh.
Jeruji besi sudah tidak akibat pertarungan mereka yang begitu dahsyat, hanya Elis yang masih duduk di kursi melihat pertarungan mereka berdua.
Itu pun Karena Elis menyelimuti seluruh tubuhnya dengan menggunakan energi tenaga dalam, supaya percikan energi yang tercecer tidak mengenai langsung tubuh Elis.
Energi tenaga dalam yang di keluarkan Elis membentuk perisai yang melindungi dirinya, sehingga dia tidak terganggu oleh apa pun.
Ki Maja dan kakek badar tersebut beradu serangan, bahkan kilatan cahaya yang di akibatkan oleh senjata mereka terlihat.
Percikan api dan ledakan kecil terdengar terus menerus, sehingga ini menjadi pertarungan yang sangat menakjubkan.
Para penonton yang ada di ruangan VIP tercengang, karena mereka anggap ini pertarungan tingkat tinggi yang di lakukan oleh para legenda Petarung tak terkalahkan
Orang orang itu pun Tanpa berembuk mereka menyepakati sesuatu di dalam hati mereka masing masing.
Bahwa siapa pun yang menjadi pemenangnya, mereka harus berteman baik, dan kalau bisa bersekutu, atau mereka menyerahkan diri mereka untuk menjadi anak buah sang pemenang.
Bukan apa apa, mereka berpikir bahwa masa depan orang mengabdikan diri kepada sang pemenang ini maka, kehidupan dan kekayaannya akan terjamin, bahkan ke amanan mereka pun terjamin.
Sehingga mereka pun bertekad untuk mengabdi kepada siapa pun orang yang memenangkan pertarungan ini.
Di arena kakek badar terus menyelimuti kujang maung Lugai dengan tenaga dalamnya, kakek badar terus menakis Hujaman keris ular weling Ki Maja yang akan mengkoyak kulitnya.
Di sisi lain kakek badar melayangkan tendangan samping yang mendarat di tulang rusuknya.
Brak.....
Ugh....
Buwar....
Ki Maja kembali terpental dan mengeluarkan seteguk darah, dia tidak menyerah dan langsung berteriak kembali "Ajian Waraga Sungsang...."
Seketika luka di sekujur tubuhnya sembuh dan tidak ada bekas tendangan bahkan tulang rusuk yang tadi patah tersambung kembali.
Setiap Ki Maja terkena serangan yang patal dia selalu berteriak ajian Waraga Sungsang, karena ajian itu bisa meregenerasi sel-sel kulit mati dan menyembuhkan secara cepat luka yang dia dapat.
***
* Bersambung
__ADS_1