Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 45 Dokter Jagat


__ADS_3

Bab 45 Dokter Jagat


Lita menunjukkan arah ke ruangan khusus dan disana sudah terbaring pasien di atas belangkar, seorang laki laki berusia 45 tahunan dengan tubuh yang proporsional.


Jagat pun menghampiri dan bertanya kepada pasien yang berbaring tersebut "selamat datang di ruangan khusus ini pak, kalau boleh tahu bagai mana awal mulanya penyakit bapak terjadi"


Pasien itu pun menjawab "tadinya aku hanya berjalan dan tersandung batu kemudian jatuh pingsan, dan setelah bangun kaki ku tidak bisa di gerakan"


Jagat duduk di kursi dekat pasien dan mengobrol dengan dirinya tanpa memeriksa pasien tersebut.


"Oh jadi bapak pingsan terlebih dahulu" tanya jagat.


Pasien itu pun menjawab "iya dok"


Kemudian jagat bertanya lagi "Bagai mana hasil pemeriksaan oleh dokter medis setelah bapak di periksa"


"Dokter yang tadi memeriksa bilang bahwa aku normal dan tidak memiliki penyakit apapun, sehingga aku di pindahkan ke ruangan khusus ini" ucap pasien itu.


Kemudian jagat pun bertanya "Maaf ni pak ya, aku hanya ingin tahu, apakah bapak sudah menyinggung perasaan orang lain, atau kah bapak pernah menendang orang dengan sengaja sampai terluka atau dia sakit hati"


Pasien itu pun mengingat ingat, karena memang banyak orang yang sudah di singgung dirinya, pasien ini adalah juragan sayuran, dia banyak menghina petani dan pekerja sehingga dia banyak di benci.


Terakhir kali dia menendang seorang anak yatim piatu, karena masalah sepele dan membayar tenaganya dengan tidak wajar sehingga dia sakit hati dan mengalami memar di tubuhnya.


Pasien itu pun mengingat kejadian tersebut dan menceritakannya kepada jagat "iya aku ingat telah menendang anak yang bekerja di perkebunan sayur ku"


Pasien itu pun menjadi marah kepada anak tersebut yang telah dia tendang "kurang ajar, jadi dia penyebab kelumpuhan ku, jadi aku di santet ya dok"


Jagat tersenyum dan menggelengkan kepalanya "bapak tidak di santet, ini adalah penyakit yang disebabkan oleh kelakuan bapak sendiri"


Pasien itu pun menjadi bingung dan bertanya "apa maksud anda dok"


Jagat pun berterus terang "anda terlalu sombong dan arogan, sehingga anda banyak di doakan buruk oleh anak buah anda, dan penyakit yang anda derita adalah doa yang di Kabul orang orang yang merasa di zolimi oleh anda. Apa lagi anda telah menendang anak yatim piatu yang doanya akan di dengar dan di ijabah"


Setelah mendengar perkataan jagat pasien itu pun merenungkan kembali perbuatannya, dan kemudian dia bertanya "apa penyakit ku ini bisa di sembuhkan dok"


Jagat menganguk "bisa tetapi ada syarat yang harus Bapak penuhi untuk kesembuhan ini"

__ADS_1


"Apa pun syaratnya akan aku penuhi asalkan aku kembali normal" ucap pasien tersebut.


"Ada 3 syarat yang harus bapak penuhi yaitu yang pertama sesali segala perbuatan bapak yang telah dilakukan" ucap jagat


Pasien itu pun mengangguk "iya dok saya sudah menyesalinya"


"Ke 2 ini yang paling sulit" ucap jagat


"Apa itu dok" tanya pasien tersebut.


"Bapak harus merubah sikap arogan menjadi belas kasih, hindari dari sifat sombong dan lebih murah hati, dan syarat ke 3 bapak harus meminta maaf dengan ikhlas kepada orang orang yang sudah bapak sakiti" ucap jagat.


"Baiklah dok saya akan melakukan apa yang di katakan oleh dokter, terus bagai mana dengan kaki saya yang lumpuh ini apakah saya bisa di obati" ucap pasien itu.


Jagat tersenyum "Hasil pemeriksaan oleh medis bapak di nyatakan sehat, jadi apa yang harus dilakukan seorang dokter seperti saya kalau bapak sendiri sehat, dan yang pastinya bapak sudah menyesali perbuatan bapak, tapi ingat tagihan rumah sakit ini bapak harus bayar ya, sekarang bapak boleh pulang"


Pasien itu menjadi heran karena dia tadi tidak bisa menggerakkan kakinya dan di bawa kesini dengan menggunakan belangkar yang di dorong oleh perawat.


"Dok aku kan lumpuh, bagai mana bisa aku pulang berjalan" ucap pasien itu yang di usir jagat, dan merasa dia tidak di periksa oleh dokter di ruangan khusus ini.


Entah apa yang terjadi ketika jagat memegang punggung dari pasien itu, pasien itu merasa ada hawa panas yang menyebar dari punggung kemudian turun ke kaki, meskipun sedikit kesal pasien itu mencoba menggerakan jari kakinya.


Dia spontan kaget karena jari kakinya bisa digerakkan, kemudian dia menggeser posisi kakinya untuk turun dari atas belangkar tersebut.


Dia pun merasa bersyukur karena kakinya sudah sembuh dan bisa di gerakan kembali walau pun sedikit tertatih tatih.


"Tuh kan, kaki bapak tidak apa apa" ucap jagat sambil tersenyum.


Setelah beberapa langkah berjalan sambil bertatih tatih pasien itu pun kembali duduk di belangkar.


"Terima kasih dok, kalau boleh tahu siapa nama dokter ini" tanya pasien itu.


"Nama saya jagat pak" jawab jagat sambil tersenyum.


Pasien itu pun menunjuk rasa hormatnya kepada jagat "oh, dokter jagat, nama saja Sudewo dari kota T, jujur sebenarnya penyakit ini sudah di derita 1 bulan lebih, aku sudah ke rumah sakit di kota T bahkan menemui Dukun kampung, tetapi tidak kunjung sembuh.


Dan beberapa orang teman merujuk ku ke rumah sakit ini, katanya rumah sakit ini juga bisa mengobati orang yang kena penyakit guna guna kaya aku ini, dan aku bersyukur dengan bantuan dokter jagat aku kembali sembuh,

__ADS_1


Aku tidak akan melupakan kejadian ini, dan aku berhutang Budi kepada mu dokter" pasien yang memperkenalkan diri dengan nama sudewo itu merogoh saku celananya dan memberikan kartu nama


"Ini kartu nama ku, kalau dokter jagat pergi ke kota T, tolong hubungi aku ya, aku akan menyambut dokter dengan meriah" ucap pak sudewo.


Jagat hanya tersenyum dan menanggapinya "Aku tidak berbuat apa-apa kok pak, kan dari awal bapak itu sehat"


"Dokter jagat ini merendah, baik lah aku akan pulang dulu dan membayar segala tagihan ku di rumah sakit ini, terima kasih ya dok" ucap pak sudewo.


Dia pun turun dari belangkar dan berjalan keluar sambil sedikit sempoyongan seperti orang yang mabuk karena sudah satu bulan lebih dia tidak pernah menggunakan kakinya untuk berjalan.


Dan sekarang dia bisa berjalan lagi sehingga dengan senang dia pun berjalan tanpa menggunakan alat bantu apapun.


"Pak sudewo" panggil jagat


Pak sudewo pun melirik "iya dok..."


"Ingat 3 syarat yang saya ucapkan, kalau di langgar 1, gak usah hubungi saya lagi karena saya tidak bisa membantu" ucap jagat mengingatkan.


Pak sudewo pun tersenyum "ya akan aku ingat itu, karena aku pun tidak mau kaki ku lumpuh lagi, itu sangat menderita bagi ku, terima kasih sudah mengingatkan aku dokter jagat"


Lita yang ada di samping jagat melengok dengan membawa meja dada, kertas dan bolpoin untuk mencatat, tetapi tidak ada yang dapat Lita catat dari kejadian ini.


"Mbak Lita ayo kita pergi, karena tugas kita sudah selesai" ucap jagat yang membangunkan Lita dari lamunan.


"I...iya dokter jagat" ucap Lita menjawab terbata bata.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2