
Bab 195 Bidadari Yang Menerima Ku
Setelah mereka berbincang bincang mereka pun bubar dan masuk ke dalam kamar hotel masing masing.
Jagat langsung membuka seluruh pakaiannya dan yang menggunakan ****** ***** boxer, begitu pula Elis dan Sofy mereka mengganti baju mereka dengan menggunakan baju Harem.
Mereka pun langsung melompat ke atas tempat tidur untuk merebahkan tubuhnya, karena terasa badan mereka sangat lelah.
"Apa kita akan langsung tidur atau mau berolah raga dulu ?" Tanya Elis.
"Dasar kamu ya lihat ay gak pake baju otak mu langsung...." Sofy tidak melanjutkan bicaranya.
"Sudah jangan berdebat, kita tidur saja toh nanti subuh kita harus berangkat ke kota T, kasian juga sama Author nya kalau harus menceritakan kita sedang berhubungan, sudah beberapa kali dia dapat peringatan" ucap jagat.
"Iya juga sih, ya sudah kita pura pura tidur saja, toh kalau kita di dalam selimut, kita tidak akan ketahuan" ucap Elis.
"Hadeuh, kamu ini ya" timpal sofy.
"Tapi kamu juga mau kan" ucap Elis.
Wajah sofy pun memerah malu karena dia tidak berani blak blakan seperti Elis.
Jagat pun menarik mereka supaya berbaring "Sudah kesini, jangan banyak bicara"
Mereka pun merebahkan diri di dada bidang jagat, kemudian sofy menarik selimut menutup sampai ke leher.
Tidak lama kemudian mereka pun terlelap tidur karena memang mereka sudah sangat lelah habis perjalanan jauh.
Di tengah malam sofy terbangun karena ingin buang air kecil, dia pun mengendap ngendap turun dari atas tempat tidur supaya tidak menggangu jagat dan Elis.
Sedangkan Elis sendiri tidur membelakangi jagat yang memposisikan diri tidur terlentang karena ke dua tangannya menjadi sandaran tidur Elis dan Sofy.
Karena Elis tidur membelakangi jagat, sehingga tangan jagat tidak lagi menjadi sandaran Elis, begitu pula tangan satunya lagi, karena sofy pergi ke kamar mandi.
Jagat pun membuka mata karena menyadari bahwa sofy tidak ada di tempat tidur, kemudian dia pun bangun.
Suara gemericik air terdengar di dalam kamar mandi, jagat pun berguling ke samping dan keluar dari dalam tempat tidur, kemudian dia berjalan ke kamar mandi hotel.
Dan pun kamar mandi itu tidak di kunci oleh sofy, jagat pun membuka kamar mandi tersebut dan sontak membuat sofy terkejut.
"Astaga ay, kamu mengagetkan ku saja" ucap Sofy.
Jagat tidak berbicara tetapi dia hanya menempelkan jarinya di bibir sofy, yang berarti dia tidak usah berisik.
__ADS_1
Setelah itu jagat memutar balik sofy sampai membelakanginya dan....apa yang terjadi sudah bisa ditebak karena terdengar suara rintihan dan *******.
Setelah beberapa lama di tempat tidur, Elis merubah posisi tidurnya, yang tadi membelakangi jagat menjadi terlentang.
Tangan Elis pun meraba raba tempat tidur dia pun sedikit kaget "loch ko, mas say tidak ada di tempat tidur"
Kemudian Elis pun menyipitkan matanya dan membukanya sedikit, dan benar saja dia tidur sendiri, jagat dan Sofy tidak ada di atas tempat tidur.
Elis yang awalnya mengantuk pun kesadarannya kembali pulih dan mendengar ada suara samar samar.
Elis pun bangkit dari tempat tidur dan melihat ke sekeliling kamar hotel tidak ada siapa pun, tetapi ada suara samar terdengar di kamar mandi.
Elis sudah menduga bahwa orang yang ada di kamar mandi adalah sofy dan jagat.
"Sialan kenapa mereka berdua tidak mengajak aku sih, dari tadi aku sudah tidak tahan tahu" gumam Elis.
Dia pun menjadi sedikit marah dan langsung berjalan menuju kamar mandi.
Elis pun langsung membuka kamar mandi sambil berbicara "Apa yang sedang kalian laku....."
Belum sempat menyelesaikan bicaranya, Elis langsung di tarik oleh jagat
"Aw...." Teriak Elis.
Elis pun masuk ke dalam kamar mandi, dan Sofy yang keluar dengan muka sedikit pucat dan lemas.
Setelah itu Sofy pun menuju ke tempat tidur dan langsung merebahkan diri, beberapa detik kemudian dia pun tertidur pulas.
***
Ke esokan paginya, mereka pun sudah bersiap untuk pergi ke kota T dimana jagat akan ketemu mantan pasiennya yang bernama pak sudewo dan ada temu janji dengan eyang mawon yang berencana membeli daster kuntilanak milik dara.
Sebelum mereka pergi mereka pun sarapan pagi terlebih dahulu, dan kebetulan Farrah bersama dengan dokter Dian pun sedikit akan sarapan.
Mereka pun sekalian sarapan pagi bersama di meja yang sama, disana Farrah pun bertanya "Tuan muda sekarang anda mau kemana?"
"Jangan panggil tuan muda, panggil saja aku seperti yang lainnya jagat, kalau kamu merasa canggung, bisa panggil aku dengan sebutan mas jagat" ucap jagat
"Iya baik lah tuan...eh mas jagat" ucap Farrah.
Jagat pun mulai menjawab pertanyaan dari Farrah "Sepertinya aku kemarin sudah mengatakannya, aku akan ke kota T ada keperluan bisnis"
Farrah langsung tersenyum tanpa memperdulikan Elis dan Sofy "Hehehe.... jangan jangan, anda mau ketemu Raya ya !"
__ADS_1
Jagat tidak menjawabnya dia hanya menggelengkan kepalanya, tetapi disana Elis langsung menyela "Aih, buat apa bertemu wanita arogan seperti itu, dia wanita yang tidak tahu berterima kasih"
Mendengar perkataan dari Elis, sofy pun bertanya "Siapa yang bernama Raya itu ?, Dan kenapa kamu bilang dia tidak tahu berterima kasih ?"
"Dia mantan kekasih mas say kita, ibunya sangat arogan, bahkan dia sampai memandang rendah mas say kita, bukan hanya itu, ibunya di obati di rumah sakit dengan biaya mas say, tetapi balasannya apa, sudah merendahkan mas say, dia juga menyuruh si raya untuk memutuskan hubungan dengan mas say" Elis bercerita dengan nada yang sedikit marah.
Waktu itu Elis lah yang menangani ibunya raya bersama dokter Marta, sehingga Elis tahu semua kejadian itu, bahkan di depan Elis lah ibunya merendahkan jagat.
Ibunya Raya bilang, bahwa jagat tidak cocok untuk bersanding dengan Raya anaknya, dan Raya lebih cocok bersanding dengan pengusaha kaya bukan lelaki kampung yang miskin.
Meskipun jagat sudah memberitahu bahwa dia pemilik hotel Arssad, ibunya Raya malah bilang bahwa jagat seorang penipu.
Raya tidak membela jagat dan malah membiarkan ibunya terus menghina dan merendahkan jagat, sehingga itulah penyebab Elis tidak suka kepada Raya.
Sehingga setelah jagat keluar dari dalam ruangan perawatan, Elis pun menghampiri Raya dan berbisik "kamu itu wanita bodoh, membuang sebongkah berlian, tetapi bagus lah, biar aku yang memungut berlian itu supaya tidak jatuh ketangan orang yang tidak tahu di untung seperti mu"
Setelah kesembuhan ibunya Raya, jagat pun memutasikan Raya ke kota T, dengan alasan supaya Raya lebih dekat dengan sanak keluarga, karena dia berasal dari kota T.
Sofy pun menghela nafas "Beruntung dia tidak menjadi bagian dari kita, kalau ada dia mungkin kita semua akan memiliki konflik dan tidak akan harmonis seperti ini"
"Iya bisa jadi" timpal Elis.
Dokter Dian pun meminta maaf "Maafkan istri ku ya, membuat kalian membuka luka lama"
Jagat tersenyum "Hehehe....itu tidak apa-apa, yang terpenting aku sudah mendapatkan bidadari yang menerima ku apa adanya"
"Ya iyalah, mas jagat pasti selalu di terima oleh wanita cantik, toh mas jagat kan orang kaya pemilik hotel Arssad" ucap Farrah.
Hari ini Farrah berbicara sedikit menyebalkan, entah karena apa, atau mungkin dia sedikit cemburu karena jagat tidak meliriknya waktu pertama kali.
Jagat malah melirik Raya yang baru pertama kali datang, jagat sudah di usir usir oleh Raya, bahkan Raya tidak secantik dirinya.
Kelebihan raya hanya memiliki body yang montok dan membuat para lelaki yang melihatnya tidak bisa mengalihkan pandangannya.
Tetapi disana Farrah pun sadar diri bahwa dia sudah bersuami, dan bahkan suaminya adalah teman dari bosnya itu.
"Aku sebenarnya tidak perduli, mas say orang kaya atau orang miskin, hanya saja aku sudah berjanji di dalam hati ku, siapa saja lelaki yang tidak dapat aku lihat isi pikirannya dengan kekuatan ku, aku harus menjadi pasangannya" ucap jujur Elis.
Kemudian dia pun melanjutkan "Sehingga aku berusaha bagai mana cara membuat mas say menjadi milik ku, dan kesempatan itu ada waktu kita piket bersama, awalnya aku di sembuhkan dari penyakit latah ku, sehingga aku semakin tertarik kepada mas say"
***
Bersambung
__ADS_1
Author mengucapkan Minal Aidzin Wal Fa Idzin Mohon Maaf Lahir Dan Batin.
Selamat Hari Raya Idul Fitri