
Bab 59 Keracunan Makanan
Setelah mendapatkan berkas berkas, jagat pun memasukkannya ke dalam tas selempang yang dia bawa dan akan di periksa nanti di rumah sakit ketika jaga malam.
Jagat pun segera pergi melewati lift khusus untuk sampai ke bawah, piring dan gelas yang ada di meja makan di biarkan begitu saja, karena nanti ada bagian yang membersihkan kamar akan mengambilnya.
Jagat pun masuk ke tempat parkir dan segera menyalakan sepeda motornya kemudian dia berlalu pergi meninggalkan hotel Arssad.
Setibanya di rumah sakit, jagat langsung menuju ke resepsionis dan menanyakan kepada resepsionis tersebut "Mbak apa ada pasien yang di bawa dengan ambulance dengan nama penjamin Raya"
Resepsionis itu pun membuka buku dan melihat daftar pasien "Ada mas pasien bernama Ibu Suhartini dengan nama penjamin Raya, sekarang ada di ruangan IGD lagi pengecekan"
"Oh terima kasih kalau begitu" ucap jagat yang kemudian dia pergi.
Di lorong rumah sakit terlihat ada seorang lelaki yang nampak jagat kenal, gerak geriknya nampak sedang gelisah dan cemas, kadang berdiri dan kadang duduk, seperti orang yang sedang mules mau ke kamar mandi tetapi tidak keluar.
Jagat pun menghampiri lelaki tersebut dan menepuk pundak lelaki tersebut "kak Andi sedang apa kamu di rumah sakit ini, siapa yang sakit kak" tanya jagat.
Dia pun kaget karena tiba-tiba ada yang menyapanya dengan menepuk pundak "Eh jagat aku kira siapa, yang sakit istri ku, dia tiba-tiba kejang dan muntah mengeluarkan busa"
"Mungkin dia keracunan makanan kak" ucap jagat.
"Gak tahu mungkin saja !, tapi awalnya gak apa-apa tapi tadi pagi langsung kejang dan muntah muntah" jawab Andi.
"Bagai mana hasil diagnosis dokter, kak" tanya jagat.
Andi menggelengkan kepalanya karena dari tadi belum melihat dokter yang menangani istrinya, hanya para perawat yang hilir mudik kesana kemari.
Andi sekarang sedikit tenang karena ada teman mengobrol seperti jagat, Andi sendiri adalah Kakak kelas jagat waktu di kampung dan dia salah satu murid dari kakeknya jagat
Sudah lama Andi merantau ke kota B ini setelah dia lulus dari sekolah menengah atas dan belum pernah kembali pulang kampung.
Karena biarpun dia bisa pulang kampung tidak ada tempat yang dia tuju karena dia anak yatim-piatu, yang ada sekarang hanya saudara dari orang tuanya, dan sejak kecil Andi ngobong atau tinggal di padepokan milik kakek jagat.
Sehingga kakek jagat di anggap sebagai orang tuanya sendiri dan menganggap jagat saudara sendiri, sehingga ketika sudah sekian lama tidak bertemu mereka pun mengobrol akrab.
__ADS_1
"Bagai mana kakek Badar sekarang, gat." Tanya Andi.
"Kakek Badar seperti biasa, dia sangat sehat, tetapi sekarang dia sudah mengurangi aktifitas gerak, dan hanya melakukan pekerjaan ringan saja" jawab jagat.
"Sebenarnya aku ingin bertemu dengan kakek Badar, gat. Tapi aku malu, karena sudah sekian lama tidak kembali ke kampung halaman " ucap Andi.
"Kenapa harus malu, kak Andi bagian dari keluarga kami di kampung Moeza, setiap hari raya semua murid kakek berkumpul, justru kakek sangat merindukan kak Andi, karena kak Andi murid kesayangannya, dan bahkan aku ingat kak Andi dulu melindungi ku dari bully an anak anak kampung sebelah sampai kak Andi babak belur" ucap jagat mengingatkan kembali ke masa lalu ketika mereka masih kecil.
Andi malah tersenyum "Aku tidak senang kalau adiku di tindas orang, makanya aku melindungi mu, suruh siapa waktu itu kamu lemah, padahal kamu cucu dari guru ku yang begitu hebat"
Jagat menggaruk kepalanya "hehehe....kak Andi tahu sendiri waktu aku kecil tubuh ku sangat lemah dan bahkan aku sering sakit-sakitan "
"Iya aku tahu, tapi sekarang setelah kamu besar bagai mana, apa masih sakit sakitan seperti dulu atau penyakit mu pernah kambuh" tanya Andi.
"Sekarang aku bersyukur setelah kakek memberikan nama panggilan Jagat kepada ku, aku jarang sakit dan bahkan tubuh ku nampak kuat seperti melebihi orang normal " jawab jagat.
"Bagus kalau begitu, aku turut senang mendengarnya, aku janji hari raya tahun ini akan pulang kampung dan bertemu kakek Badar di sana" ucap Andi.
Tiba-tiba ada perawatan yang berlari menghampiri jagat kemudian bertanya "Siapa suami dari ibu Melinda"
Mendengar perkataan perawatan yang menyebutkan nama Melinda Andi menjadi cemas dia berbicara kepada jagat, "Melinda istri ku gat, ada apa ya"
Suster pun berkata "Istri anda harus segera melakukan operasi, karena racun di dalam tubuhnya tidak bisa di keluarkan, dia meminum cairan pembersih lantai yang keras sehingga bagian dalamnya sedikit melepuh dan kalau tidak segera ditangani maka tidak akan terselamatkan"
Penjelasan dari suster itu membuat lemas kaki Andi, dia bingung harus bagai mana "lakukan yang terbaik suster aku akan tanggung biayanya"
Mendengar perkataan dari Andi suster itu menjadi bingung "Tapi pak, dokter senior kami sedang tidak ada di rumah sakit ini"
Andi yang tadi berdiri langsung terduduk lemas dan mengusap mukanya dengan kedua telapak tangannya.
"Oh tuhan, cobaan apa yang kau berikan kepada ku, siapa pun yang dapat menyembuhkan istri ku, aku rela melakukan apa saja" ucap pelan Andi sambil mengeluarkan air matanya.
Pria kekar berotot juga bisa menangis kalau orang yang dia sayangi dan cintai menderita, ini terbukti dengan Andi yang berbadan tegak tubuh berisi dengan otot yang kuat menangis di rumah sakit ini.
Perawat itu pun melihat jagat, meskipun jagat baru kemarin bertugas di divisi khusus tetapi perawat itu tahu bahwa jagat adalah dokter umum dari divisi khusus, karena perawat itu pernah mengirim pasien lumpuh yang di tangani oleh jagat.
__ADS_1
"Bukanya anda dokter dari di visi khusus, apakah anda bisa membantu kami menangani pasien yang bernama ibu Melinda ini" tanya perawat itu.
Jagat pun mengangguk "Bisa ayo tunjukkan di mana tempatnya "
Kemudian jagat melirik kearah Andi "kak Andi aku akan berusaha menyelamatkan nyawa dari kakak Ipar"
Jagat pun bergegas pergi di pandu oleh perawat yang menangani istrinya Andi.
Setibanya di ruangan berbagai alat sudah terpasang di mulut dan hidung pasien, semua perawat sudah melakukan yang terbaik atas arahan dokter senior yang mereka telpon, karena dokter senior sedang ada keperluan mendadak sehingga tidak masuk kerja.
Jagat tidak panik seperti para perawat itu, infus terpasang di tangan pasien, mereka dengan berbagai cara melakukan tindakan supaya racun bisa keluar dan di netralisir.
Tetapi tindakan tersebut membuat keadaan menjadi tambah parah dan kalau di biarkan bisa mengakibatkan kematian.
Jagat memeriksa urat nadinya dan melihat keadaan seluruh tubuh pasien dengan mata batin, setelah mendeteksi dia pun mulai bergerak.
"Buka semua Selang yang terpasang, dan tinggalkan ruangan ini, biar aku sendiri yang mengobati pasien ini, dan tolong bawakan aku hidrococo yang banyak tetapi harus dari air kelapa asli" perintah jagat
Salah satu perawat langsung menyanggah "Tapi dok, kalau di lepas bisa....."
"Tenang saja, di lepas bisa meninggal dan tidak di lepas pun kemungkinan akan meninggal percayakan semuanya pada ku" ucap Jagat.
Perawat itu pun berbicara kembali "tetapi untuk hidrococo, itu air infus sama khasiatnya dengan air kelapa muda"
"Aku menginginkan air kelapa muda atau dalam istilah hidrococo, cepat Carikan segera" perintah kembali jagat dengan tegas.
Para perawat itu tidak bisa menolaknya mereka semua keluar ruangan setelah mencabut semua selang yang terpasang di tubuh pasien yang bernama Melinda.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna