Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 282 Esensi Darah


__ADS_3

Bab 282 Esensi Darah


Bram yang berkata blak blakan bahwa indah itu miliknya, indah pun membelalakan matanya.


"Apa, aku milik mu, kapan kita jadian, bahkan kita bukan teman dekat"


Bram tersenyum "Ya mulai dari sekarang kita akan jadian, dan kamu sekarang pacar ku"


Bram memaksakan diri, dengan bangganya dia bilang bahwa indah sekarang menjadi pacarnya.


"Gila, emang dasar gila, bahkan aku tidak ada rasa untuk mu, semudah itu kamu bilang aku pacar mu, apa kamu sedang mimpi di siang bolong, boleh kamu tahu bahwa aku dan feri sudah pacaran dari semenjak SMP, kamu datang datang langsung bilang aku pacar mu"


Indah sedikit nyolot karena merasa terganggu dengan Bram dan teman temannya "Jangan bermimpi deh, lebih baik kamu pergi dan jangan ganggu hubungan kami, dan ingat jangan ancam feri lagi"


Bram pun menjadi naik pitam dia melepaskan rangkulannya dari feri kemudian beralih ke arah indah.


"Aku tidak peduli dengan apa yang kamu katakan, aku suka kepada mu, itu berarti tidak ada orang yang boleh memiliki mu selain aku"


Indah menggelengkan kepalanya "Dasar gila, pergi sana ...."


Bram malah tersenyum "aku suka wanita yang galak seperti mu, ingat kamu itu pacar ku, kalau kamu tidak patuh maka, aku akan menghajar feri"


Teman teman Bram langsung menghampiri feri, satu orang memegangi tangan kiri dan kanan feri dan satu orang lagi mencekik leher feri dengan menggunakan jari jarinya.


Bram kemudian mengancam "jadilah pacar ku, kalau tidak, maka feri akan jadi bulan bulanan mereka"


Disana jagat, Elis dan Sofy tidak mempedulikan mereka yang sedang berselisih, jagat, Elis dan Sofy hanya pokus memakan hidangan yang dia pesan.


Para pengunjung lain yang melihat kejadian itu hanya berkata mencibir "Dasar anak anak berandalan"


Satu orang teman Bram duduk di kursi, karena ada 1 kursi yang masih kosong.


Dia duduk sambil sedikit menggebrak meja dan kebetulan kursi kosong itu tepat di samping Elis.


Brak....


"Hai.... Kakak cantik perkenalkan nama ku Robet"


Elis yang sedang makan langsung meraih gelas yang berisi kopi hitam milik jagat.


Air di gelas itu masih mengeluarkan asap yang berarti air kopi itu dalam keadaan panas.


Elis yang kaget langsung menyiram gelas yang berisi air kopi "Eh.... iya.... Aku cantik.... Iya aku cantik.... Seperti Robet"

__ADS_1


Si Robet itu pun kepanasan karena di siram kopi oleh Elis, bahkan teman temannya pun ikut tertawa melihat Robet yang disiram kopi oleh Elis.


Kemudian sofy pun berkata "Astaga Ay, lihat lah penyakit latah Elis kambuh lagi"


Elis memberikan kode berupa kedipan mata ke arah sofy yang di jawab anggukkan oleh sofy.


Elis pura pura latah untuk mempermalukan Robet yang sok kegantengan itu.


"Ma.... Maaf aku tidak sengaja, kamu tadi mengagetkan ku dengar mengetuk meja, maaf karena aku latah" ucap Elis sambil mengambil beberapa tisu untuk mengelap Robet.


Tetapi Robet langsung memundurkan kursinya sehingga terdengar bunyi derit yang sedikit keras.


Elis yang ingin mengelap wajah Robet malah memukul Robet "Krit.... Iya.... Krit...."


Elis meniru bunyi derit itu sambil memukul wajah Robet sampai dia terpelanting ke belakang dengan kursi yang menjungkir.


Di sana menjadi kesempatan untuk feri supaya lepas dari cengkraman teman Bram, karena dia orang yang memegangi tangan feri melepaskannya.


Mereka melepaskan tangan feri untuk membantu Robet yang terjatuh dari kursi.


Tangan feri menjadi bebas dia langsung meraih kelingking orang yang sedang mencekiknya.


Krekak....


"Argh.... Sialan feri, jari ku sampai bengkok, dasar kurang ajar" orang itu mengumpat sambil meringis kesakitan.


Feri langsung bangkit dari tempat duduknya kemudian dia menendang dua orang yang sedang menolong robet.


Brak....


Brak....


Kedua orang itu pun langsung Tersungkur, feri tidak hanya melakukan itu saja dia juga menghajar teman Bram yang tersisa.


Jagat, Elis dan Sofy tersenyum melihat perkelahian itu, mereka hanya menonton sambil asik menyantap makanan.


Jagat pun berbicara kepada sofy dan Elis "apa kalian tahu beb, tingkat beladiri dari orang ini"


Jagat berbicara pelan dan hanya terdengar oleh Elis dan Sofy


"Aku rasa dia baru belajar beladiri, dia ada di dasar tingkat 2" tebak sofy.


"Dari kehebatan yang di perlihatkan dia baru dasar tingkat 3 tapi pergerakan yang dia tunjukkan sangat lah kasar, sepertinya dia belajar otodidak dari buku beladiri" tebak Elis.

__ADS_1


Jagat mengangguk kemudian berkata lagi "Apa kalian melihat cincin yang Dia pakai"


Mendengar itu Elis dan Sofy baru sadar dan memperhatikan cincin yang feri pakai.


Dari tadi mereka berdua tidak memperhatikan feri secara detail dan bahkan mereka tidak menyadari apa yang di pakai feri.


"Itu kan cincin batu wulung Ireng, meskipun tidak sebesar milik kita, tapi itu beneran cincin batu wulung Ireng" tebak Elis yang melihat dengan seksama.


"Apakah dia bisa menggunakan cincin batu wulung Ireng itu, aku tidak merasakan dia memiliki tenaga dalam" ucap Sofy yang mendeteksi kekuatan dari feri.


Jagat pun menjelaskan "sepertinya dia bisa menggunakan cincin batu wulung Ireng itu tidak menggunakan tenaga dalam, dia menggunakannya menggunakan esensi darah"


Feri menghajar mereka dan yang tersisa tinggal bram seorang, feri langsung menjambak rambut Bram.


"Jangan mentang-mentang kalian ada banyakan, kalian merundung dan membully orang lain dengan seenaknya, Aku tidak melawan karena tidak ingin banyak masalah, tetapi semakin kesini kalian semakin berani"


A...argh....


Kemudian feri berkata lagi "Ingat aku diam bukan berarti aku takut, dan aku menundukkan kepala bukan berarti takluk, aku hanya tidak ingin menjadi sumber masalah, tetapi apa, semakin aku biarkan, kamu semakin menjadi"


Bram meringis kesakitan dan dia hampir menangis "Ampun, aku tidak akan menggangu mu dan indah lagi, aku janji tolong lepaskan aku"


"Cih dasar berandal sampah, pergi mau dari sini" feri pun melepaskan mereka semua.


Bram mengajak teman temannya untuk segera melarikan diri dari tempat itu sambil kesakitan.


Tetapi setelah pada jarak 50 meter, Bram berbalik dan mengancam "Hai feri, tunggu lah di sana, aku tidak terima perbuatan mu tadi, kamu harus tahu bahwa kakak ku ketua pilar geng Beruang Hitam yang menguasai daerah ini, aku akan melaporkan kejadian ini kepada kakak ku, supaya kamu di pukuli sampai babak belur"


Setelah melayangkan ancaman Bram pun segera pergi untuk menghubungi kakaknya itu


Feri marah dia hendak mengambil gelas untuk di lemparkan ke arah bram tetapi keburu di tahan tangannya oleh jagat.


"Hentikan jangan influsip, kena kepala dia bisa geger otak, kamu nanti bisa masuk penjara, dan jangan merusak gelas milik restoran ini"


Feri ingin melepaskan tangannya yang di genggam jagat tetapi tidak bisa, di sana jagat mengedarkan energi tenaga dalam, lalu kemudian di tembakan ke cincin batu wulung Ireng yang di pakai oleh feri


Wuss....


Kesadaran Jagat pun memasuki cincin batu wulung Ireng milik feri.


***


* Bersambung

__ADS_1


__ADS_2