Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 209 Cek son Cek son


__ADS_3

Bab 209 Cek son Cek son


Setelah suami istri itu di bawa pergi Elis kembali memanggil pasien selanjutnya untuk di periksa oleh sofy dan jagat.


Jam istirahat pun sudah tiba, sofy yang sudah selesai menangani pasien pun keluar dari ruangan periksa dan duduk di samping Elis.


Ada 1 pasien lagi yang nanggung dan hendak di periksa oleh jagat, tetapi terlebih dahulu di tanya oleh Elis.


Dia itu seorang pemuda sedikit tampan dengan postur tubuh tinggi tetapi sedikit lunak, ya sebelas dua belas dengan dokter Dian yang lebai.


Di bibirnya terlihat ada bekas jahitan, dan di perkirakan dia itu sumbing dan bicaranya pasti bindeng.


Elis pun bertanya " boleh aku tahu namanya siapa ?"


Pemuda itu pun menjawab denga percaya diri sambil menepuk dadanya "mama gu Mem3k Nunikmat Dok"


Elis dan Sofy seperti mendengar suara yang di luar nalar, mereka berdua mengucek telinga mereka takut pendengaran mereka salah dengar.


Sekarang sofy yang bertanya "Siapa tadi nama kamu ?"


"Aku mem3k Nunikmat Dok" jawab pemuda itu.


Ingin rasanya Elis dan Sofy tertawa terbahak-bahak tetapi dia masih bersikap profesional mendengar nama mem3k Nunikmat.


Tetapi semua orang yang di belakang langsung tertawa terbahak-bahak mendengar perkataan pasien yang ada di depannya.


Kemudian salah satu pemuda berkata "Nama dia Memet nurhikmat dok, bukan mem3k Nunikmat"


Elis pun membulatkan bibirnya "Oh Memet nurhikmat"


Elis pun mencatat nama pasien yang bernama Memet tersebut, kalau tidak ada orang yang memberitahu nama asli pasien itu, mungkin Elis akan mencatat nama pasien itu sebagai mem3k Nunikmat, bukan Memet nurhikmat.


Elis disini merasa ada sedikit hiburan karena sebelumnya ada lelaki yang membentak dia dan suasananya menjadi tegang.


Tetapi sekarang ada pasien yang bernama Memet membuat orang lain tertawa terbahak-bahak dan Elis pun terhibur.


Sofy pun memiliki pemikiran yang sama dengan Elis, kemudian sofy bertanya di luar kesehatan Memet.


"Aku panggil kamu Memet saja ya, eh ngomong ngomong, kamu kesini mengendarai apa sepeda apa motor ?" Tanya Sofy.


"Au kecini naik motol dok, emangnya nenapa ?" Jawab Memet


"Kalau boleh tahu motor apa ?" Tanya kembali Sofy.


"Oh motol ku yang ada di cana dok, itu motol jadul mem3k melah asedap" jawab Memet.


Di sana sofy mulai berani tertawa meskipun harus di tahan dengan tangannya supaya Memet tidak tersinggung.


Elis pun kembali bertanya "motor apa met, tadi kedengarannya kurang jelas?"


Memet pun menunjuk kearah motor yang dia miliki "itu dok Mem3k melah Asedap"

__ADS_1


Elis tahu sedikit tentang motor sehingga Elis bisa melihat dan tahu nama motor tersebut, Sambil tersenyum Elis pun berkata "Oh bebek merah Astera delapa ratus"


"Iya dok asedap" ucap Memet


Astera delapa ratus sering juga di singkat menjadi Asdap, tetapi karena Memet sumbing pengucapannya menjadi Asedap.


Kemudian Elis mulai masuk ke pembahasan "kamu memiliki keluhan apa met?"


"Ini dok, ba'an au, meliang panas nigin, seinga au cucah ninul" jawab Memet.


Sofy tidak mengerti apa yang di katakan oleh Memet karena kosa katanya tidak jelas, tetapi Elis tahu apa yang di ucapkan oleh Memet.


"Oh kamu sudah tidur karena badan meriang panas dingin" ucap Elis.


"Nah iya dok benul, uah uwa hali AU, ga bia ninul" ucap Memet.


Elis pun mencatat keluhan dari Memet di secarik kertas yang nantinya di serahkan kepada jagat di dalam ruang periksa.


Kemudian Elis pun bertanya lagi "kamu sudah makan belum met, nanti dokter jagat langsung menyuruh kamu minum obat, kamu harus sudah makan terlebih dahulu"


"Maan, au uah abis duwa piling dok, Adi alo suluh minum obat, au iap" jawab memet


"Ya bagus kalau kamu siap minum obat met, sekarang langsung saja keruang pemeriksaan" ucap Elis.


Memet pun berdiri dan pergi menuju ruang pemeriksaan dengan di susul oleh Elis yang membawa laporan keluhan pasien.


Elis pun kembali untuk memanggil pasien yang lainnya untuk di periksa oleh sofy karena sedari tadi sofy hanya duduk di samping Elis.


"Kalau boleh tahu, nama mas siapa ya ?" Tanya jagat.


"Mama U Mem3k Nunikmat Dok" jawab Memet.


Jagat pun tersenyum mendengar perkataan dari Memet yang menyebutkan namanya itu.


Jagat tidak melanjutkan bertanya, karena takut dia khilaf, karena menayangkan nama Memet saja terdengar sangat jorok.


Jagat lebih memilih membaca laporan yang di catatan Elis "oh keyuhan atit Baan Ama cucah tidul ya"


"Ih dokter niluin au cih" ucap Memet


Jagat pun menutup mulutnya "UPS maaf ya mas Memet, kalau au eu tulalan, eh ketularan maksudnya"


"Tina apa apa dok" jawab Memet.


Kemudian jagat pun bertanya "Apa bindeng mu, mau sembuh aku memiliki cara supaya kamu tidak bicara bindeng dan normal seperti yang lainnya"


"Calanya imana dok ?" Memet balik bertanya.


Jagat tersenyum "gampang kamu yang perlu koprol 2 kali dan memposisikan kepala mu di bawah dan kaki di atas"


"Wah doktel encanda ya" ucap Memet.

__ADS_1


Jagat pun tertawa "Hahaha.... serius mas Memet masa aku bercanda"


"iu doktel eltawa, elalti doktel encanda" ucap Memet.


Jagat pun mengangkat tangannya sambil tersenyum "Serius mas Memet, demi.... kalau aku bohong berarti aku bukan dokter"


"Ach doktel ini tida meyainan" jawab Memet.


"Aku tertawa ini bukan karena berbohong mas Memet, maaf ya aku tertawa karena mendengar suara mu itu, Jagan marah ya, kalau kamu melakukan apa yang aku suruh aku yang suara mu akan normal kembali" ucap jagat.


Memet pun langsung berlari dan berkata sambil memperagakan "Beninih ya dok, dan Beninih"


Memet koprol 2 kali setelah itu dia jungkir dengan posisi kepala dibawah dan kaki di atas.


Memet melakukannya saking dia ingin berbicara normal seperti orang lain.


Kemudian dia pun kembali ke posisi semula dengan napas yang engos engosan "Ah doktel boong, ini suala AU, maih Beninih"


"Lah aku kan belum memberikan instruksi, mas Memet saja yang bersemangat langsung melakukanya" jawab jagat sambil tersenyum.


Memet pun menepuk jidatnya sendiri "Hadeuh AU upa, iya doktel benal, doktel beum meniktutikan u"


"Kalau begitu ayo lakukan" ucap jagat.


Memet pun sudah menempelkan kepalanya di lantai dan hendak koprol, jagat pun menghampiri, kemudian dia memegang leher Memet sambil menyalurkan energi tenaga dalam.


Hawa panas terasa mengalir di leher Memet dan dia pun berguling kedepan, kemudian dia bangkit dan hendak berguling lagi.


Sekarang jagat menotok punggung Memet kemudian dia pun berguling yang kedua kalinya.


Setelah itu Memet mengambil ancang-ancang untuk salto di dekat tembok dengan tangan menopang seperti kaki. Kepala di bawah dan kaki berada di atas.


Jagat pun mulai melakukan terapi dengan beberapa totokan di kepala leher serta dada.


Jagat pun memperbaiki bagian dari tenggorokan Memet dengan menggunakan tenaga dalam, jagat memperbaiki pita suara dan elak elalakan yang pendek.


Setelah itu pengobatan pun berakhir "turun lah, tetapi jangan bersuara dulu sebelum aku menyuruhnya"


Memet pun turun dan kemudian mengangguk lalu dia duduk kembali di kursi, jagat pun mengambil obat untuk mengobati penyakit panas dingin dan susah tidur.


"Ini di minum 3 kali sehari dan ini di minum 1 kali sebelum tidur, dan sekarang kamu boleh bersuara" jelas jagat.


Memet pun berdehem "Ehem..."


Kemudian jagat menyela "Cek son cek son...."


"Ach dokter bisah sajah" terdengar suara perempuan yang keluar dari dalam mulut Memet.


Sampai dia pun menutup mulutnya karena tidak percaya.


***

__ADS_1


* Bersambung


__ADS_2