Dukun Muda Mencari Cinta

Dukun Muda Mencari Cinta
Bab 80 Kompensasi


__ADS_3

Bab 80 Kompensasi


Setelah terkena tamparan Beni mulai menyerang, dia melayangkan tinjunya ke arah jagat, dan jagat pun menahannya dengan telapak tangan.


Kepalan tangan dan telapak tangan kontak Fisik, baik jagat maupun Beni tidak ada yang berhenti, tidak satu pun dari mereka mau mundur.


Jual beli serangan pun terjadi, tetapi tidak ada satu pun dari pukulan mereka yang kena, dalam beberapa waktu mereka seimbang.


Tetapi jagat merubah pola serangan sehingga Beni kewalahan, dan setelah beberapa gerakan Beni jatuh ke tanah dengan mulut berdarah.


Teman temannya beni tercengang, anak kampung seperti jagat bisa membuat beni tersungkur ke tanah, padahal dia adalah murid terbaik di serigala Petarung. Bahkan dari ke 19 temannya dia orang yang paling kuat.


"F*ck, beraninya kamu membuat beni sampai tersungkur seperti itu, anak anak, ayo hadapi bocah kampung ini, jangan biarkan dia lolos" teriak salah seorang dari mereka.


Sisa orang yang tadi hanya melihat langsung mengepung jagat dari berbagai arah, mereka pun menerjang melayangkan tinjunya dan tendangan mereka.


Jagat sangat tenang, setiap tinju yang menghampirinya selalu di hindari dengan mudah, dan jagat membalas serangan tersebut hingga kena telak mendarat di wajah dan perut mereka.


Tidak butuh waktu lama mereka pun tumbang, dan salah satu dari mereka yang menjadi otak perencana berniat untuk melarikan diri dari tempat tersebut.


"Masih mau lari" jagat mengambil kayu sepanjang 30 centimeter yang tergeletak di pinggir jalan, jagat melemparkannya seperti anak panah.


Orang yang ingin melarikan diri itu langsung tersungkur terkena kayu yang di lemparkan oleh jagat tepat di kepala.


Orang itu pun kemudian mengalami kejang kejang sebelum dia pingsan, dan saat ini hampir semua orang tidak bisa bangun.


Mereka semua berbaring di atas tanah dengan tubuh legam dan wajah yang bonyok.


Jagat tidak menghiraukannya dia langsung mendekati sepeda motornya yang terparkir, kemudian dia melaju pergi meninggalkan 20 orang yang sedang terkapar di pinggir jalan.


Jagat melanjutkan perjalanan menuju kampus "Hadeuh Pagi pagi sudah olah raga, untung saja mereka lemah dan mudah di hadapi, kalau tidak. Bisa babak belur aku di pukuli mereka" gumam jagat.


**


Di kampus dia langsung masuk ke dalam ruangan kelas karena perkuliahan sudah di mulai.


"Beruntung aku tepat waktu, kalau tidak bisa berabe" gumam jagat.


Setelah perkuliahan selesai jagat pun mampir ke kantin, karena pas waktu berangkat dia tidak sempat untuk sarapan.


Jagat memesan banyak makan untuk dia santap, dengan duduk sendiri dan meja penuh dengan makna, seperti orang yang tidak makan berhari hari.

__ADS_1


Semua orang menatap ke arah jagat dan dia pun menjadi pusat perhatian, karena makanan yang banyak serta penampilan yang sederhana.


"Dasar Kampungan, kayaknya dia belum pernah memakan makanan enak seperti di kantin kita ini" ucap pengunjung kantin.


"Hus, dia bukan belum pernah makan makanan enak, tapi dia sedang kelaparan" jawab temannya.


Gunjingan terdengar di telinga jagat tetapi dia tidak peduli, yang pasti dia sekarang sangat lapar kerena sudah berolah raga sebelum masuk kuliah dengan mengalahkan 20 orang.


Tiba-tiba ada wanita masuk kedalam Kantin dengan celingukan mencari seseorang, dan setelah melihat jagat wanita itu pun menghampiri.


"Kemana saja kamu, selama beberapa hari ini aku mencari kamu di kampus tidak ada" ucap wanita itu.


Jagat yang sedang mengunyah makanannya melirik kemudian menjawab "Kenapa kamu mencari ku, apa kamu merindukan ku"


"Enak saja aku merindukan mu, aku hanya khawatir, aku takut si Cakra bikin ulah lagi dengan mu, karena kejadian terakhir kali" ucap wanita itu.


Wanita itu pun di hampiri oleh temannya "Eriska, aku kira kamu kemana ternyata ada di sini dengan si pemuda OB"


Mendengar perkataan dari temannya Eriska, jagat langsung melirik sinis ke arah temannya Eriska tersebut.


"Heh Lina jaga ucapan mu itu, lihat dia ini mahasiswa kampus ini, kamu malah bilang dia OB" tegur Eriska.


"Jangan di pikirkan, toh kalau aku OB tidak merugikan kalian semua, kan. Aku beli makanan yang aku makan ini juga gak minta kalian juga" ucap jagat acuh tak acuh sambil mengunyah makanannya.


Eriska pun menatap ke arah jagat "Tapi beberapa kamu tidak apa-apa, dan anak buah Cakra tidak membuat masalah"


Jagat menanggapinya dengan menggelengkan kepalanya, Eriska pun bernapas lega "Syukurlah kalau begitu"


Eriska mengusap dadanya sendiri, dia lega karena jagat tidak apa-apa, dan kelihatannya dia baik dan sehat sehat saja.


"Aku khawatir dengan mu, jadi aku hampir setiap hari mencari mu, di kampus ini tau. Kemana saja kamu selama ini" tanya Eriska.


"Jadwal kuliah ku sedikit, jadi ya kebanyakan aku di tempat aku bekerja, kadang aku jadi OB di hotel Arssad, kadang juga menjadi petugas kebersihan di rumah sakit Wijaya. Ya orang miskin seperti ku ini, apa pun aku kerjakan yang penting bisa menghasilkan uang" jawab jagat.


"Jadi beneran kamu itu OB" tanya Lina.


Jagat mengangguk "Kalau iya apa itu masalah, pertemuan kita di hotel Arssad bukanya sudah jelas, aku sedang bekerja dan Eriska menghampiri ku, kemudian dia pura pura jadian dengan ku"


Jagat menghela nafasnya "Awal konflik dengan Cakra pun itu gara gara Eriska, dan aku harus kena getahnya. Setidaknya berikan aku kompensasi yang pantas, karena membuat ku terlibat dalam masalah"


"Aku akan memberikan mu Kompensasi, kamu ingin uang berapa akan aku berikan, sebutkan lah" ucap Eriska.

__ADS_1


"Dasar lelaki miskin, pasti sesuatu di hubungkan dengan uang" timpal Lina.


"Maaf aku tidak butuh uang mu" tolak jagat.


"Katanya mau kompensasi dari Eriska tapi gak butuh uang, bagai mana sih, semua orang butuh uang. Ingat Eriska itu anak orang kaya, uang tidak banyak berarti baginya" ucap Lina.


"Maaf aku bisa menghasilkan uang ku sendiri, gak perlu minta sama Eriska, percuma toh dia juga minta sama papa mamanya, maaf aku tidak butuh" ucap jagat.


Sambil mengobrol tanpa di sadari makanan di atas meja sudah habis dilahap oleh jagat dan hanya tersisa piring kotor saja.


Eriska menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia bingung dengan jagat yang ingin kompensasi tetapi tidak mau di berikan uang.


"Kalau tidak mau uang, lantas apa yang harus aku beri untuk membayar kompensasi kepada mu", tanya Eriska.


Jagat tersenyum, Eriska sudah mengambil umpannya yang di tebar oleh jagat. "Aku mau, kamu menjadi cewek ku" ucap ringan jagat.


Di sana Lina yang marah karena ucapan jagat "Woy, jangan mimpi di siang bolong, Eriska itu tuan putri dari keluarga Wijaya, kamu itu bagaikan langit dan bumi, lelaki miskin seperti mu jangan banyak berhayal menjadi pacarnya Eriska. Jujur aku juga ogah menjadi pacar mu"


Jagat tersenyum "Aku juga tidak mau pacaran dengan mu, walaupun aku orang kaya" jagat berbicara ke Lina dengan nada mengolok.


"Eugh dasar orang miskin tidak tahu diri" ucap Lina.


"Aku memang miskin, tetapi bukan beban orang tua, kamu itu biasanya hanya menengadahkan tangan ke orang tua mu, meminta ini itu. Kamu sendiri tidak tahu caranya cari duit sendiri yang ada di pikiran mu hanya menghabiskan duit orang tua mu saja yang susah payah dia cari" ucap jagat yang seperti menceramahi Lina.


Kemudian jagat pun melirik ke arah Eriska yang sedang berpikir "Kalau kamu tidak mau menjadi cewek ku, ya sudahlah jangan memaksakan diri, tetapi mulai sekarang jauhi aku, dan tidak ada lagi drama pura pura menjadi sepasang kekasih, sudah cukup aku terlibat kedalam masalah karena perbuatan mu, dan ingat jangan cari aku lagi"


Jagat pun beranjak pergi dari kantin tersebut meninggalkan Eriska dan Lina yang masih duduk di kursi.


"Sudahlah, jangan pikirkan di jagat miskin itu lagi, sekarang dia sudah mengambil keputusan, dan kamu juga harus jauhi dia" pinta Lina.


***


*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.


*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.


Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini


👇


http://saweria.co/DaniSutisna

__ADS_1


__ADS_2