
Bab 58 Mutasi
Setelah jagat berdiskusi dengan pak Hadi tentang pembentukan perusahaan Bodyguard dan membahas masalah Cakra, jagat memerintahkan kepada pak Hadi untuk menyuruh anak buahnya untuk membatasi gerak gerik Cakra di hotel ini, dan melaporkan kegiatan yang di lakukan oleh Cakra di hotel Arssad ini.
Setelah itu pak Hadi pun pamit, dan jagat segera menelpon Rumah Sakit Wijaya untuk minta di siapkanya mobil ambulance dan pergi ke rumah Raya untuk membawa ibunya yang sakit.
Raya yang sudah minta ijin dia pun pulang dan sekarang sudah sampai di rumahnya, dia pun segera merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone kemudian mengirimkan lokasi rumah ke nomor handphone jagat
Di sana Jagan meneruskan mengirimkan lokasi kepada sopir ambulance yang akan menjemput ibunya yang.
Tak lama kemudian pak Bagas nelpon dan jagat pun mengangkat handphone nya "iya Halo"
"Tuan muda, Berkas hotel cabang sudah siap anda yang ke sini ataukah saya yang harus ke tempat anda" ucap pak Bagas.
"Ya sudah pak Bagas saja yang kemari" pinta jagat.
"Baiklah tuan muda, saya segera ke sana" jawab pak Bagas dan dia pun bergegas menuju ke lantai atas dengan menaiki Lift.
Jagat ingin menunjukkan bahwa dirinya yang berkuasa di Hotel ini dan pak Bagas hanya sebagai pekerja saja, sehingga jagat menyuruh dia yang datang ke tempatnya.
Tidak beberapa lama pak Bagas pun sampai di depan kamar pribadi hotel dia pun mengetuk pintu.
Tok...tok... tok....
"Ya masuk..." Teriak jagat yang masih duduk di meja makan.
Pintu pun terbuka dan pak Bagas pun masuk ke dalam kamar pribadi tersebut.
"Selamat Pagi tuan muda" ucap pak Bagas.
"Pagi pak Bagas, silahkan duduk" jawab jagat sambil mempersiapkan pak Bagas untuk duduk.
Pak Bagas kemudian menarik kursi dan duduk sambil menyerahkan berkas tentang semua cabang hotel Arssad yang ada di seluruh provinsi JB.
"Ini semua berkas dari cabang hotel kita, tuan muda" ucap pak Bagas.
"Terima kasih atas kerja kerasnya, pak Bagas, apa ada yang akan anda sampaikan mumpung saya ada di sini karena sebentar lagi saya akan berangkat kembali" ucap jagat yang so sibuk.
"Begini tuan muda, ada laporan dari cabang hotel yang berada di kota T, Katanya Manager yang bertanggung jawab di sana kemarin meninggal dunia, dan sekarang posisi manager di sana sedang kosong, kalau terlalu lama tidak ada yang mengisi nanti akan semakin kacau" tutur pak Bagas.
__ADS_1
"Apakah sudah ada calon pengganti untuk menempati posisi manager di sana " tanya jagat.
"Belum tuan muda, mereka semua tidak kompeten untuk menjabat sebagai manager cabang" jawab jagat.
"Kirim saja orang dari sini untuk menjadi manajer di sana, kan hotel ini adalah pusat, dan banyak orang orang yang kompeten untuk menjadi manager di sana" ucap jagat.
"Sebenarnya saya memiliki 3 kandidat untuk di mutasikan ke kota T dan menjadi manager cabang tetapi saya masih ragu untuk memilih siapa orang yang cocok untuk menjadi manager di sana " ucap pak Bagas.
Jagat pun ingin mengetahui siapa saja yang pak Bagas rekomendasikan "Siapa saja orang yang anda rekomendasikan"
Pak Bagas pun menjawab siapa saja yang dia rekomendasikan "yang pertama adalah Farra dia kepala Humas yang selalu pulang pergi ke luar kota dan tahu tentang semua cabang hotel kita, tetapi sayangnya kalau dia di jadikan sebagai manager cabang, kita harus mencari pengganti Farra yang tahu semua tentang cabang hotel ini dan itu sangat sulit"
Kemudian pak Bagas melanjutkan "yang kedua Aditya, dia bagian divisi pengadaan barang, sebenarnya dia sangat kompeten untuk menjadi manager cabang dan saya yakin dia mampu, tetapi saya sangat membutuhkan dia di hotel pusat ini, karena dia satu satunya yang harus distributor yang selalu mengirimkan stock barang ke hotel ini dan bahkan seluruh cabang.
Dan yang terakhir adalah Raya dari divisi resepsionis, sebenarnya dia sangat cocok untuk menjadi manager cabang, karena bukan hanya tentang pelayanan kamar hotel, dia juga bertanggung jawab atas kebersihan lingkungan di hotel ini"
Jagat berpikir sejenak kemudian bertanya kepada pak Bagas "Apakah Raya ada pengganti kalau dia di mutasikan ke kota T untuk menjadi manager cabang di sana"
Pak Bagas mengangguk "saya lihat Raya selalu mengajak Mira dalam melakukan pekerjaannya, dan dalam beberapa hal raya juga mengajari Mira"
"Maksud pak Bagas Mira bisa menggantikan Posisi Raya sebagai kepala resepsionis hotel" tebak jagat.
Pak Bagas mengangguk "iya, Mira kayaknya mampu dan sanggup untuk menggantikan posisi Raya di sini"
Pak Bagas pun sedikit menundukan Kapala dan berpikir sejenak kemudian dia pun memberanikan diri untuk berbicara "Tapi, Bukanya Raya sekarang dekat dengan tuan muda, dan kata karyawan lain anda menjalin hubungan dengan Raya, mengapa anda memutasikan Raya ke tempat yang lain, berarti kalau begitu anda tidak bisa sering bertemu dengan Raya"
Mendengar perkataan dari pak Bagas, jagat malah tersenyum "Terima kasih sudah peduli dengan hubungan kami, tetapi kerja tetap lah kerja dan kita harus profesional, jadi jangan khawatir kan hubungan kami, pak Bagas segeralah membuat mutasi untuk Raya, dan kirim Email kepada pihak Hotel tentang manager cabang baru yang akan segera mengambil alih cabang kota T"
Ternyata Jagat bersikap tegas kepada semua karyawannya, kerja yang kerja, tidak seperti Bagas yang karena Cakra adalah anaknya maka dia seenaknya memberikan tanggung jawab untuk mengelola Club malam sehingga Cakra menggelapkan uang.
Sikap itu tidak profesional, bisa di sebut kolusi di suatu perusahaan, untuk jagat masih berbaik hati tidak melaporkan ke pihak berwajib untuk masalah penggelapan uang ini
Jagat hanya meminta waktu 1 bulan kepada Cakra untuk dapat mengembalikan semua uang yang dia gelapkan, kalau tidak, bukan hanya Cakra bahkan pak Bagas pun akan kena dampak kalau sampai jagat menyerahkan kasus ini ke polisi.
*
Dan setelah pak Bagas dan jagat berdiskusi tentang cabang kota T, pak Bagas pun kembali ke kantornya.
Jagat menghela napas, dan sedikit tersenyum, karena sebelumnya raya sudah mengatakan bahwa rumah tempat dia tinggal sekarang adalah rumah dinas Almarhum ayahnya, dan seminggu lagi dia harus mengosongkan rumah tersebut.
__ADS_1
Itu kesempatan bagi jagat untuk memindahkan Raya ke kota T, dia juga sudah menyiapkan Rumah dinas untuk dia tempati nanti bersama ibu dan adiknya, yang kebetulan sekali dengan Hotel Arssad cabang kota T.
Jagat merogoh saku celananya dan mengeluarkan handphone kemudian dia buka aplikasi Mobile Banking dan mentransfer uang ke rekening milik Raya yang jumlahnya mencapai 100 juta rupiah.
Setelah itu jagat menelpon Raya yang kebetulan ada di jalanan menuju rumah sakit dengan ambulance.
Raya mengangkat telepon yang berbunyi "Halo..."
"Aku sudah mentransfer uang ke rekening kamu, buat registrasi dan rawat inap, kekurangannya akan aku transfer nanti" ucap jagat di ujung telpon.
"Terima kasih mas atas bantuannya" ucap Raya yang senang karena memiliki pacar perhatian.
Setelah telpon di putuskan oleh jagat, raya membuka aplikasi mobile banking dan melihat saldo yang tertera di rekening miliknya.
Raya pun membelalakkan matanya dan menghitung angka Nol yang berderet, bahkan berulang kali dia menghitung angka Nol tersebut.
"Apa mas jagat mentransfer uang 100 juta rupiah ke rekening ku, hanya untuk pengobatan ibu, dan dia bilang akan mentransfer kekurangan uang untuk pengobatan ibu " gumam Raya.
Kemudian dia pun meneteskan air matanya, dia bersyukur pernah menghina jagat yang pada akhirnya dia bisa jadian dengan jagat, meskipun pada awalnya dia merasa di manfaatkan untuk melampiaskan nafsunya.
Sebagai bawahan yang telah menghina pemilik hotel tempat dia bekerja dia harus meminta maaf dan supaya dia tidak di keluarkan dari kerjaannya dia harus rela menyerahkan kehormatannya kepada jagat untuk sekedar meminta maaf.
Dan setelah beberapa kali berhubungan, ternyata mereka tumbuh rasa dan akhirnya jadian dan menjadi pasangan kekasih.
Raya bersyukur karena memiliki pacar seorang Bos Hotel, meskipun dia sadari dia tidak akan selamanya menjadi kekasih jagat, karena dia tahu keluarganya telah menjodohkan jagat dengan anak orang terkaya di kota B ini.
Walaupun hanya cinta sesaat, Raya akan tetapi mempertahankan dan menikmatinya sampai pada akhirnya harus berpisah.
Di dalam hati dia pun rela kalau hanya di jadikan simpanan atau pun istri gelap dari jagat, yang penting dia tidak berpisah dengan jagat.
Memang Cinta itu buta tetapi, itu sebanding dengan bayaran yang di berikan jagat kepada Raya, meskipun di bilang berbeda kasta seperti lirik sebuah lagu, jagat masih tetap mempertahankan dan tidak pernah membuat Raya cemburu.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
__ADS_1
👇
http://saweria.co/DaniSutisna