
Bab 69 Setiap Ucapan Ibu Tidak Boleh Di Bantah
Setelah jagat pergi dari ruangan rawat inap Melinda, dia dan Elis pergi ke lantai atas karena di lantai atas adalah ruangan tempat dirawatnya ibu Raya.
Sesampainya di Ruang rawat inap ibunya Raya di sana sudah ada seorang dokter wanita yang sedang memeriksa ibunya raya dan kebetulan pasien yang kesurupan tadi yaitu Yuli berada di ruangan yang sama dengan ibunya raya.
Memang Raya tidak mendaftarkan ruangan tersebut ke ruangan VVIP atau pun VIP, mereka hanya berada di ruangan kelas 1, yang setiap ruangannya di huni oleh 2 orang pasien.
Ya setidaknya itu akan menjadi alasan jagat untuk memasuki ruangan ini, yaitu bertemu pasien yang tadi di tangani oleh jagat.
Elis pun langsung masuk dan menyapa dokter itu karena dia kenal dengan dokter yang memeriksa ibunya raya.
"Selamat malam Dokter Marta" sapa Elis.
Dokter yang di panggil Marta pun menyaut "selamat malam juga suster Elis, ada keperluan apa suster dari divisi khusus berada di ruangan ini, apa di sini ada pasien yang perlu penanganan khusus"
Elis pun menyadari bahwa pasien yang bernama Yuli berada di sini dan dia pun beralasan "aku hanya mengantarkan Dokter Jagat untuk menemui pasien yang tadi kami tangani"
Elis pun sambil menunjuk ke arah Yuli yang sedang berbaring dan di tunggu oleh Dean dan ibunya Yuli, Dean meminta ijin kepada kedua orang tuanya untuk ikut menunggui pacarnya itu dan kedua orang tua Dean mengijinkannya.
"Oh pasien yang bernama Yuli itu pasien yang katanya sudah di tangani oleh dokter divisi khusus " ucap dokter Marta.
"Aku hanya ingin mengejek saja, apakah pasien sudah baik baik saja atau belum, dan perkenalkan nama ku Arya, orang memanggil ku dengan sebutan jagat" ucap jagat sambil menyodorkan tangannya ke arah dokter Marta.
Dokter Marta pun menyambut uluran tangan dari jagat "oh ternyata dokter Arya atau jagat yang aku dengar di rekomendasikan langsung oleh pak Wijaya di masukan ke divisi khusus, ternyata anda"
Jagat tersenyum "ternyata gosip di rumah sakit ini, cepat menyebar juga ya"
Dokter Marta pun tersenyum "iya bahkan Semua dokter sekarang lagi memantau kinerja anda, dan waktu kemarin lusa waktu anda baru masuk dan menangani pasien lumpuh, semua dokter tercengang akan kehebatan anda" puji dokter Marta.
"Ah itu biasa kok dok, aku hanya menjalankan tugas sesuai dengan prosedur rumah sakit ini saja" ucap jagat merendah.
Ibunya raya yang melihat jagat terbengong mematung, dan raya pun hanya berdiri melihat jagat yang berseragam jas putih serta di dampingi oleh perawat cantik.
"Kalau begitu, ayo kita lihat pasien sebelah sini" ajak dokter Marta.
Raya mencuri curi pandang karena jarang pasien dengan pasien yang lain hanya terhalang oleh tirai saja.
Ibunya raya pun tidak berkata apa-apa melihat jagat yang berubah, karena tadi pagi dia hanya mengenakan setelan kaos murahan, dan sekarang kaos murahan itu di balut oleh jas putih yang di pakai oleh para dokter.
__ADS_1
Sehingga tampilan jagat menjadi berbeda dan nampak semakin ganteng dan menawan. Ibunya raya pun berbisik "kenapa kamu tidak memberitahukan ibu kalau dia itu seorang dokter"
Raya pun menjawab dengan berbisik juga "Aku tidak tahu kalau dia seorang dokter, yang aku tahu dia cucu dari...."
Ucapan raya berhenti karena disela langsung oleh ibunya "sudah sudah ibu tidak mau dengar pembelaan mu itu"
Raya pun terdiam kembali, karena setiap ucapan ibunya tidak boleh di bantah, kalau ucapannya di bantah maka ibunya raya akan selalu marah dan mengucapkan sumpah serapah.
Itu yang tidak di inginkan oleh raya, kata ucapan seorang ibu itu adalah doa yang didengar oleh sang pencipta, sehingga raya tidak mau kalau ibunya sedang bersumpah serapah dan menjelek jelekan kehidupan raya maka takutnya ucapan dari ibunya itu di ijabah.
Sehingga raya lebih baik memendam rasa dan mengiyakan semua ucapan dari ibunya tersebut.
Jagat pun di pandu oleh dokter Marta, kemudian dokter Marta pun memeriksa pasien tersebut dengan standar yang di terapkan di rumah sakit ini.
Di sisi lain jagat bertanya kepada Dean "kenapa kamu tidak pulang"
"Eh dokter, aku ingin menunggui pacar ku dok" jawab Dean
"Bagai mana nanti dengan buang air kecil mu, kalau kamu tertidur di sini" tanya kembali jagat.
"Tenang saja dok, ibu ku tadi sudah membeli popok Adult dan sekarang aku memakainya, sehingga kalau aku buang air kecil, pasti ketampung popok Adult" jawab Dean.
"Ya rencananya setelah Yuli, siuman dan pulang kami akan segera di nikahkan, meskipun itu hanya nikah agama saja, yang penting kita tidak pernah lagi melakukan perzinahan " tutur Dean.
Ibunya Yuli pun baru keluar dari toilet dan menghampiri jagat "Ternyata Dokter"
"Iya Bu ini aku" jawab jagat.
"Dok bagai mana keadaan dengan anak ku Yuli, dia masih belum sadar juga" tanya ibunya Yuli.
Jagat pun hanya tersenyum "tenang saja Bu, sekarang Yuli sedang di tangani oleh dokter Marta"
Dokter Marta yang sedang memeriksa Yuli pun berbalik dan berbicara "Sekarang anak ibu sudah baik baik saja, wajahnya sudah tidak pucat lagi seperti pas pertama masuk ke sini, suhu tubuhnya juga sudah kembali setabil, perkirakan besok pagi juga dia akan sadar"
"Tuh kan ibu dengar sendiri, Yuli sudah dalam keadaan baik baik saja" timpal Jagat.
"Tapi dok, aku masih khawatir" ucap ibunya Yuli.
"Khawatir kenapa, Bu" tanya dokter Marta.
__ADS_1
"Aku khawatir Yuli akan kesurupan lagi" ucap ibunya Yuli.
Jagat tersenyum " gak usah khawatir Bu, Yuli tidak akan kesurupan lagi aku jamin, kalau ibu ingin memastikan apakah harus aku buat Yuli bangun sekarang"
"Kalau bisa sih, aku ingin Yuli cepat sadar dan menanyakan keadaannya, ke orangnya langsung" ucap ibunya Yuli.
"Baiklah aku akan coba menyadarkannya" ucap jagat sambil mendekati Yuli.
Jagat pun mengelus rambutnya Yuli dari jidat sampai ke belakang kepala, sembari memijit ringan Yuli, setelah itu jagat memegang tanganya Yuli dan sedikit demi sedikit tangan satunya bergerak.
Matanya pun mulai terbuka dan berucap "ibu, di manakah aku sekarang"
Ibunya Yuli pun langsung menghampiri dan menangis "kamu sedang ada di rumah sakit nak"
Jagat pun tersenyum dan berdiri, kemudian Dean pun mendekati Yuli "dek, bagai mana keadaan mu"
"Kak, Dean kenapa ada di sini" tanya Yuli.
"Aku menunggui mu dek, bersama ibu, karena aku khawatir dengan mu, maafkan aku ya dek, karena aku kamu jadi begini" ucap Dean sambil meneteskan air matanya.
***
*Biar Author lebih semangat untuk terus Update.
*Jangan Lupa Kaka pembaca untuk Like, Komen, Vote dan berikan Hadiahnya.
Untuk yang ikhlas memberikan sawerannya bisa langsung ke link di bawah ini
👇
http://saweria.co/DaniSutisna
jangan lupa mampir di karya ku yang lainnya kak.
Dan
__ADS_1
Terima Kasih Kakak Pembaca sudah mampir di Karya Ku Ini.