Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Gelisah


__ADS_3

Sementara, suasana dirumah keluarga Vira tampak sunyi. Biasanya Vira lah yang memulai pembicaraan. Terutama mama Ana yang merasa kehilangan satu raganya yaitu, putrinya.


Satu hari tanpa Vira rasanya seperti hampa. Bagi mama Ana, kehadiran Vira lah yang membuat suasana begitu menghangat karena saudara Vira yang satu tinggal diBelanda bersama papanya untuk mengurus proyek terbaru.


Saat ini, mama Ana sendiri yang hanya ditemani oleh beberapa pelayan diruang makan.


Mama Ana yang ditelepon langsung oleh pihak sekolah bahwa Vira ikut kemah bersama teman-temannya. Hal ini lah yang membuat mama Ana sedikit tenang karena tau kondisi Vira.


Kringgg Kringgg ....


Satu panggilan berasal dari ponsel mama Ana.


"Halo, apa benar ini nomor bu Ana?" tanya seseorang yang tak lain adalah sekertaris Zan.


"Iya pak, saya sendiri. Ada apa?" tanya mama Ana dengan wajah penasaran karena mengangkat telepon dari seseorang yang tidak dikenalnya.


"Tujuan saya menelpon anda karena ingin memberitahukan bahwa anak anda, Vira Alisyia tidak pulang sementara sebab nona Vira mengikuti kegiatan perkemahan bersama teman-temannya" ucap sekertaris Zan yang tak menimbulkan kecurigaan sedikitpun.


"Iya pak. Terima kasih atas informasinya" jawab mama Ana yang sedikit tenang.


"Sama-sama bu" balas sekertaris Zan yang merupakan sekertaris sekaligus pengawal Arga Dirgantara.


...------------...


"Arga" panggil Vira yang sudah siuman kembali.


"Iya, ada yang gue bisa bantu?" jawab Arga yang sedang merapikan kemejanya yang rusuh akibat semalam menemani Vira.


"Apa tadi malam lo yang nemenin gue" tanya Vira


"Ogah! gue nemenin lo" balas Arga yang sedang membohongi Vira.


"Kalau bukan Arga, siapa yang tadi malam tidur disamping gue. Apa jangan-jangan su-suster nge-ngesot" gumam hati Vira


"TIDAK!!!" jerit Vira yang sedang menutup rapat matanya.


"Berisik!! Lo disini dulu gue mau pulang sebentar. Nanti sore gue akan langsung jemput lo" jelas Arga.


"Gue mohon jangan pergi, please" ucap Vira sambil memohon pada Arga.


"Kerjain ah" seringai licik dari Arga


"Gue mau pulang kerumah gue sebentar. Kalo ada orang yang mirip gue masuk keruangan lo, percayalah itu bukan gue" ucap Arga sambil menakut-nakuti Vira.


"Biarin!!" ketus Vira yang sebenarnya takut.


"Gue pergi dulu. Jangan kemana-mana, tetaplah disini!" tegas Arga yang mulai pergi dari ruang rawat Vira.


"Iyaa tuan Arga" ucap malas Vira.

__ADS_1


Sebenarnya, Arga pulang untuk mengurus perusahaan sebentar karena sementara dia yang menggantikan papanya. Tapi, sebelum kekantor Arga mampir dulu kerumah untuk mengganti bajunya dan juga memenuhi janji pada mamanya yaitu menjelaskan masalah Delia.


Sebelum Arga meninggalkan rumah sakit itu, Arga menelpon seseorang yang tak lain adalah sekertaris Zan.


"Tolong, kirimkan pengawalan yang ketat untuk menjaga nona Vira dan pastikan Emily tidak menyentuhnya sedikitpun" ucap Arga pada sekertaris Zan melalui sambungan telepon.


"Iya tuan, akan saya laksanakan" jawab sekertaris Zan sambil mematikan ponselnya.


"Apa? Emily kembali? bagaimana bisa!! Gue akan cari tahu siapa yang membantu Emily kembali tanpa sepengetahuan tuan Arga" batin sekertaris Zan


...------------...


Dikediaman rumah Dirgantara, anggota keluarga sedang sarapan pagi sebelum melakukan rutinitasnya masing-masing.


Arga yang sudah tiba dikediaman Dirgantara langsung masuk kedalam kamar tanpa menjawab sapaan dari Delia.


"Kakak sudah pulang?" tanya Delia.


Tanpa menjawab pertanyaan Delia, Arga langsung masuk kedalam kamar untuk mengganti kemejanya.


"Akan kuterima semua konsekuensinya kak!! Tenanglah, seorang Delia Dirgantara tidak pernah melarikan diri dari masalah" batin Delia yang sudah tau apa yang akan terjadi selanjutnya.


Dengan tergesa-gesa Arga menuju keruang makan, tempat mamanya berada.


"Oke ma, Arga akan jelasin semua pada mama" ucap Arga.


" Tahukah mama? Delia, anak mama sudah merebut milik orang lain dengan menjadi miliknya!! dan itupun dengan cara yang sangat-sangat menjijikkan, berhianat. Bahkan Delia juga menghancurkan hati sahabatnya sendiri. Apakah itu pantas disebut keluarga Dirgantara ma?!" jelas Arga pada mamanya yang menatap tajam pada Delia.


Tamparan keras dari mama Syellia


"Delia!! kamu tau kan nak, kakakmu melarang keras untuk menghancurkan harga diri dari seorang keluarga Dirgantara. Mengapa kakakmu sangat menjaga martabat keluarga ini?! karena papamulah yang membangun semua keluarga Dirgantara dari nol sampai seperti sekarang" jelas mama syellia tersenggal-senggal karena menangis.


"Nggak ada gunanya mah, jelasin dia!! Biarlah orang penghianat sama orang pelacur" jawab Arga menatap tajam kearah Delia.


"Heii kak, dia itu belum nikah! kok Delia dianggap pelacur sih!" protes Delia.


"Berani bantah sekarang?! apa ini yang diajarkan oleh kekasihmu yang brengsek itu. Sadarlah Delia!! Sahabatmu Vira sedang dirawat dirumah sakit dan semua itu karena perbuatanmu dan kekasih brengsekmu itu!!" ucap Arga dengan suara lantangnya itu.


"Apaa!! Vira dirawat?! Gak nyangka gue Vir, lo bisa seperti ini. Tapi, ya bodo amatlah. Mau gue penghianat atau apalah itu yang penting gue dapet Reza seutuhnya!!" pekik hati Delia.


"Mama nggak mau tahu! Cepet selesaikan masalahmu itu sebelum wartawan meliput kejadian ini, yang malu bukan hanya kamu saja, tapi mama nak!! Termasuk papamu dan kakakmu!!" ucap mama Syellia meninggalkan ruang makan itu.


"Kalau kamu nggak bisa nyelesein masalahmu itu. Kakak akan cabut semua fasilitasmu dan satu lagi!! kakak akan coret kamu dari anggota keluarga Dirgantara!!" jelas Arga yang tak main-main dengan ucapannya itu.


"Kalau bukan Reza yang menyuruhku untuk bertahan dirumah ini, pasti gue udah keluar dari kemaren" gumam hati Delia.


"Iya kak!" ketus Delia.


Selesai Arga menjelaskan semua masalah yang terjadi, kini Arga saatnya berangkat untuk kekantir sebentar.

__ADS_1


"Sebenarnya kakak nggak tega sama kamu, Delia. Kakak cuma ingin memberikan pelajaran atas perbuatanmu itu!!" gumam hati Arga sambil mengemudikan mobilnya.


Dikantor, Sekertaris Zan langsung menemui Arga ketika tahu tuannya sudah tiba.


"Selamat pagi tuan Arga. Tugas yang anda minta sudah saya siapkan" ucap sekertaris Zan saat diruangan Arga.


"Pagi! Silahkan bacakan, informasi apa yang kamu dapat?!" tegas Arga.


"Perusahaan Andriano sudah hancur tuan sebab para penanam saham mencabut semua saham mereka masing-masing. Kedua, tentang nona Vira Alisyia. Umur 18tahun sekolah di SMK xxx. Dia anak ke-1 dari satu saudara. Nama ibunya, Ana dan nama ayahnya tidak diketahui tuan" jelas sekertaris Zan.


"Bagus! Apa cuma itu informasi dia!? " tanya Arga.


"Iya tuan. Cuma itu informasi yang saya dapat karena datanya cukup banyak disembunyikan, bahkan orang tuanya tidak lengkap didata yang saya cari tuan!" jelas sekertaris Zan sekali lagi.


"Siapa sebenarnya lo Vir, hanya orang pentinglah yang bisa menyembunyikan data itu. Apa jangan- jangan lo ... . Ah tidak-tidak, gue akan cari tahu sendiri" gumam hati Arga.


"Lalu, orang tua Vira sudah kau kabari?" tanya Arga.


"Sudah tuan. Saya mendapatkan nomor ponselnya dari sekolah nona Vira berada, bu Ana" jawab sekertaris Zan.


"Ya, sudah pergilah sekarang. Hari ini kamu akan menggantikan saya sebentar karena ada masalah yang cukup penting untuk saya selesaikan" ucap Arga menjelaskan pada sekertaris Zan.


" Siap tuan, perintahmu keinginan bagiku!" jawab sekertaris Zan.


"Hmm" ucap Arga memelas sambil meninggalkan ruangan itu.


...--------------...


Hari ini Delia dan Reza ketemu diRestoran xxxx sesuai dengan kesepakatan yang dibuat. Delia yang nampak biasa seolah tidak apa-apa menganggap remeh masalahnya itu.


Reza yang sudah menunggu kedatangan Delia cukup lama akhirnya datang juga.


"Heii sayang" panggil Reza sambil memeluk Delia.


"Lama ya?" ucap Delia sambil melepaskan pelukannya.


"Lumayan! tapi gue rela kok ya nunggu lo seharian bahkan setahun hahaha" jawab Reza sambil tertawa.


"Yakin? Delia pegang janji kamu ya, awas bohong" ucap Delia yang seolah-olah akan terjadi peristiwa dimana Reza menunggunya cukup lama.


"Iya sayang" balas Reza sambil mengacak-ngacak rambut Delia.


Kira-kira Delia dan Reza ngapain diRestoran?


Ya, makan makananlah masa makan perasaan si, emang bisa ya?😂


.


.

__ADS_1


#Jangan lupa dukungannya. Thanks all 🤗❤


__ADS_2