Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Licik


__ADS_3

Vira kini menuju hutan yang masih setia membuntuti Aland. Karena Vira tahu, hanya Aland lah yang tahu jalan ini.


Lalu Surya gimana? Entahlah, yang jelas Vira tidak memberitahu papa nya kalau dia sedang pergi, pergi mencari mantan sahabatnya itu.


"Aland, cepatlah sedikit. Gue khawatir sama keadaan mereka takut nanti papa menghukumnya"ucap Vira dengan nafas yang berderu.


"Sabarlah nona, sahabat anda eh mantan sahabat anda tidak dihukum sama papa anda nona. Suaminya lah yang dihukum tuan Surya" jelas Aland yang tidak mau Vira salah paham dengan perkataannya.


"Kalau papa nggak hukum Delia, kenapa papa tahan dia?" tanya Vira yang semakin bingung dengan rencana papanya, Surya.


"Entahlah non, yang saya tahu nona Delia ingin terus bersama suaminya dan karena itulah tuan besar menahan mereka sekalian" ucap Aland dengan jelas.


"Ternyata bukan lagu aja yang cinta buta, tapi mereka juga!" pekik hati Vira yang risih membayangkan pasangan baru itu.


Melewati sebuah dedaunan kering dan disambut dengan pohon yang berjejer, membuat perjalanan Vira dan Aland begitu sejuk.


Setelah jarak yang ditempuh mereka cukup dekat, tiba-tiba terdengar orang yang sedang berkelahi. Secepatnya Aland langsung melihat apa yang sebenarnya terjadi dengan tahanan tuannya.

__ADS_1


Aland terkejut bukan main, orang yang sedang berkelahi dengan anak buah yang berjumlah 5 lebih besar dari jumlah anak buah Aland tapi anak buahnya hampir tepar semua.


Aland sudah membayangkan, akan ada orang yang menyusup hutan ini. Sesuai dugaannya, kini insiden yang dibayangkannya telah terjadi dan pasti penyusup itu masuk dengan persiapan yang sangat matang.


"Cuih, bagus juga strateginya itu" geram hati Aland yang melihat insiden antara kedua belah pihak.


"Tenanglah Aland, jangan gegabah. Kita nggak tahu siapa mereka. Yang pasti mereka kesini karena ada satu tujuan, membebaskan dia" bisik Vira pada Aland yang sedang menunjuk Reza dan Delia.


"Iya nona, kalah atau menang kita harus hadapi mereka sekarang nona. Bersiaplah untuk mengeluarkan jati dirimu nona Vira Alisyia" ucap Aland yang seketika itu semangatnya berkobar.


Bandingkan saja 5 lawan 2, pasti menang yang lima lah. Kekuatan Vira dan Aland tidak sebanding dengan mereka.


Itulah yang muncul dibenak Vira. Memikirkan dan mengamati bagaimana caranya agar kekurangan mereka terlihat, dengan begitu mereka bisa dikalahkan dengan mudah.


Cukup lama Vira mengamati orang yang sedang berhadapan dengannya, tiba-tiba ada ide yang muncul dibenaknya ..


"Hei tuan .. lihatlah temanmu sudah pergi semua" seloroh Vira yang sengaja ingin berbicara keras.

__ADS_1


Mendengar apa yang diucapkan Vira, membuat para anak buah misterius itu seketika melarikan diri.


Aland tidak habis pikir, kalau nona mudanya bisa mengelabuhi mereka semua.


"Gue nggak nyangka, dengan cara konyol dari nona Vira mereka bisa dikalahin" puji Aland dalam hati yang tersenyum akan penuh kemenangan.


***


Dan disisi lain ada seseorang yang dua kali gagal dalam usahanya.


"Zan, strategi yang kau buat itu berantakan. Payah sekali kau jadi orang" ejek Arga yang merasa dirinya putus asa.


"Ini belum selesai tuan, masih ada kelanjutan yang harus diselesaikan" ucap Zan dengan penuh keyakinan.


.


.

__ADS_1


...#Mohon dukung author dengan like, komen dan vote. Terima kasih🙏♥️....


__ADS_2