
Memang benar ya kata orang, buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Anak lahir tidak jauh dari sifat orang tuanya.
"Kenapa putriku seperti istriku yang saat ini sedang memarahiku. Satu terselesaikan, eh yang satunya lagi marahan" batin Surya.
"Nggak batin kok sayang" ucap Surya pada putrinya itu, Vira.
"Tahu nggak pa, yang papa lakuin ini sangat merugikan orang. Dia pengawal papa yang sudah berkeluarga bukan?" tanya Vira yang sedang menunujuk salah satu pengawal itu.
"Iya, tapi kan .. " potong Surya.
"Kalau papa tahu dia sudah berkeluarga, kenapa papa tugaskan dia disini. Papa hampir membunuhnya secara tidak langsung karena musuh papa" ucap Vira yang tidak tega melihat pengawal papanya bertarung pada seseorang yang misterius itu.
"Tapi papa tugaskan dia disini utuk berkerja, bekerja mencari nafkah demi keluarganya"
"Tunggu-tunggu, musuh? papa rasa tidak ada musuh" lanjut Surya saat mendengar kata musuh ditelinganya.
"Kalau papa tidak ada musuh, lalu siapa yang berada disana" jawab Vira.
Zan dan Arga mendengar sedikit perbincangan antara anak dan orang tuanya sendiri. Merasa dirinya terpanggil, kemudian mendekatlah mereka pada Surya.
"Ada apa kau memanggilku. Andai kau tahu, saya disini bukan ingin menjadi musuh anda tuan, tetapi saya disini ada tujuan tertentu yang ingin segera saya capai" ucap Arga.
__ADS_1
"Apa tujuanmu nak" tanya Surya.
Merasa dirinya tidak bisa bernapas, dibukalah sebuah penutup kain yang menutup wajahnya. "Tujuan saya ingin membebaskan dia" ucap Arga dengan menunjuk Delia dan Reza.
"Hahaha .. kau pikir membebaskan dia dengan semudah itu. Meskipun aku ini tahu kau adalah anak CEO yang ternama di Inggris, hukum tetaplah hukum yang tidak bisa ditawar!" ucap Surya yang merasa dirinya terkejut dengan dirinya.
"Mengapa tidak bisa ditawar tuan Surya Ana Mahardika" sahut seseorang yang sedang berada dibelakang mereka.
Delia yang disana bagaikan patung yang bernyawa merasa semangat yang ada didalam dirinya membara.
"Papa!!" panggil Delia kepada orang misterius itu.
"Papa?" kage Vira dan Surya.
"Siapa kau?" ucap Surya pada sosok misterius itu.
"Cuih, apa ku benar-benar lupa siapa aku ini" ujar orang misterius yang semakin ingin main berbelit-belit.
"Perkenalkan, saya ayah dari mereka berdua (Arga dan Delia). Tujuan saya kesini sama seperti putraku, ingin membebaskan mereka berdua. Kalau anda bertanya siapa namaku? ku rasa itu tidak perlu" lanjut seseorang itu.
"Bodoh sekali anda, dimana-mana perkenalan itu diawali dengan menyebutkan nama. Lah sedangkan tuan? nama aja disensor kaya adegan 21+ aja. Dont play-play bosku!" ejek Surya yang sengaja ingin menjebaknya.
__ADS_1
"Terserah kau bicara apa tentang diriku. Ku rasa kau sudah mengenalku" ujar Seseorang itu yang sedang membuka blazer nya.
Seketika apa yang terjadi dengan Surya?
Pernahkan anda berpikir, jika musuh itu bisa menjadi teman?
Lah wong teman aja bisa menjadi musuh, iya kan?
Sebenarnya, kalau dulu tidak ada permasalahan yang cukup hebat mungkin keduanya tidak akan menjadi teman dekat.
Apakah kalian tahu apa yang menyebabkan mereka bermusuhan yang kini berubah menjadi rasa kesaudaraan?
Pria tetaplah sifat pria dan wanita tetaplah sifat wanita.
Jika kalian pernah mengamati, apa kalian pernah mendapati sesama wanita yang punya permasalahan akan berakhir perdamaian? tidak kan , rata-rata akan berakhir permusuhan.
Beda sama pria, justru masalah sesama pria lah biasanya berakhir perdamaian.
Lalu jika wanita sama pria yang mengalaminya, apa kan berubah menjadi cinta? itupun belum pasti, karena orang mempunyai cara tersendiri untuk menyelesaikan masalahnya.
.
__ADS_1
.
...#Jangan lupa dukung author dengan vote, like dan komen. Terima kasih🙏♥️....