
"Mama?" tanya Karin yang tak tahu maksud dari ucapan Al.
"Mama .... Ah sudahlah lupakan rin" ucap Al dengan mengubah topik pembicaran.
"Kebiasaan deh, kalau bicara nggak mau diterusin" ujar Karin yang sudah maksud dari perkataan Al.
"Gue udah tau kok Al. Sebenarnya kita nggak direstui kan? Aku udah tau semuanya. Karena mamamu lah yang melabrakku untuk menjauh darimu. Tetapi aku tidak bisa, melihat cintamu yang sungguh tulus dari hati membuatku tidak bisa melakukan perintah dari tante Ana" batin Karin yang sedang dalam mode pura-pura.
"Nggak marah kan?" tanya Al dengan hati-hati.
"Ngapain harus marah. Mau diteruskan atau tidak kan itu hakmu" ucap Karin yang berusaha menyakinkan Al.
"Baiklah kalau begitu. Gimana kalau kita jalan-jalan" ajak Al.
"Let's Go"
"Kita mau jalan kemana" ucap Al yang sedang memulai pembicaraan itu
"Kemana aja asal sama kamu"
Rainbow Garden, Lembang
Rainbow Garden merupakan sebuah objek wisata alam yang memiliki konsep berupa garden atau taman. Seperti namanya Rainbow Garden yang berarti Kebun Pelangi, maka kebun atau taman wisata ini memang menampilkan warna-warni yang indah.
"Karin Oktaviana, aku Aldiansyah Putra Surya berjanji akan selalu mendampingimu, menyayangimu dan mencintaimu dengan sepemuh hatiku. Bila tuhan tidak menakdurkan kita untuk bersama, aku yakin akan ada reinkernasi dari cinta suci kita"
Seketika air mata Karin mengalir deras mendengar kesaksian cinta dari orang yang dicintainya. Dia tidak percaya, ada seseorang yang tulus mecintainya. Disana lah yang menjadi mereka berjanji dan bersumpah demi Cinta.
__ADS_1
Waktu Karin hendak menyebrang untuk sampai kerumahnya, tak merasa dirinya mau ditabrak oleh sebuah mobil yang seakan-akan mengincar dirinya.
Sebuah jeritan keras dari Al "Karin awasss...!!!"
Merasa namanya dipanggil, Karin pun menoleh kesamping sedikit untuk mengetahu apa yang mau terjadi.
Sesuai perkiraan ..
Karin tertabrak oleh sebuah mobil.
"Karinnnnn..."
"Gue mohon jangan tinggalin gue sendirian" isak tangis dari Al yang secepatnya membawa Karin ke rumah sakit untuk pemeriksaan selanjutnya. Tetapi nyawanya tidak tertolong karena kehabisan darah yang cukup banyak.
Menangis?
Menyesal?
Jelas, itulah yang dirasakan Al saat ini.
"Gue harus relain elu Rin. Mungkin tuhan tidak menginginkan kita untuk bersama. Selamat jalan Karinku sayang, semoga kamu tenang dialam sana"
Flashback off
"Kalau boleh jujur, mama lah yang saat itu menyuruh orang untuk menabrak Karin tetapi mulut mama enggan bicara" ujar Ana yang sedang melamun.
...---------------...
__ADS_1
SEMUANYA BANGUNN !!
Sebuah intruksi keluar dari Bima.
"Apakah mobil uang menjemput kita sudah datang?"
"Sudah pa, baru 5 menit yang lalu" sahut Arga.
"Baiklah kalau begitu, mari kita pergi sekarang " ajak Bima kepada seluruh orang.
Hanya butuh beberapa menit saja mereka sudah sampai pada tujuannya, yaitu dikediaman mereka masing-masing.
"Vira, masuklah dulu papa akan menyusul nanti" suruh Surya. Vira pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Bim, aku percaya dengan semua yang kau ceritakan. Inilah yang akan menjadi sebuah rencana yang tidak pernah diduga" ujar Surya sebelum keluar dari mobil.
"Aku harap juga begitu. Terima kasih Sur karena telah mempercayaiku"
"Nak, kau pulanglah bersamaku" ucap Bima dengan menunjuk menantunya.
"Iya pa, tidak pa" jawab Reza dan Delia yang berbeda.
"Delia! menurutlah! bukankah istri harus mengikuti suaminya" ucap Reza dengan bijak.
"Hem"
.
__ADS_1
.
#Jangan lupa dukung Author. Dah itu aja.. 🙂