Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Kejutan Tak Terduga


__ADS_3

Hubungan Vira dan Reza semakin hari semakin merenggang. Reza sudah berubah total saat bertemu dengan sahabatnya, Delia. Memang, sejatinya seorang pria kalau sudah mendapatkan lupa menjaga. Benar bukan?


Vira, siang ini datanglah kecafe xxxx, gue ada kejutan buat lo


Satu pesan masuk dari Reza diponsel Vira.


Iya, gue pasti dateng


Balas Vira pada Reza diponsel.


Alangkah senangnya, Vira bisa menikmati kembali momen-momen romantis dengan Reza. Berharap pertemuan ini akan mengubah hubungannya dengan Reza yang sedikit memburuk.


Berbagai dress cantik dikeluarkan Vira untuk mencobanya satu persatu.


"Gue pilih mana ya?" Tanya Vira pada dirinya sendiri


"Em .. pilih yang ini aja deh" ucap Vira sambil mencoba dress warna pink muda yang dipilihnya.


Seorang kekasih terutama para wanita akan menampilkan yang terbaik untuk pasangannya masing-masing, tidak heran jika perbuatan Vira itu berlebihan karena tidak ingin melihat sang kekasih jatuh kehati orang lain.


Satu jam berlalu, kini Vira berbalut dress cantik dengan pesona yang luar biasa. High hels yang serasi dengan dress yang dipakainya membuat Vira tampak semakin anggun nan cantik.


"Gue harus bilang ke mama gimana? mau ketemu sama Reza gitu!? mendingan bohong ah daripada diceramahi panjang lebar sama mama. Maafin Vira mah karena sudah membohongi mama" batin Vira dalam hatinya.


Dengan percaya diri Vira melangkah turun untuk minta izin keluar pada orang tuanya termasuk ibunya. Satu persatu anak tangga Vira turuni dengan sangat hati-hati karena tidak ingin jatuh konyol dengan high hels yang ia gunakan.


"Mau kemana kamu!!" tanya mama Ana yang melihat Vira menggunakan dress pink muda.


Ya itulah mama Ana, kadang bersikap lembut kadang juga bersifat tegas. Namun, ketegasan seorang ibu bisa menuntun anaknya kejalan yang benar.


"Mau pergi sama Delia ma" jawab Vira lantang yang tidak mau ibunya sampai tahu akan bertemu dengan Reza.


"Yaudah sana pergi, kasihan sahabat kamu kalau nungguin lama" ucap mama Ana yang tidak ragu sedikitpun.


"Iya ma, Vira pergi dulu. Daa mama" pamit Vira sambil menyium kedua pipi mamanya.


"Hati-hati ya nak" pesan mama Anakepada Vira yang mulai melangkahkan kakinya.


"Maafin Vira mah sekali lagi yang telah membohongi mama. Vira janji setelah ini tidak akan ada kebohongan diantara kita lagi mah" batin Vira yang sedang menangis hati.


Selesai pamit sama ibunya, Vira menunggu taxi yang lewat. Setelah 5menit menunggu akhirnya datang juga. Vira langsung masuk kedalam taxi itu. Didalam angan-angan Vira tak pernah terbayangkan, sudah sekian lama tak pernah pergi berdua dengan Reza. Akhirnya dikesempatan ini Vira bahkan mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk Reza seorang.


Kira-kira kejutan apa ya yang disiapkan Reza?


Gue kok jadi nggak sabar ya nunggu kejutan darinya.


Gini ya, rasanya dibahagiain sama kekasih kita.


Sampe-sampe lupa makan, tidur tak tepat waktu, bahkan senyum-senyum sendiri layaknya orang yg dipinggir jalan.


Berbagai angan-angan yang muncul dibenak Vira. Tak terasa taxi yang ditumpanginya sudah sampai ketempat tujuan.


"Non, udah sampai" panggil sopir itu pada Vira yang sedang melamun.

__ADS_1


"Non!" panggil lagi sopir itu.


"Maaf. Ini uangnya pak, terima kasih" jawab Vira yang sudah terlalu lalang meniggalkan sopir itu.


Dengan langkah cepat Vira menuju kecafe itu. Vira tak percaya apa yang dilakukan Reza sangat manis terkesan romantis.


Wahh cantik sekali dekornya


Pasti Reza semua yang nyiapain


Ternyata dia romantis juga ya


Serasa beruntung deh gue dapet Reza


Berbagai pujian terlontar dihati Vira. Tiba- tiba ada seseorang dibelakang Vira yang tak lain adalah Reza. Reza menutup mata Vira mengarahkan jalan yang dilaluinya. Bagi Vira, hari ini hari yang tak kan pernah terlupakan disepanjang hidupnya.


"Kamu mau bawa aku kemana Za?" tanya Vira sambil tersenyum merasakan hangatnya cinta dari seseorang yang selama 1bulan menghilang tanpa kabar.


"Ikut aja, gue pastikan hari ini hari dimana sejarah cintamu dimulai" ucap Reza tersenyum.


Mereka melewati berbagai macam bunga yang menghiasi dekor dicafe tersebut. Sungguh indah, terasa itu dekor pernikahan.


Setelah Reza membuka mata Vira, alangkah terkejutnya Vira mendapati sosok wanita yang kini tengah berjalan mendekati Reza.


"Delia!" panggil Vira yang tak tau apa sebenarnya yang terjadi.


"Iya Vira ini gue, sahabat lo yang selama ini ngehianati lo" ucap Delia tanpa basi-basi lagi yang langsung menggenggam tangan Reza.


Sebenarnya Reza dan Delia sudah merencanakannya sekitar dua hari kemarin saat Reza menjemput Delia pulang sekolah.


"Dan gue dan Reza, kini sudah resmi menjadi kekasih tepat dihadapanmu. Kami sangat lelah bermain sembunyi-sembunyi, tak tenang rasanya jika lo belum tahu. Dan satu lagi! sebenarnya dekor ini buat Delia seorang. Kau pasti mengira gue yang nyiapin semua ini cuma buat lu kan? em .. miris sekali nasib percintaanmu itu!!" jelas Reza pada Vira.


Tiba- tiba sebuah tamparan mendarat diwajah Reza.


PLAKK "Ini tamparan buat lo yang udah ngehina gue!" ucap Vira.


PLAKK "Dan ini tamparan kedua buat lobyang udah mendustai cinta gue!!"


PLAKK


Sebuah tamparan keras mendarat dipipi Delia


"Dan ini pukulan ketiga buat lu yang udah ngancurin persahabatan kita sendiri" Tegas Vira.


"Hei!! berani-beraninya kau menampar kekasihku" bentak Reza pada Vira yang kini sudah menjadi alumni hatinya.


"Heii!! mulutmu itu sudah kotor buat membentak gue. Tutup saja mulut harimaumu itu. Hanya wanita bodoh sepertiku dan dia yang mau padamu. Jangan Berbangga diri dulu wahai pemakan hati perempuan!!" bemtak Vira tak kalah tegasnya dengan Reza.


"Taukah kamu ya, kamu udah gue anggep sebagai saudara sendiri. Gue udah ngaggep lo sebagai tempat curhat yang tepat dan kamu malah ngancurin persahabatan kita!!" Ucap Vira sambil menyeka air matanya.


" Dimana hati lo ya yang tega nyakiti hati sesama wanita. Apa kau buta gara-gara cinta sampai-sampai nggak ada hati nurani yang muncul sedikitpun. Tapi tenang saja, gud nggak akan benci lo ataupun dendam sama lo. Gue cuma mau bilang sama lo, akan ada karma datang disaat waktu yang tepat!! Dan selamat buat kalian yang udah mengundang gue sebagai saksi cinta kalian berdua!" tambah Vira yang mengucapkan selamat pada Delia dan Reza.


Saat Vira mau melangkahkan kaki untuk pergi, secepat kilat Delia membalikkan tubuh Vira dan saat ingin menamparnya

__ADS_1


PLAKK


Tiba-tiba sebuah tangan kekar menepis tamparan Delia yang menjadi benteng untuk melindungi Vira.


"Apa ini yang diajarkan papa dan mama, Delia! merebut milik orang lain menjadi milik kita!! menyakiti hati sesama wanita?!! Jawab Delia!! kakak bertanya kepadamu!!" bentak Arga yang menggoyang-goyangkan tubuh Delia.


Tidak sengaja Arga melihat pertengkaran heboh, Arga langsung meminggirkan mobilnya untuk menghampiri nya. Arga terkejut seketika saat melihat adiknya mau menampar seseorang. Dengan secepat kilat, Arga menepisnya.


Dengan wajah gemetar Delia menjawab " Ti-tidak kak"


"Cuih!! dan lu sebagai seorang laki-laki nggak tau perasaan seorang wanita? kau pikir seorang wanita nggak punya perasaan? tau nggak! lo itu nggak pantes mendapat sebutan seorang laki-laki, itu sangat menjijikkan!!" bentak Arga yang kini menunjuk pada Reza.


DIAMMMM


Sebuah jeritan keras dari Vira


"Heii!! lo cukup ajari adikmu ini sopan santun dalam merebut milik orang lain. Beritahu dia, kalau dia mau sesuatu dariku pasti gue beri. Bahkan Reza sekalipun. Karena gue tau, yang meminta-minta tidak pantas disebut ratu. Karena ratu itu kedudukannya tinggi, sedangkan kamu, tangan minta-minta kedudukannya dibawah. Paham kan maksud gue, Delia si bermuka dua!!" sindir Vira pada Arga


"Vira!!" bentak Delia.


"Apa, mau apa kamu. Nampar dia?!" sahut Arga yang tak kalah kerasnya.


"Gue ucapin selamat sekali lagi buat kalian berdua yang udah ngundang gue sebagai saksi dari cinta kalian berdua!!" ucap Vira dengan senyum getirnya yang mulai meninggalkan cafe itu.


"Delia!! pulang sekarang!! perintah Arga pada Vira


"Dan lo!! Urusan kita belum selesai!" sebuah tatapan tajam tepat kearah Reza.


Arga meninggalkan cafe itu dan berusaha untuk mengejar Vira, berharap Arga bisa menenangkannya atas rasa bersalahnya yang mencampuri urusan pribadinya.


Ingin sekali gue mati


Nggak ada yang berharga lagi buat gue kecuali orang tua


Cinta gue


Perasaan gue


Sahabatgue


Semua udah lenyap seketika


Bahkan orang yang selama ini gue cintai bahkan tak menganggap ada sedikitpun.


Ahhhhh ..


BRAKKKK


Jerit Vira yang terkujur lemas ditabrak sebuah mobil yang cukup melaju kencang.


.


.

__ADS_1


...#Jangan Lupa Untuk Selalu Mendukung Author. Hehe Terima kasih🤗❤...


__ADS_2