
Hari ini, hari dimana ujian yang terakhir akan segera dimulai. Delia akan berangkat untuk ujian terakhir ini dan susulannya selama beberapa hari.
Vira yang rajin dan cukup disiplin meminta ibunya untuk mendoakannya agar diujian terakhir ini bisa lancar dan tanpa halangan.
"Ma, doain Vira ya semoga hari ini ujiannya lancar dan Vira bisa lulus dengan niai yang memuaskan" ucap Vira sambil menyalami punggung tangan mamanya.
"Iya nak, doa mama selalu menyertai Vira" balas mama Ana.
"Da, Vira berangkat dulu" pamit Vira
"Da, hati-hati ya" ucap mama Ana.
"Iya ma" balas Vira dengan teriak.
Bagi Vira, doa orang tua mudah diijabah oleh sang kuasa terutama doa seorang mama. Kedahsyatan doa ibulah yang mampu mengubah takdir seorang anak.
...---------------...
"Sayang, nanti berangkatnya barengan yah soalnya searah" ucap Reza.
"Heem" singkat Delia.
"Ayo, masuk" ajak Reza.
EHEMM
Suara serak keluar dari mulut seseorang.
"Mau kemana kalian" tanya seseorang itu dengan sinis.
"Apa urusannya sama lo" jawab Reza yang tahu siapa yang tanya.
"Heii kamu, jangan belagu deh. Lo tahu siapa yang lo bawa sekarang? dia itu adik gue dan lo bukan siapa-siapa" tegas seseorang yang berada dihadapan Reza, siapa lagi kalau bukan Arga.
"Dia itu cuma adik lo. Sedangkan gue? gue itu suaminya. Su-a-mi-nya bro" ucap Reza sambil menepuk pundak Arga.
__ADS_1
"Gue nggak percaya sama lo. Delia, benarkah yang dia ucap itu?" tanya Arga dengan heran.
"Deliaa!!" ucap Arga sekali lagi.
"I-iya benar kak" jawab Delia dengan terpotong-potong.
"Berubah juga sikap adikku selama ini. Tunggu saja, akan kakak laporin sama mama.
"Kakak, pliss jangan. Kasihan mama" jawab Delia dengan tersedu-sedu.
"Ayo, kita berangkat sekarang" ajak Reza dengan sedikit menarik tangan Delia.
"Kita lihat nanti" ancam Arga dengan mengernyitkan dahinya.
"Bagaimana bisa Delia nikah gue nggak tau. Apa gue terlalu sibuk? sampai-sampai adik sendiri gue bro, gue nggak tau keadaannya. Merasa gagal deh gue jadi seorang kakak yang nggak bisa ngelindungin adik gue .. Ahh" ucap Arga frustasi dengan memukul mobilnya.
"Heii Om, dasar gila bicara sendiri" ejek Vira yang tiba-tiba muncul didepannya dan memberikan tangannya pada Arga.
"Apaan sih lo" ucap Arga yang mendorong tangan Vira.
Berawal dari sebuah penolakan dan berakhir dengan pelukan. Ya pelukan!!. Mereka jatuh bersama, dan yang paling mengejutkan Vira jatuh dibawahnya Arga dan Arga jatuh diatasnya Vira. Inilah yang ke dua kalinya mereka menuai keromantisan.
"Iya bu, lain kali dirumah. Terima kasih bu sudah mengingatkan" ucap Arga dengan pedenya.
"Ngomong apa tadi lo?! Ha?!" tanya Vira dengan menginjak injak kaki Arga.
"Ah .. sakitt, lepasin kaki lo. Liat sepatu gue kotor gara-gara lo" jawab Arga sambil membersihkan sepatunya.
"Nih, gue bersihin. Ngomong-ngomong, boleh nggak kalau gue nebeng sama lo lagi" rayu Vira.
"Lah tadi lo bisa sampe kesini naik apa?"tanya Arga.
"Diantar supir mama, tapi gue suruh berhenti sini soalnya mood gue ilang tiba-tiba ngeliat dia. Jadi gue turun dan supirnya mama gue suruh pulang" ucapnya.
"Yaampun, bodoh sekali lo soal cinta. Ternyata lo itu nggak sepintar penddidikan ya" ejek Arga dengan mengeluarkan lidahnya.
__ADS_1
"Maka dari itu, bolehkan gue nebeng lagi sama lo" rayu Vira sekali lagi.
"Boleh, ayo masuk" ajak Arga
Setelah masuk ...
"Om, kok nggak bisa si seatbelt nya" ucap Vira sambil memasuk-masukkan seatbeltnya.
"Modus, sini gue pakein" jawab Arga.
Tatapan mereka bertemu saat beriringnya waktu. Satu kata buat mereka berdua SEMPURNA. Jika kita mempunyai kekurangan, mau sebanyak apapun kekurangan yang ada dalam diri kita masing-masing ini, bila kita bersama orang tepat maka kita menjadi terhormat.
...------------...
"Jiéguǒ shì shénme jierui (Apa hasilnya, jierui)" tanya papa Surya.
"Hǎo xiānshēng. Yīqiè dōu wánzhěng zhèngquè (bagus tuan. semua sudah lengkap dan tepat)" jawab jierui, pengawal pribadi Surya.
"Xiànzài dòu qǔ suǒyǒu shùjù (sekarang bacakan semua datanya)" perintah Surya
"Zhǔnbèi hǎo xiānshēng míngzì jiào Reza Andriano, tā de fùqīn láizì yīngguó, tā de mǔqīn láizì hánguó. Tā yǔ mùqián zài yīngguó shēnghuó hé xuéxí de jiějiě zhù zài yīqǐ. Tā de fùmǔ qùshìle. Tā de shēnghuó hěn shēchǐ, yīnwèi tā de fùmǔ jìchéngle tā (siap tuan. Nama Reza Andriano, ayahnya berasal dari Inggris dan ibunya berasal dari Korea. Dia tinggal bersama adik perepmpuannya yang sekarang sedang tinggal dan sekolah di Inggris. Orang tuanya meninggal. Kehidupannya cukup mewah karena ditinggali warisan oleh kedua orang tuanya)" jelas jierui.
"Gòule, nǐ dú dé tài duōle (cukup-cukup, terlalu banyak kau membacakannya)" ucap Surya dengan memijat pelipisnya.
"Shì de xiānshēng. Zhè shì zěnme huí shì (Iya tuan, ini sudah kok)" jawab jierui, pengawal pribadi Surya.
"Ó, yǐjīng (Oh,sudah ya)" kaget Surya.
"Shì de xiānshēng (iya tuan)" balas jierui tersenyum ramah.
"Hěn kuài wǒmen jiù huì zhǎodào tā bìng jiějué zhège wèntí. Shùnbiàn shuō yījù, wǒ yǐjīng hěnjiǔ méiyǒu zhàndòule (Secepatnya kita akan mencarinya dan menyelesaikan masalah ini. ngomong-ngomong, udah lama saya nggak bertarung)" ucap Surya yang sedang menggerakkan badannya.
"Míngtiān zhǔnbèi hǎo suǒyǒu de zhuāngbèi (siapkan semua perlengkapan besok)" tambahnya.
"Zhǔnbèi hǎo xiānshēng (siap tuan)" jawab cepat jierui.
__ADS_1
#Thank's to All yang udah baca Novel ini🙏♥️
#Jangan lupa dukung author🤪♥️