Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Keberhasilan VS Penderitaan


__ADS_3

Aula yang luas dan besar kemudian dihiasi dengan dekor yang sesuai dengan tema, membuat acara wisuda itu semakin megah dan meriah.


Buket-buket bunga bertebaran dimana-mana. Panggung yang bersih dan mengkilap diiringi dengan lampu panel fixture yang berbentuk seperti panel segi empat, dimana di permukaan bidang segi empat tersebut tertanam lampu-lampu.


Acara wisuda kini sudah dimulai. Nampak sebuah pembawa acara sedang membacakan isi dari acara ini.


Sesuai dengan perkiraan, Vira telah berhasil mengalahkan seluruh siswa dari kejurusan komputer. Vira berharap, dia bisa menggapai cita-citanya yang tinggi.


"Ma, Vira dapat ju-juara sa-satu" ucap Vira sambil mengeluarkan tangisan. Tangisan? ya tangisan! sebuah tangisan kebahagiaan.


"Syukurlah, mama bangga sama kamu. Buruan pergi kesana, tuh nama kamu udah dipanggil terus" ujar mama Ana yang tak kalah menangis dengan Vira.


"Iya ma" ucap Vira sambil melangkahkan kaki.


Para murid lain bersorak-sorak dengan tepuk tangan. Kecerdasan Vira bisa dibuat motivasi untuk lebih semangat lagi dalam belajar.


Setiap orang pasti punya kegagalan dalam perjuangannya. Buktinya, Vira yang dulu selalu gagal dalam cinta tapi ... tapi sekarang dia selalu berhasil dalam mendapatkan prestasinya.


Belajarlah! karena belajar itu tidak pernah memandang usia.


"Keberhasilan saya ini tidak semata-mata ingin dipuji, tapi keberhasilan saya ini ingin saya persembahkan pada mama dan papa saya. Dulu saya pernah gagal seperti kalian, tapi saat itu saya gagal karena sebuah cinta, kemudian saya buang cinta itu lalu saya bangkit dan bangkit lagi. Karena saya tahu kecerdasan saya ini bukan hanya dari usaha saya saja, tapi merupakan suatu bentuk anugerah terindah dari tuhan yang tidak pernah saya sia-siakan" sebuah isi pidato Vira untuk semua orang yang berada diaula tersebut.

__ADS_1


Para murid terasa tersentuh dengan isi pidato Vira yang kemudian diiringi dengan tepuk tangan yang menggema diseluruh ruangan.


Tak terasa ada sepasang mata yang ikut terharu dengan kata-kata Vira.


...-------------...


"Lihat itu! anak saya gagal karena sebuah cinta dan cinta itu karna mu, Reza Andriano!!" bentak Surya saat melihat putrinya mengeluarkan air mata diLive streaming ponselnya.


"Saya tahu om, kalau putri om itu pintar" sahut Reza.


"Kalau tahu mengapa kau datang untuk mengatakan cinta padanya. Dasar mulut buaya!" sindir Surya.


"Saya tidak pernah menyatakan cinta pada putri anda. Putri om lah yang menyatakan cinta pada saya" elak Reza yang sedikit membantah perkataan Surya.


"Pengawal, ambillah buaya sebanyak-banyaknya didanau kemudian kau taruh didekat dia" perintah Surya pada pengawalnya yang kemudian menunjuk Reza.


"Siap tuan" jawab seluruh pengawal-pengawal itu.


"Nona Delia, saya pergi dulu dan jaga diri anda baik-baik" bisik Aland pada Delia yang merupakan salah satu pengawal Surya.


"Apa-apaan dia, sok-sok an mau baik. Kalau emang dia baik mana mungkin gue ditahan seperti ini. Wajah lugu tapi hatinya keras seperti batu!" umpat Delia dihatinya.

__ADS_1


Hari ini Delia teringat pada acara perpisahan yang sedang berlangsung sampai saat ini. Delia dulu pernah berpikir untuk merayakan hari kelulusan bersama sahabatnya. Tapi takdir telah mempermainkannya.


Cinta telah hadir untuk merubah semua jalan hidupku. Bahkan gue sekarang hidup bagaikan burung yang berada disangkar.


Seseorang telah menahanku dan suamiku untuk menebus semua kesalahan pada putrinya itu, Vira Alisyia Surya Mahardika!!. Mengapa semua orang menjauhiku, mengusirku, mencaci makiku.


Kemana mereka semua pergi.


Kemana mama?


Papa?


Kak Arga?


Apakah mereka telah menjauhiku. Begitu mudah mereka melupakanku.


Tiada orang yang pernah mengerti penderitaanku selama ini. Gue bersyukur Derita yang gue simpan selama ini, kini telah hancur lebur tanpa sisa dan sekarang kebahagiaan gue ikut direnggut oleh sebuah takdir.


^^^_Delia_^^^


.

__ADS_1


.


...#Jangan lupa dukung author dengan vote, komen dan Like. Matursuwun🙏♥️....


__ADS_2