Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Penyusup


__ADS_3

"Mah, Vira ketoilet dulu" ucap Vira pada Ana yang sedang berbincang-bincang dengan sebelahnya.


"Jangan lama-lama. Awas kalau lama mama tinggal" protes Ana pada putrinya.


"Iya mama cantikk" puji Vira yang tidak mau mamanya terus mengomel.


Dalam perjalanan, ada seseorang yang mencoba ingin mengikuti Vira dari belakang. Vira yang tahu seketika itu langsung masuk kedalam toilet untuk menyelesaikan urusannya.


Vira masih setia dengan posisinya, yaitu didalam sebuah toilet. Sebenarnya dia merasa gerah didalam, tapi mau gimana lagi.


"Siapa sebenarnya orang itu. Selama gue hidup, nggak pernah tuh ada musuh. Apa gue keluar aja ya? yaudah deh keluar aja. Kalau nggak salah kenapa harus takut" gumam hati Vira yang mencoba memberanikan diri untuk keluar.


"Hei, siapa anda sebenarnya. Saya tahu kalau anda kemarin mengikuti saya. Kalau anda memang berani, keluarlah sekarang dan hadapi saya" tantang Vira yang tak main-main.


Dengan langkah cepat, orang yang membuntuti Vira itu pun hadir didepannya.


Wajah yang penuh misteri karena sebagian tubuhnya tertutup rapi dengan kain serba hitam dan hanya bagian mata saja yang terlihat membuat Vira tidak mengenalinya.


"Nona Vira ini saya Aland, pengawal tuan Surya" ucap seseorang itu yang mengaku-ngaku dengan nama Aland.


"Buka wajahmu, baru saya percaya" ujar Vira dengan tegas.

__ADS_1


"Baiklah non, sekarang anda sudah percaya" jawab seseorang itu yang memang aland.


"Percaya! perlu apa kau kesini" tanya Vira tanpa bersilat lidah.


"Saya ingin memberikan informasi penting pada nona. Nona Delia sekarang ditahan oleh papa anda disebuah hutan bersama suaminya" jelas Aland dengan cepat dan singkat.


"Terus?" ucap Vira.


"Saya harap nona bisa mengeluarkan teman anda" ucap Aland yang seperti memerintah Vira.


"Cuih, kau hanya tau namaku tapi tidak dengan ceritaku. Dengarkan aku baik-baik, saya sudah tidak ada hubungan lagi sama dia. Karena apa? karena dialah yang memutus persahabatan ini!!" bentak Vira.


"Tapi nona harus membantunya" ucap Aland.


"Atas pasal apa aku harus membantunya?!" protes Vira yang mendengar perkataan Aland.


"Atas pasal sahabat nona" ucap Aland yang masih terus menjawab Vira.


"Saya nggak merasa tuh ada sahabat" sahut vira.


"Apakah nona nggak ada hati nurani sama sekali. Nona Delia itu sedang hamil non, setidaknya anda bisa menyelamatkan bayi yang dikandung nona Delia" ucap Aland yang terus mencari alasan.

__ADS_1


"Hamil? menyelamatkan bayi Delia? Hahaha Alasan!!" bentak Vira sekali lagi.


"Jujurlah, Delia hamil atau tidak?. Jawablah sekarang! aku butuh jawabanmu!!" tambah Vira yang semakin emosi ketika merasa dirinya dibohongi.


"Iya non, dia hamil" jawab Aland yang masih berusaha menyakinkan Vira.


"Hah .. kau pikir aku akan percaya yang kau katakan ini" ucap Vira yang masih tidak percaya.


"Jawablah Aland Permana, sang pengawal yang selalu diandalkan papa!!" tambah Vira yang masih terus mencari kebenaran.


"Nona Delia hamil non" jawab Aland.


"Delia hamil? tunggu bentar, gue akan panggil mamanya. Bukankah seorang mama bahagia atas kehamilan putrinya" ucap Vira yang sedikit menyindir Aland.


"Tunggu nona, Se-sebenarnya ti-tidak nona. Saya hanya diperintahkan papa andauntuk mengetes nona. Apakah anda masih peduli pada nona Delia atau tidak. Tapi nona seolah-olah sudah tidak peduli dengannya. Baiklah kalau begitu, saya akan informasikan pada papa Anda" jelas Aland.


.


.


...#Jangan lupa dukung author dengan like, vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....

__ADS_1


__ADS_2