Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Bersalah


__ADS_3

"Kak, bangunlah .. " ucap Vira dengan lirih.


Inilah pertama kalinya dia berucap lirih pada Arga. Meratapi kesedihan akan sikap tidak percayanya pada Arga. Kita tahu bahwasannya penyesalan memang selalu datang terlambat, itulah yang dirasakan Vira saat ini.


Ketika dia memandangi mata Arga yang tertutup, entah kenapa seakan-akan air matanya keluar tanpa seijin darinya.


"Harusnya gue nggak boleh egois tadi, harusnya gue dengerin omongan elu kak. Lalu gimana caranya untuk membalas kebaikanmu ini kak .. hiks hiks"


"Ini semua salah gue !!!...." teriak Vira dengan frustasi.


"Vi-Vira, apa ini kau" ucap Arga yang sedikit demi sedikit matanya terbuka karena mendengar orang berteriak.


"Ka-kak Arga. Bangunlah" ucap Vira disertai dengan darah putih, alias air mata.


"Syu-syukurlah kau ti-tidak apa-apa" jawab Arga dengan menahan sakit dipahanya akibat tertindih pohon itu.


"Kakak tahan dulu, biar Vira yang angkat pohon ini"


"A-apa kau ku-kuat? ku-kurasa ti-tidak" ucap Arga dengan ejekannya, tapi percayalah itu hanya sebuah candaan semata.


"Apa salahnya mencoba kan?"


Dengan sekuat tenaga Vira menyingkirkan pohon itu dari Arga. Tetapi tenaga seorang wanita dan pria sangat-sangatlah berbeda. Meskipun begitu, Vira masih berusah dengan separuh raga dan jiwanya untuk menyelamatkan Arga dari pohon yang roboh tadi.

__ADS_1


Sudah setengah jam Vira berusaha menyingkirkan pohon itu .. Alhasil Vira tidak bisa mentikirkannya dengan semudah itu.


"Gue harus bisa, ini semua demi dia. Kalau ini semua bukan karena gue, gue gak mungkin begini. Semangat Vira, elu harus berjuang menyingkirkan pohon ini!" batin Vira yang sedang menyemangati dirinya sendiri.


ERGHH


Sebuah erangan yang cukup kuat dari Vira yang ingin mencoba sekali lagi untuk menyingkirkan pohon yang tidak terlalu besar itu.


Dan lagi- lagi Zonk hasilnya.


"Su-sudahlah, ka-kalau ti-tidak ku-kuat ja-jangan di-dipaksakan. Bi-biarlah gu-gue se-seperti i-ini. Mungkin i-ini tak-takdir gu-gue".


"Tidak. Biar Vira yang minta bantuan sama papa"


***


"Vira ..." panggil Surya saat terbangun dari tidur.


"Yaampun, gue lupa kalau Vira tertinggal didalam hutan. Aku harus pastiin kalau putriku itu baik-baik saja. Ceroboh sekali aku menjadi seorang papa"


Saat terbangun dari tidur, Surya langsung keluar untuk menuju masuk ketenda, apakah putrinya disana atau tidak.


Tenda nomor dua sudah diperiksa oleh surya dan hasilnya sama seperti nomor satu, yaitu tidak ada orang yang sedang dia cari.

__ADS_1


Kini harapan satu-satunya adalah tenda nomor ketiga. Surya tahu kalau putrinya itu pasti tidur ditenda nomor tiga sebab dialah yang menyuruh putrinya untuk tidur disana.


Walau Surya tahu, ditenda nomor satu dan dua kemungkinan tidak ada tetapi dia tetap memeriksanya, siapa tahu Vira kesasar untuk masuk kedalam dunia mimpinya.


Tidak mau berbelit, Surya kini sudah masuk ke tenda nomor tiga. Alhasil ... sama seperti tenda sebelumnya.


"Viraa .. maafkan papamu ini nak telah melupakanmu, papa janji papa akan cari kamu dengan selamat sampai rumah"


Ketika Surya bicara didalam hatinya, tiba-tiba ada seseorang yang sedang meminta tolong.


TOLONG TOLONG


"Su-sura itu macam ... suara Vira. Coba gue dengerin lagi"


TOLONG


"Tuhkan benar, memang itu suara Vira kok. Sebagai orang tua tak mungkin kan kita tidak mengenali suara putri kita"


Seketika ..


.


.

__ADS_1


...#Mohon dukung author dengan like, vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....


__ADS_2