
"Vira, benarkah kau sahabatnya Delia nak?" tanya Syellia yang sedang membuyarkan lamunan Vira.
"I-iya tante, tante nggak ingat Vira kah" tanya Vira balik.
"Tante ingat sedikit-sedikit. Lagian kamu tambah gede tambah cantik deh. Tadi ngapain memperkenalkan diri segala, harusnya kan kamu sapa tante aja" ucap Syellia dengan menggeleng-gelengkan kepala.
" Lupa juga tante .. Haha" ujar Vira sambil tertawa.
"Apa kamu tahu nak, Delia dimana?" tanya Syellia lagi.
"Em nggak tau tan" jawab Vira yang memang tidak tahu keberadaan Delia.
"Mau tante beritahu, dimana Delia sekarang" tanya Syellia untuk ketiga kalinya.
"Mau tan, dimana dia sekarang" ucap Vira dengan semangat.
"Dia udah pisah sama tante. Dia sekarang udah nggak putri tante, karena dia sudah menjadi milik orang lain. Ada seseorang yang merebut Delia dari tangan tante" curhat Syellia yang tak tahan menahan air matanya.
"Apa Delia udah me-menikah ta?" jawab Vira yang maksud dengan perkataan Syellia.
"Iya, maafkan putri tante ya nak. Maaf" ucap Syellia yang hendak bersujud dikaki Vira.
"Tante, berdirilah. Vira udah maafin Delia kok tapi belum sepenuhnya. Kita itu udah menjalin sahabat selama 10 tahun lebih, tapi putri tante udah bohongin Vira. Delia udah merebut kekasih Vira hiks hiks .. " ucap Vira yang kemudian menjadi curhatan.
"Tante masih ingatkan, gimana Delia dan Vira udah janji akan selamanya menjadi sahabat. Kalau boleh jujur waktu Delia datang ke Indonesia, Vira udah curiga sama Delia" tambahnya
"Iya tante masih ingat kok"
Flashback off
"Vira, sini main masak-masakan" ajak Delia yang sedang memegang bahan mainan.
"Iya, bentar" teriak Vira yang hendak ingin minum.
"Masak apa, Ya?" tanya Vira.
"Nih masak sup, kamu potong-potong ya sayurnya" perintah Delia.
"Siap bu. Nanti kalau udah jadi kita makan bareng-bareng ya. Haha" ucap Vira yang kemudian tertawa terbahak-bahak.
"Boleh juga" jawab Delia dengan tersenyum.
"Ehem .. kalian masak apa nih" kaget Syellia saat melihat kedua sahabat itu sibuk memasak.
"Masak sup ma" jawab Delia.
"Udah jadi belum?"
"Ini udah jadi ma. Mama mau ngicipin masakan Delia nggak?" ujar Delia pada Syellia.
"Mau, mama mau kok sayang" jawab Syellia.
__ADS_1
"Nih ma, kalau ada yang kurang mama boleh kok sebutin. Iya kan Vir" ucap Delia sambil mengedipkan matanya pada Vira.
"Iya tan" ucap Vira.
Setelah Syellia mencicipi masakan Delia dan Vira ..
"Sup buatan kalian enak kok, cuma kebanyakan garam sedikit" jelas Syellia dengan hati-hati.
"Ini siapa yang naburin garam?" tambah Syellia.
"Delia tan" ceplos Vira.
"Anak mama ingin nikah ya, kok asin si masaknya" ucap Syellia dengan tertawa kecil.
"Enggak lah ma, Delia kan masih kecil" jawab Delia dengan merengut.
"Dewasa nanti, kalian berdua tidak boleh mencintai satu pria yang sama. Kalau kalian mencintai satu pria yang sama, maka kalian akan ...?" ucap Syellia yang berniat untuk tidak melanjutkan perkataanya.
"Kita akan membuang jauh-jauh orang yang sudah berani mecintai kita berdua sekaligus. Iya kan Vir" sambung Delia.
"Iya Ya, berjanjilah padaku untuk selalu setia menjaga persahabatan kita" ucap Vira yang tak terasa mengeluarkan air mata.
"Iya, aku janji" jawab Delia dengan menyambungkan jari kelingking miliknya dengan Vira.
Flashback on
"Janjimu tak seindah pembuktianmu, Delia" batin Vira ketika ingat dengan janji persahabatan itu.
Orang bisa dihargai karena menepati satu janji, bukan ketika berani mengucapkan seribu janji. Jangan membuat janji ketika kau senang, jangan membalas kata-kata ketika kau sedang sedih, dan jangan ambil keputusan ketika kau marah.
Kenapa air laut rasanya asin? Karena yang manis hanyalah janji palsu.
Orang bijak selalu menepati janji, tapi orang paling bijak adalah yang berhati-hati sebelum berjanji. Janji adalah utang. Utang harus dibayar. Penuhi janjimu sebelum ditagih Yang Maha Kuasa. Penuhilah janjimu, sesungguhnya setiap janji pasti akan dimintai pertanggung-jawabannya - QS Al-Isra:34.
...--------------...
Disebuah kediaman Dirgantara, ada dua orang yang sedang asik mengobrol. Mereka adalah Arga dan Emily.
"Ly, ngomong-ngomong orang tuamu mana, kok nggak kelihatan" tanya Arga.
"Dia sedang ada pekerjaan diInggris, jadi nggak bisa barengan sama gue. Ga, sebenarnya gue mau jujur. Pas Vira dirumah sakit, perawat wanita yang sedang memeriksa keadaanya itu adalah gue" ucap Emily dengan menghela nafas.
"Gue udah tahu kok" singkat Arga.
"Kok bisa tahu, gue kan ada kembaran" tanya Emily dengan terheran-heran.
"Meskipun kalian kembar, gue bisa bedain kok. Lo itu banyak omongnya dan kembaran lu yang bernama Ainsley itu banyak diemya" ujar Reza.
"Iya, Ainsley itu nggak banyak omong. Ainsley itu cocok sama sekertaris lo, Zan. Haha .. " bisik Emily.
"Kak Emily ... !! teriak seseorang yang tak lain adalah Ainsley.
__ADS_1
"Eh Ainsley, udah datang kamu? kok nggak kabarin kakak si" ucap Emily yang berniat mengalihkan topik pembicaraan.
"Hand phone kak Emily nggak bisa dihubungin. Terus Ainsley tanya deh sama kak Arga, katanya kakak lagi dirumah tante Syellia. Jadi, Ainsley pergi ke rumah tante Syellia. Iya kan kak?" ujar Ainsley yang panjang kali lebar kali tinggi.
"Hem ... iya" jawab Arga.
"Lo kok dia banyak bicara si. Apa ini efek dari marahnya ya" ucap Emily didalam hatinya.
"Hehe ... kakak lupa bawa hand phone" jawab Emily.
"Kebiasaan deh!" singkat Ainsley.
"Tante Syellia dimana kak?" tanya Ainsley pada Arga.
"Dia lagi diatas" jawab yang sedang fokus dengan ponselnya.
"Tante Syellia lagi sama calon menantunya" ucap Emily sambil terkekeh.
"Lho bukannya kak Emily sama kak Arga?" kaget Ainsley.
"Kak Arga sama kakak udah temenan" jelas Emily.
"Oh kirain masih" ceplos Ainsley
Ditengah obrolan mereka, sekertaris Zan tiba-tiba datang untuk memberikan informasi penting pada Arga.
"Tuan, adik anda dan suaminya saat ini diculik oleh beberapa penjahat dan sekarang ini dia ditahan" bisik sekertaris Zan ditelinga Arga.
"Delia" ucap Arga yang panik saat tahu adiknya diculik.
Itulah Arga, yang melalui perkataannya ingin Delia pergi tapi didalam hatinya ingin Delia tetap disini.
"Dimana?" ucap Emily dan Ainsley yang mendengar nama Delia.
"Kalian tunggu disini, aku akan pergi sebentar. Emily, tolong katakan pada mama gue ada urusan sebentar" ujar Arga pada Emily.
"Iya, mau kemana lo ga?" tanya Emily yang melihat Arga tiba-tiba pergi.
"Kesuatu tempat" ucap Arga.
"Ayo Zan" ajak Arga.
"Ayo tuan" ucap sekertaris Zan.
"Kak, itu Zan ya? kok dia sekarang dingin si" tanya Ainsley pada Emily.
"Sekertaris emang gitu, sukanya yang dingin-dingin" ucap Emily dengan sedikit mengejek
#Jangan lupa untuk selalu dukung author dengan Vote, like dan komen.
Btw, ini sebenarnya episode kemarin tapi author nggak bisa terusin, sebab author kemarin pergi. Ngapuntene nggeh🙏😇.
__ADS_1