Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Penculikan 2


__ADS_3

"Iya ma, ini teman Arga" Balas Arga.


"Hai tante" sapa Emily yang kemudian geser dari tubuh Reza.


"Emily, yaampun udah besar sekarang. Cantik lagi" puji Syellia.


"Yang satu siapa?" tanya Syellia.


"Hai tante, sa-saya Vira" sapa Vira dengan terpotong-potong.


"Hai Vira, saya Syellia. Panggil saja tante Syell"


"Iya tante Syell" ucap Vira.


"Kamu tidak kalah cantik nak sama Emily, tapi sayang kamu keluguan" ucap Syellia dengan tertawa kecil.


"Lugu apanya ma! dia cuma pintar akting" ejek Arga.


"Hust, jangan ngomong gitu" protes Syellia.


"Ayo, ayo masuk. Bentar tante kedapur dulu untuk buatin kalian minuman" jelas Syellia.


"Mau Vira bantuin tante" tawar Vira.


"Nggak usah cantik" balas Syellia.


Mereka bertiga duduk dikursi ruang tamu. Pasti tahulah kalian, jika anak muda sekarang kalau berkumpul sukanya megang hand phone masing-masing. Padahal hand phone itu ada sisi negatifnya juga. Tapi Vira ..


Ma, malam ini Vira mampir ke rumah temen Vira. Mama nggak usah khawatir, tuh Vira ada temennya.


ketik Vira yang kemudiam dikirimkan pada ibunya.


Iya nak, cepat pulang dan hati-hati kalau dijalan.


Balas Mama Ana.


Iya ma.


ketik Vira lagi.


"Nih, diminum. Ini jus buatan tante sendiri lo, hehe" ucap Syellia.


"Iya, makasih tante" ucap Vira dan Emily bersamaan.

__ADS_1


"Ngomong-ngomong, nak Emily masih sama anak tante nggak? kok kelihatannya diam-diam bae" tanya Syellia ketika melihat mereka tak saling bicara.


" Udah nggak kok ma, iya kan Ly" jawab Arga.


"Iya kok tante. Malah kita sekarang udah temenan" jelas Emily.


"Ya udah. Walaupun kalian udah putus, tetap jaga hubungan dengan baik-baik ya" ucap Syellia.


"Pasti tante" balas Emily.


"Vira" panggil Syellia.


"I-iya tan ada apa" jawab Vira.


"Ngapain lihat foto itu terus?" tanya Syellia.


"Itu foto keluarga tante dulu yang masih lengkap, tapi sekarang .. " ucap Syellia yang tidak mau meneruskan perkataannya.


"Maaf, udah bikin tante sedih" singkat Vira.


"Nggak papa, nggak perlu ada yang dimaafin kok" balas Syellia dengan ramah.


"Mama, itu Vira. Sahabat Delia yang disakitin" bisik Arga pada mamanya yang tidak terlalu jauh jaraknya.


"I-itu Vira? Vira yang waktu kecil mainnya sama Delia mulu itu kan?" tanya Syellia yang masih tidak percaya.


...-------------...


"Vira, boleh tante bicara sebentar padamu?" tanya Syellia dengan hati-hati.


"Iya tan, boleh" ucap Vira.


"Emily ngobrol dulu sama anak tante ya, nanti tante kembali" ucap Syellia.


"Iya tan" jawab Emily.


"Ayo, kita kekamar tante" ajak Syellia.


Megah sekali rumahnya.


Itulah yang ada dipikiran Vira. Siapa yang tidak terpesona ketika melihat rumah mewah. Tentu, rumah mewah nan megah menjadi dambaan bagi setiap orang.


Kaca yang berkilau, guci yang berkilat dan lantai yang bersih menghiasi isi rumah itu. Bahkan tidak ada satu noda pun yang bersinggah dirumah Syellia.

__ADS_1


Bagi keluarga Syellia, kebersihan nomor satu. Jika kita selalu menjaga kebersihan maka iman kita pun akan terjaga.


Jadi tidak salah, kalau ada orang yang mengatakan


النظافة من ايمان


"Kebersihan itu sebagian dari iman"


...-------------...


"Nona, kenapa anda ikut? bukankah sudah kukatakan, nona boleh pergi" ucap pria itu yang merasa jengkel pada Delia.


"Saya tidak akan pergi jika suami saya belum kembali" bantah Delia.


"Pulanglah sayang, aku janji akan jaga diri baik-baik" ucap Reza.


"Diam! dengarkan saya nona, dia tidak akan kembali. Nona kembali atau nona disini menyaksikan suami nona m*ti" bentak pria itu.


"Hei tuan, jangan macam-macam sama suami saya. Jika anda berani melukai suami saya sedikitpun, akan kupatahkan jari anda yang tadi menyentuhnya" ancam Delia dengan naik pitam.


"Tenanglah nona cantik, ini udah malam. Jangan teriak" ucap pria itu yang kemudian membuka maskernya.


Alangkah terkejutnya yang dihadapan Reza sekarang adalah Surya, mertua Reza yang tidak jadi.


"O-om Surya" kaget Reza.


"Om surya? siapa itu?" tanya Delia yang memang tidak pernah melihat wajah Surya.


"Ingat juga kamu nak dengan saya" ucap Surya dengan menepuk pundak Reza.


"Kamu yang bernama Delia kan? sahabat Vira yang nggak ada muka" sindir Surya keras.


"Maafin Delia, om. Delia emang selalu salah dimata orang termasuk mama Delia" ucap Delia yang memohon maaf.


"Jangan minta maaf padaku. Minta maaflah pada anakku, Vira" jelas Surya.


"Kalau begitu kalian berdua akan saya hukum. Ayo ikut om" ajak Surya yang tak pernah main-main dengan perkataanya.


Dengan melewati sebuah hutan yang cukup lebat dengan dedaunan, mereka pun sampai pada sebuah gubuk kecil yang sudah lama ditinggal oleh pemiliknya.


"Sekarang, kalian awasi mereka. Jangan sampai mereka terlepas. Buat dia menyesal seumur hidup atas perbuatannya" ucap Surya pada anak buahnya.


"Siap tuan" seloroh delapan anak buah itu.

__ADS_1


"Cepat masuk. Sebelum kalian dimakan oleh binatang buas" ucap salah satu anak buah surya.


...#Jangan lupa untuk selalu dukung author🙏♥️...


__ADS_2