
"Se-sejak kapan kau disini ya?" ucap Vira kaget melihat Lia dibelakangnya.
"Mungkin sejak tadi" santai Delia
"Kalian sudah selesai berdebatnya. Jika sudah bisa kita makan siang, gue lapar Vir. Kakak mau ikut nggak?" ajak Delia sama kakaknya, Arga.
"Maaf ya, kakak hari ini ada rapat dengan rekan bisnis ayah. Lain kali kakak akan ikut makan bersama kalian" ucap Arga sambil membelai pipi Delia.
Arga tidak mungkin tidak mengabulkan permintaan adik tersayangnya tetapi hari ini memang ada rapat dengan rekan bisnis ayahnya, Bima Dirgantara.
"Yaudah nggak papa deh kak" ucapnya menengkan Arga
"Kakak tinggal dulu ya, kalau butuh apa-apa minta saja pada orang yang didepanmu ini. Karena hari ini dia telah menganggapku sebagai majikannya dengan memanggil tuan" ucap Arga yang tertawa kencang sambil meninggalkan adiknya dan orang yang dianggap Arga sebagai pembantunya.
"Kakak jahat, masa sahabat sendiri Delia jadikan pembantu si" Ucapnya tidak terima dengan perkataan Arga.
Ucapan Delia tidak terdengar jelas ditelinga Arga karena sambil mengangkat telepon dari papanya.
"Ayo Vir, kita makan dan aku yang traktir. Itung-itung permintaan maaf dariku karena sikapnya kak Arga" ajak Delia.
"Lets Go" ajak vira sambil menggandeng tangan Vira.
__ADS_1
...-----------...
Selesai tiba dikantor, dengan cepat Arga memasuki perusahaan papanya karena takut dengan kondisi perusahaan yang memburuk.
"Arga, udah sampai nak?" ucap seseorang dibelakang Arga yang tak lain adalah ayahnya, Bima dirgantara.
"Iya pah, Arga baru sampai. Oh ya ada masalah apa kok papa menelpon Arga?" tanya Arga kepada Bima.
"Nggak ada yang dikuatirin kok nak, cuma sementara kamu dulu ya yang mengurus semua keperluan perusahaan papa. Karena papa besok ada pertemuan penting dengan rekan bisnis papa diperusahaan kakekmu, Inggris" ucap papanya Arga panjang kali lebar.
"Iya pah, Arga akan buktikan pada papa kalau Arga mampu mengelola sepenuhnya diperusahaan Dirgantara" Ucap menyakinkan dari Arga.
"Bagus nak, papa bangga sama kamu" puji Bima kepada anaknya sambil menepuk pundaknya.
Bima berkuasa sepenuhnya diInggris karena dia menantu dari Raymond juga menggantikan mertuanya yang sudah tua, Alexander Raymond. Bedanya perusahaan Bima Dirgantara diluar negeri cuma mengelola dan mengembangkan perusahaan dari mertuanya sedangkan perusahaan diIndonesia dibangun sendiri oleh ayahnya Arga, Bima Dirgantara.
...------‐----...
Dikamar, Vira nampak lelah karena sepulang sekolah pergi makan dengan sahabatnya yang tak lain adalah Delia. Tak hanya pergi makan tapi juga pergi untuk jalan-jalan. Bahkan seharian penuh Vira menghabiskan waktunya untuk menemani Delia berbelanja.
"Ah, lelahnya" ucap Vira sambil membaringkan tubuhnya dikasur yang cukup mewah.
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, kini mata Vira sudah terpejam untuk datang kedunia mimpinya. Sesaat kemudian, di balik pintu kamar Vira ada seseorang yang mengetuk cukup keras.
"Nona Vira" panggil salah satu pelayan dirumah Vira sambil mengetuk pintu.
"Ih, siapa sih ganggu tidur aja" keluh Vira
Dengan mata sedikit terbuka Vira menuju kepada seseorang yang mengetuk pintunya tadi.
"Nona saatnya makan malam, nona ditunggu diruang meja makan bersama papa dan mama nona" ucap pelayan itu.
"Apa bi, papa? papa pulang?" kaget Vira karena papanya tidak memberitahunya.
"Iya non, papa anda baru pulang tadi sore" jawab pelayan tadi yang menetuk pintu kamar Vira.
Dengan hati yang ceria Vira langsung menemui ayahnya. Namun langkah Vira tiba-tiba terhenti karena mengingatkan pada readers yang setia untuk Vote, komen dan Like🙏😂.
.
.
.
__ADS_1
...#Jangan lupa Vote, komen dan like🤗❤...
...Dan jadikan novel ini terfavorit bagi kalian semua. Thanks❤....