
"Bagaimana bisa dia kembali lagi, setelah sekian lama" ucap Arga.
"Emily!! Sial!!" Teriak Arga dengan mendobrak meja yang didalam ruangan itu.
"Tenanglah tuan" ucap Sekertaris Zan untuk menenangkan Arga.
"Gimana bisa tenang Zan. Beberapa tahun gue udah ngubur semua perasaan gue ke dia, tapi dia seenaknya kembali. Haha kamu nggak punya harga diri Emily!!" Bentak Arga.
Yang Arga tahu, Emily bagaikan sebuah kertas yang bisa mudah hilang dengan seiringnya waktu. 2 tahun Emily meninggalkan Arga tanpa sebuah kabar.
"Zan, siapkan mobil untuk menemui wanita iblis itu. Gue masih ada urusan sama dia" ucap Arga dengan sedikit keras.
"Iya tuan" jawab sekertaris Zan.
" Tenanglah Emily, kita akan bertemu untuk urusan yang belum kita selesaikan" batin Arga dengan tersenyum licik.
Segumpal Awan mendung menutupi bintang yang bersinar dan bulan yang terang.
Angin dingin menutupi seluruh kota.
Kota yang kini menjadi saksi terakhir dari kisah cinta mereka berdua.
"Jangan basi-basi, apa yang lo inginkan? uang? Nih 1milyar, tapi ada syaratnya. Pergilah jauh-jauh dan sejauh-jauhnya dari negara ini" ucap Arga kesal ketika melihat Emily didepannya.
"Tenanglah sayang, gue nggak mau uang. Gue cuma mau kita balikan" jawab Emily yabg hendak memeluk Arga.
"Hei, singkirkan tangan lo dan jaga mulut kotormu itu" tegas Arga dengan menunujuk Emily.
"Ayolah ga, kita balikan seperti dulu. Gue janji, gue akan setia sama lo. Dan dulu itu gue mau dijodohin sama orang tua gue, jadi terpaksa deh ninggalin kamu" jelas Emily.
__ADS_1
"Apa itu yang namanya setia. Setelah 2 tahun lo pergi, dan sekarang lo tiba-tiba aja muncul. Ingatlah Emily, jatuh cinta tak semudah membalikkan telapak tangan. Ingat itu" ucap Arga panjang kali lebar.
"Plis Ga, maafin gue. Gue nyesel" ucap Emily dengan memeluk tubuh Arga.
"Udah nggak ada yang disesalin, semua udah terjadi. Sekarang rubahlah hidupmu dan cari pendamping yang mau bersamamu" ucap Arga.
"Iya ga, ngomong-ngomong yang dulu meriksa pacar lo itu siapa? Kenalin ke gue dong, hehe" goda Emily.
"Gue nggak nyangka Ly, lo cepet ngelupain gue. Tapi gue bersyukur karena lo udah ngelupain gue. Semoga benar perasaanku ini ya tuhan" batin Arga yang melihat sikap Emily.
"Lain kali gue akan kenalin. Dia itu sahabat gue, Brave. Dia seorang dokter. Dia nggak kalah tampan kok sama gue" ucap Arga dengan terkekeh.
Perdebatan itu terjadi cukup lama, bahkan ada sepasang mata yang melihatnya dan menyaksikannya
"Om!!" panggil seseorang dari kejauhan yang tak lain adalah Vira.
"Hai, kenalin gue Emily. Mantan kekasihnya yang sekarang menjadi teamnnya" ucap Emily memperkenalkan diri.
"Oh iya, dulu gue juga disitu kok cuma 1tahun aja" ucap Emily.
"Em, gue kok berasa nggak dianggap hadir" sindir
Arga.
"Gue juga tuan" ucap Sekertaris Zan.
"Om dan kakak ganteng, sini dong duduk disebelah Vira"
"Kakak kok nggak pernah bicara si" tanya Vira pada Zan.
__ADS_1
"Iya Nona" singkat Zan.
"Tanyanya apa jawabnya apa" gerutu Vira.
"Vira, dia itu sekertarisnya Arga. Biasanya sekertaris itu nggak banyak bicara tapi banyak kerjanya. Nggak kayak lo, banyak omongnya" ucap Emily tertawa.
"Kak Emily apaan si"
"Lo kok bisa kesini si. Lo itu selalu muncul tiba-tiba dihadapan gue. Kayak jin aja" heran Arga.
"Hei om, cantik-cantik gini kok dibilang jin" jawab Vira dengan cemberut.
"Kak Emily" panggil Vira.
"Apa" jawab Emily.
"Kirain Vira, kak Emily emang pacar om ini. Kalau benar kak Emily pacarnya, Vira cemburu kak .. Haha" ucapnya dengan terkekeh lagi.
"Mana mungkin lah, kan udah kakak bilang kita itu temenan" jelas Emilly sekali lagi.
"Udah-udah ngobrolnya, sekarang kita pulang" ajak Delia.
"No, kita mampir aja ketoko baju. Kasian Vira bajunya udah basah" tawar Emily.
"Ayo" ucap Vira dan Arga.
"Ngapain ikut-ikutan" ucap Vira dan Arga bersamaan.
"Kalian itu emang jodoh ya" ucap Emily melihat tingkah konyolnya Vira dan Arga.
__ADS_1
#Jangan Lupa Dukung Author Hehe🙏🤪♥️