Dustanya Cinta

Dustanya Cinta
Kesalahpahaman


__ADS_3

"Papaaa!!!!!!!" jerit Vira sampai pelayan yang membawakan makan malam tiba-tiba terjatuh.


Pyarrrr


"Ma-maaf nyonya, tuan, saya tidak sengaja" takut pelayan itu karena menjatuhkan makan malam hari ini yang tidak disengajanya.


"Nggak papa kok bi, ambil saja makanan yang baru lagi" ucap mama ana menenangkan pelayannya.


"Vira!! kalau manggil papa itu jangan jeritt, kasihan tuh bibi sampai makanan yang dibawanya jatuh karena jeritanmu itu" tambah mama Ana yang sedikit marah tapi boong .. Hayukkk🙏😂.


"Nak, dengarkan mama kamu ya. Jangan suka teriak yang gak jelas, nanti malu sama mertua" canda papa Surya kepada Vira yang sedang merajuk kedekapan papanya.


"Ih, Vira kan baru kelas 3 SMK pah masa mau nikah si, malahan yang ada nikah dibawah umur" Protes Vira karena tidak tau kalau papanya hanya bercanda saja.


"Papa bercanda kok, kalau seandainya benar gimana. kamu mau nak? tanya papa Surya serius kepada Vira yang mulai melepaskan pelukannya pada papanya.


"Kalau papa dan mama bahagia jika aku menikah, akan ku lakukan bahkan sekarang" balas Vira sambil melirik mama Ana.


Vira memang tidak mau menolak permintaan papanya begitupun dengan permintaan mamanya. Vira sangat menyayangi kedua orang tuanya, tak mungkin jika Vira menolaknya.


"Yaudah, nanti selesai kamu lulus. Papa langsung nikahin kamu sama anak rekan bisnis papa" ucap papa Surya yang kali ini memang benar-benar.


"Loh kok gue mau dinikahin si, lah gimana kuliah gue, Hah kalau itu pikir nanti. Yang cuma gue pikirin saat ini gimana hubungan gue sama Reza. Putus gitu? Ahhh ... tidak-tidak. Walaaupun dia jarang kabar aku tetap mencintainya kecuali dia selingkuh dihadapan mataku sendiri. Gue ada ide, gimana jika gue benar-benar menikah akan kujadikan suamiku yang kedua singgah dihatiku. Lah yang pertama? siapa lagi kalau bukan *Reza, cinta pertama gu*e" gumam hati Vira panjang kali lebar sambil tersenyum sinis.


"Nak, kenapa kamu senyum-senyum sendiri. Apa kamu tidak sabar untuk menikah setelah lulus sekolah" goda papa Surya pada Vira yang ingin tahu reaksinya


"Eh enggak kok pa, cu ..." putus Vira


"Alah palingan sibrandalan itu kasih harapan palsu kan!? alias PHP!!" sahut mama Ana yang memang tidak suka dengan Reza saat pertama kali.


"Kamu belum putusin dia Vir, sekarang juga kamu pilih kita sebagai kedua orangtuamu atau dia orang lain sebagai kekasihmu?!!" tanya papa Surya yang saat ini benar-benar marah karena hubungan putrinya dengan Reza belum putus.


"Pilih ATAU!!" jerit Vira untuk kedua kalinya yang sedang melarikan diri karena jawaban yang konyol.


"VIRA!!!" ucap bersamaan mama Ana dan Papa Surya.


Dengan tergesa-gesa Vira langsung mengunci pintu kamarnya kaeena takut dikejar kedua orang tuanya yang sedang marah karena jawaban konyol dari Vira.


"Ahh, lelah sekali. Tadi pagi sekolah sepulang sekolah pergi jalan-jalan sama Lia terus malamnya lari. Mana jaraknya jauh lagi. Sungguh meletihkan hari ini" ucap Vira dengan nafas yang tersenggal-senggal.


"Oh iya, gimana ya hubunganku sama Reza. Udah satu bulan lagi nggak ada kabar. Apa ucapan mama tadi benar ya, kan orang tua kalau bicara tidak pernah salah terutama mama. Kalau nggak bener awas saja kamu ma, akan ku buktikan bahwa Reza benar-benar pantas untuk menjadi menantumu nanti" batin Vira menyakinkan dirinya.


Waktu sudah menunjukkan pukul 23.00, kini Vira baru saja tertidur pulas karena pusing memikirkan hubungannya dengan Reza yang tak tahu kabarnya.


Kring Kring


Alarm Vira berbunyi pukul 06.45 menunjukkan bahwa gerbang sekolah akan ditutup


"Aaaaaaaa!!! gueterlambat" jerit Vira ketiga kalinya.


Cepat-cepat Vira mandi dikamar mandi. Setelah selesai memakai seragam, dengan cepatnya Vira membuka pintu kamarnya. Saat langkah kaki Vira dicepatkan tak disadari dia sedang menuruni tangga.


BRAKKK BRUKKK BRUAKKK

__ADS_1


Vira terguling-guling jatuh kebawah. Saat Vira tergesa-gesa menuruni anak tangga.


"Vira, kamu kenapa nak" tanya mama Ana kuatir degan kondisi Vira yang sedang terjatuh ditangga paling bawah.


"Nggak kenapa-kenapa kok ma, supir mama yang nganter Vira mana kok gak kelihatan ma" tanya Vira yang tidak melihat supir mamanya.


"Supir mama lagi cuti nak, karena istrinya baru melahirkan. Kamu naik taxi aja ya soalnya papa kamu ada urusan diluar sebentar" jelas mama Ana


"Whatt!! really mah?? Vira naik taxi? yaudah Vira berangkat dulu ma!" kejut Vira sambil menyalami punggung tangan mama Ana.


" Iya nak hati-hati" balas mama Ana sanbil menggelengkan kepalanya karena tingkah lucu Vira yang kaget.


...🌿...


Adegan 18+


#Buat adek-adek yang umurnya dibawah 18tahun harap skip episode yang dibawah ini. Memang adegannya tidak seberapa, tapi bisa berpengaruh pada adek-adek untuk mendesak bahkan meniru adegan dibawah ini. Bijaklah dalam memilih novel.


Di tepi jalan, Vira sampai saat ini dia belum menemukan taxi karena jam yang sudah hampir jam 07.00. Tiba-tiba ada sebuah satu mobil mewah yang melaju cukup cepat. Vira menghadang mobil itu yang tak tahu siapa pemiliknya. Dengan kedua tangan direntangkan kesamping ..


STOPPP


"Woi kalau jalan tu lihat jalannya" ucap seseorang yang mengingatkan Vira pada kata-katanya yang diucap kemarin.


"Itu kan kata-kata kemarin yang gue pakai buat maki-maki kakaknya Lia, apa jangan-jangan itu .." batin Vira sambil menutup mulutnya denga kedua tangannya.


"Heii!! lo kenapa. Terkejut ya sama gue yang bawa mobil super mewah. Gue emang kaya, ganteng dan satu lagi masih sangat muda!" jelas Arga yang menatap tajam kearah Vira.


Saat Vira mau menyahut ucapan Arga yang membanggakan diri tiba-tiba ada klakson mobil dibelakang mobil Reza.


Sontak mata Vira terpejam, alangkah terkejutnya mobil itu milik kekasihnya, Reza Andriano. Secepat kilat Vira menghampiri Reza karena Reza akan salah paham dengan kejadian ini. Namun saat Reza keluar dari mobil dia melihat Vira yang mau menghampirinya. Seketika itu, Reza langsung mengurungkan niatnya dan menutup kembali pintu mobilnya.


"Aduhhh" keluh Vira sambil mengelus jidatnya karena terhentam secara tiba-tiba.


"Za, gue bisa jelasin ini cuma salah paham dan yang kamu lihat tidak sebenarnya yang kamu pikirkan" jelas Vira kepada Reza.


"Kalau gue lihat sekali lagi entah siapa pun pria itu gue akan menghajarnya sampai babak belur. Ingat itu!!" ancam Reza sambil melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Kamu lihat kan dia marah, gara-gara kamu si" tangis Vira yang cukup kencang.


"Hust, diam nanti dikiriaan saya lagi enggak-enggak sama kamu. Gimana kamu nebeng sama gue, lo kan dari tadi belum jumpa taxi" tawar Reza agar Vira berhenti menangis.


"Ah iya, gue lupa. Ayo sekarang kita berangkat!!" jawab Vira sambil menggandeng tangan Arga. Seketika Arga terbengong karena melihat tingkah aneh dari Vira.


"Apaan sih pegang-pegang segala, najis deh" ucap Arga yang membohongi dirinya sendiri pdahal dari tadi dia sangat menikmatinya.


"Berisik, cepetan jalan sekarang" perintah Vira sambil duduk dijok belakang.


"Lu kira gue itu supir kamu! Cepet pindah kedepan atau mau kita terlambat!! bentak Arga.


"Ha kita?apa maksud dia?" Batin Vira yang tanya pada dirinya sendiri.


"Ya ya ya gue pindah kedepan" ucap Vira yang tak henti-hentinya mengomel.

__ADS_1


"Bagus" ucap Arga


Selesai Vira pindah kedepan untuk duduk, seketika itu Vira menyeka air matanya.


"Hahaha, aktingku baguskan om. Rasain siapa suruh kemarin ngerjain Vira, Vira Alisyia" ucap Vira yang mengglegar didalam mobil.


Saat Reza ingin mendekati Vira, tiba-tiba Arga ..


"Lo ngira gue akan cium lo gitu? Hah mimpi" ejek Arga yang sengaja ingin jahil.


"Apaan sih dia, Reza aja belum berani gitu sama gue masa dia berani si. Tunggu saja pembalasan dari seorang Vira Alisyia Abraham" Batin Vira


PLAKKK


Sebuah tamparan keras mendarat tepat dibibir Arga.


"Ini balasan kau yang belum setimpal dengan perbuatan lo yang berani nyium gue. Inget kata-kata gue, gue nggak wanita murahan yang mau aja digituin sama siapapun termasuk lu. Gue aja selama pacaran nggak pernah tuh pake gituan, lah kamu?!!" Tegas Vira yang tidak menoleh sedikitpun kearah Arga.


"Em .. ternyata dia masih suci toh. Menarikk!!"


gumam Arga yang sedang memangku dagunya dengan tangannya.


"Bohong. Mana ada orang menjalin kasih seperti itu!" balas Arga yang tiba-tiba bicara.


Vira tak menanggapi ucapan Arga yang membuatnya naik darah.


Tak butuh waktu lama, Arga dan Vira kini sudah tiba disekolahannya. Telat satu menit saja Vira mungkin tidak bisa masuk sekolah karena gerbang ditutup. Arga terlambat? jelas tidak karena Arga bukan mahasiswa lagi disana tapi sebagai pelatih berbagai jururusan termasuk jurusan komputer.


Sesampainya dikelas, Vira langsung duduk dibangkunya yang bersebelahan dengan Delia.


"Vir, kamu kenapa kok kesiangan berangkatnya. Biasanya kan kamu yang paling awal berangkatnya" tanya Delia penasaran.


"A-a em anu, ah iya alarmku tadi rusak jadi kesiangan deh" bohong Vira kepada Delia.


"Oh, kirain lagi mikirin Reza yang nggak ada kabarnya" ceplos Delia


"Yaampun mulut kok bisa ceplas ceplos si, ntar kalo Vira curiga gimana?" batin Delia sambil menepuk mulutnya sendiri.


"Eh tunggu-tunggu, lu tau darimana kalau Reza nggak ada kabarnya" tanya Vira yang penuh curiga.


"Tuh kan Viranya udah mulai curiga" batin Delia lagi.


"Oh ituu, tadi malam pas belanja sama mama nggak sengaja papasan sama Reza. Dan Reza ngasih tau kalo dia nggak bisa ngasih kabar" ucap Delia menyakinkan Vira.


"perasaan tadi sore udah belanja barengan deh, kok dia belanja lagi si sama mamanya. Apa ini cuma akal-akalannya dia doang ya. Entahlah, sekali lagi


semuanya hanya author yang tau🙏😂" gumam Vira yang sedang mencerna ucapan Delia.


.


.


.

__ADS_1


#Jangan lupa dukungannya dengan Vote, komen dan like agar author semangat melanjutkan karya author dinovel ini🤗❤


__ADS_2