
Saat Vira berdiri yang hendak meminta tolong untuk sekian kali, tiba-tiba kakinya terpeleset oleh tanah yang licin karena terkena hujan tadi.
Vira pun jatuh disamping Arga yang posisi badan setengahnya tersentuh badan Arga.
"Sungguh ini bukanlah tipu dayaku untuk ingin jatuh kepelukannya"
"Maaf" sebuah kata yang terdiri 4 huruf keluar dari Vira.
"Hm.. ti-tidak masalah" ucap enteng Arga.
"Aku tahu ini bukan kesengajaan yang kau buat tetapi ini kesengajaan tuhan yang ingin menyatukan kita" gumam Arga dalam hatinya.
Pernahkah kalian mendengar cerita benci menjadi cinta? pasti kalian sudah dengar itu.
Terdengar cukup konyol si cerita itu, tapi yang pasti itu memang benar adanya. Kita tidak tahu, mungkin seseorang yang kita benci akan kita cintai kelak dikemudian hari.
Masa depan itu berbeda-beda, sekalipun yang berbau cinta yah walaupun itu kembar sekalipun tidak akan sama masa depannya dan cintanya. Ada yang masa depannya itu sudah terukir jelas saat dia masih kecil dan ada juga masa depannya belum terukir sama sekalipun walau sudah menginjak remaja.
Makanya, kita harus menghargai perbedaan disetiap orang. Kalau anda ingin dihargai, hargailah dulu orang yang disekitar anda.
***
"Sur, apa kau sudah melihat tanda-tanda dimana keberadaan mereka" tanya Bima saat melihat Surya menghidupkan lampu senter.
"Belum sama sekali. Tapi gue yakin kok bim, kalau mereka tidak jauh dari sini" ucap Surya dengan yakin.
"Kuharap juga begitu" pasrah Bima.
"Sebenarnya gue khawatir sama keadaan mereka karena tadi gue merasa mereka dalam bahaya. Apa ini firasat gue aja yang salah. Gue juga berharap kalau mereka baik-baik saja" batin Bima.
Mereka pun terus melanjutkan perjalanannya sampai menemukan 2 orang istimewa didalam kehidupan Surya dan Bima.
__ADS_1
Saat ini, hanya lampu senterlah yang menjadi kebanggaanya. Melewati semak-semak hutan dan berbagai ragam pohon membuat mereka tampak letih.
"Bim, apa kita harus istirahat dulu?" ucap Surya yang sedang keletihan.
"Tidakk!! kita harus mencarinya terus" tegas Bima yang tidak mau menyerah.
"Apa kau tega melihat putrimu dalam bahaya?" lanjut Bima yang kemudian seperti memberi kode.
"Bahaya? apa maksudnya?" ucap Surya yang mulai maksud perkataan Bima.
"Ti-tidak apa-apa kok" ujar Bima yang mencoba membunyikan sesuatu.
"Dengarlah Bim, aku sudah mengenalmu sangat lama. Apa kau pikir aku ini bodoh? yang mudah percaya pada perkataanmu?. Bicaralah, apa yang kau sembunyikan dariku" selidik Surya yang seakan-akan ingin mencari jawaban rahasia.
"Tapi elu harus janji dulu, apapun yang gue katakan elu nggak boleh marah" ucap Bima.
"Gue janji" singkat Surya.
"Hm .. gue udah duga kalau kata-kata itu bakal lolos dari mulut elu. Gue juga punya firasat seperti elu kok, makanya gue fokus cari mereka" jelas Surya.
"Kalau begitu, apa yang harus kita lakukan" tanya Bima.
"Berteriak" singkat Surya.
"Eh elu jang ...." ucap Bima dengan terpotong-potong karena Surya kini berteriak.
Viraa...
"Eh elu jang..." ucap Bima dengan terpotong-potong seperti hati yang disakiti.
Vira...
__ADS_1
"Eh elu jang..." ucap Bima yang terpotong-potong untuk ketiga kalinya. Merasa kesabarannya sudah habis, Bima langsung bicara dengan cepat.
"Eh elu jangan bodoh Surya...!!!" sahut Bima dengan lantang.
"Bodoh gimana sih BimBim Chota Bim" ucap Surya yang memanggil Bima dengan sebutan Chota Beem.
"Males ah ngomong sama elu" gerutu Bima yang tiba-tiba berteriak.
Argaa ..
"Lah elu ngapain teriak-teriak" tanya Surya dengan penuh tanda tanya.
"Ya niru elu lah"
"Sok-sokan mengatai orang bodoh, eh malah situ suka niruin orang. Emang mulut itu seperti perasaan ya, yang tidak mudah ditebak dan dirasakan oleh hati" pekik hati Surya.
Arga....
Vira...
Arga....
Vira.....
Mereka kini saling paut- menyahut kata layaknya dua ayam yang sedang berkokok.
.
.
#Selamat Hari Raya Idul Adha 1442H (bagi yang merayakan)🙏.. Semoga kita semua senantiasa bersyukur dan diberi nikmat serta berkah dihari raya qurban ini Amiin🤲.
__ADS_1
...#Mohon dukung author dengan like, vote dan komen. Matursuwun🙏♥️....